Jangan Menangis!

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXIV, 17 September 2019
Peringatan S. Robertus Bellarminus
1Tim. 3:1-13; Mzm. 101:1-2ab,2cd-3ab,5,6; Luk. 7:11-17

Kisah Yesus membangkitkan anak laki-laki janda di Nain merupakan kisah pertama dalam Injil Lukas dan hanya ditemukan di dalam Injil Lukas. Dikisahkan bahwa “Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal seorang janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Ketika Yesus melihatnya, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: Jangan menangis! Yesus menghampiri usungan itu, Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah! Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya” (Luk. 7:11-16).

Peristiwa Yesus membangkitkan anak laki-laki seorang janda di Nain berawal dari kepekaan Yesus terhadap kesedihan dan kepedihan yang amat mendalam seorang janda yang anak laki-laki tunggalnya meninggal dunia. Kita pasti juga bisa merasakan betapa sedih, pedih dan susahnya hati sang ibu. Si janda tidak meminta Yesus untuk membangkitkan anaknya, namun hati Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada si janda yang sedang menangis. Gerakan hati Yesus tidak hanya sebatas emosi, melainkan juga mengandung kekuatan dan peneguhan dalam kata-kata: “Jangan menangis!” Yesus tidak hanya berhenti pada kata-kata hiburan yang biasa diucapkan orang (kita) tatkala menghibur orang yang sedang berduka, namun Ia juga bertindak. Yesus menghampiri usungan dan menyentuhnya. Yesus bahkan tidak hanya menyentuh, tetapi kemudian mengucapkan kata-kata yang penuh kuasa: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” (Luk. 7:14). Orang itu pun bangun, duduk dan mulai berkata-kata. Kata-kata Yesus memang penuh kuasa, membuat si janda yang dirundung kesedihan dan kepedihan mendalam dapat kembali mengalami sukacita besar serta juga menghidupkan orang yang telah meninggal.

Kekuatan dan kuasa Yesus membangkitkan anak laki-laki tunggal si janda, tidak hanya berdampak pada si janda dan anaknya, tetapi juga pada iman semua orang yang menyaksikan peristiwa itu. Apa yang terjadi pada orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu? Mereka ketakutan dan memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” (Luk. 7:16). Peristiwa Yesus membangkitkan orang mati telah membawa setiap orang kepada pengakuan akan Allah yang hadir di tengah-tengah mereka dan sekaligus menggerakkan mereka untuk memuliakan Allah. Melalui Yesus, semua orang sungguh mengalami kehadiran Allah dan karya-Nya yang luar biasa.

Apa makna kisah di atas bagi kita? Yang dialami oleh si janda juga dialami oleh setiap orang, termasuk kita. Tak ada orang yang dapat luput dari situasi demikian, situasi sedih tatkala orang yang kita cintai dan yang mencintai kita meninggal dunia. Perkataan Yesus “jangan menangis!” menjadi sumber kekuatan yang dapat membebaskan kita dari rasa sedih dan pedih. Memang, orang yang meninggal tak akan bangun, duduk dan berkata-kata sebagaimana anak laki-laki si janda. Namun, Yesus adalah kebangkitan dan hidup. “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Kuasa perkataan Yesus “jangan menangis” tidak hanya berlaku dan berdaya pada peristiwa kematian, melainkan juga dalam situasi ketika kita mengalami berbagai tantangan, kesulitan, cobaan dan penderitaan karena iman kita akan Yesus. Dalam situasi seperti itu, kata-kata Yesus “jangan menangis” akan menjadi sumber kekuatan karena Yesus tidak hanya sekedar berkata-kata, melainkan Ia selalu menghampiri, menyentuh dan membangkitkan kita dari kesedihan, rasa putus asa dan keterpurukan yang menimpa kita. Kita percaya bahwa Yesus yang tergerak hati-Nya oleh belas kasihan ketika menyaksikan kesusahan si janda, juga senantiasa tergerak hati-Nya oleh belas kasihan saat Ia menyaksikan kesusahan dan kesedihan setiap orang (kita) yang percaya kepada-Nya. Semoga kita pun senantiasa “mengusung” segala kesedihan dan kesusahan kita sendiri dan “mengusung” saudara-saudari yang sedang berkesusahan kepada Yesus, Sang Nabi Besar yang senantiasa hadir di tengah-tengah kita. Jadi, jangan menangis!

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s