“Sudahkah Anda Berdoa Hari Ini?”

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXIII, 10 September 2019
Peringatan S. Theodardus
Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19

Keluarga Kristiani sebagai Ecclesia Domestica atau Gereja kecil mau menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat iman yang hidup, tempat pertama iman akan Kristus diwartakan dan merupakan sekolah pertama tentang doa, kebajikan moral dan cinta kasih Kristiani ditanamkan. Dalam Lumen Gentium 11, 2 dikatakan, “Hendaknya orang tua dengan perkataan maupun teladan menjadi pewarta iman pertama bagi anak-anak mereka; orang tua wajib memelihara panggilan mereka masing-masing, secara istimewa panggilan rohani”. Juga dalam Katekismus Gereja Katolik 1666 dikatakan bahwa keluarga Kristen adalah tempat anak-anak menerima pewartaan pertama mengenai iman.

Dari permenungan ini saya mencoba untuk kembali mengingat-ingat pengalaman masa kecil saya ketika pertama kali saya mulai belajar berdoa dan mengenal siapa Yesus yang diimani oleh orang tua saya. Satu hal yang tidak pernah saya lupa, yang diajarkan oleh orang tua saya dan selalu menjadi refrain yang terus diulang-ulang adalah berdoa setelah bangun dari tidur, sebelum dan sesudah makan, sebelum belajar dan sebelum tidur. Sebagai anak yang masih polos hal ini dilakukan hanya sebagai kewajiban dan takut akan dosa hukuman (terutama tentang hukuman neraka yang selalu orang dewasa perbincangkan). Namun bacaan hari ini membuka kembali ingatan saya mengapa dulu orang tua mengajarkan pada saya betapa pentingnya memulai segala sesuatu dengan doa. Doa adalah kekuatan untuk memulai sesuatu bahkan Yesus memberikan teladan yang luar biasa tentang hal tersebut. “Sekali peristiwa, Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk. 6:12). Sebelum Yesus memulai untuk memilih para murid-Nya, Yesus berdoa karena Ia mengetahui Kebijaksanaan Allah dapat didengar, disadari dan diketahui hanya melalui jalan keheningan yaitu doa.

Menjadi pertanyaan refleksi bagi kita, “Sudahkan kita menjadikan doa sebagai kekuatan dalam hidup kita?” Setiap pagi tersedia bagi kita kesempatan untuk berdoa, mensyukuri anugerah hidup baik lewat doa pribadi ataupun bersama-sama dengan umat lainnya melalui perayaan Ekaristi. Dalam setiap pertemuan, kita juga selalu memulainya dengan doa bukan hanya sekadar rutinitas tetapi karena kita percaya akan kuasa Allah yang menyelamatkan. Sebelum kita melepas lelah dan tidur di malam hari, kita menutup seluruh hari kita dengan doa, untuk bersyukur atas rahmat Tuhan yang telah menyertai sepanjang hari dan karena kita percaya bahwa rahmat yang sama akan menaungi kita dalam tidur kita sepanjang malam. Sekali lagi, Yesus mengajarkan kita betapa berdoa sebelum memulai sesuatu adalah hal yang sangat penting. Bukan pertama-tama agar kita memperoleh pertolongan dan kebijaksanaan Allah melainkan untuk menyadarkan kita selalu akan betapa kecilnya kita di hadapan Allah yang Mahatinggi dan bahwa kita senantiasa membutuhkan kekuatan dari pada-Nya.

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s