Mempertobatkan Hati dan Berdoa

Homili Paus: Berdoa bagi orang-orang di pemerintahan dan para pemimpin politik
Paus Fransiskus merayakan Misa di Casa Santa Marta pada hari Senin, untuk pertama kalinya setelah liburan musim panas, dan mengundang semua orang untuk berdoa bagi orang-orang di pemerintahan dan para pemimpin politik, alih-alih menghina mereka.

Berdoalah bagi orang-orang di pemerintahan dan untuk politisi, agar mereka “dapat bekerja untuk kebaikan bersama.”

Paus Fransiskus mengeluarkan seruan itu dalam homilinya pada Misa hari Senin di Casa Santa Marta.

Doa
Paus berkata bahwa Santo Paulus, dalam suratnya kepada Timotius (1Tim. 2:1-8), memanggil kita untuk berdoa bagi semua orang, “untuk raja dan semua penguasa” dan bahwa hal tersebut harus dilakukan “tanpa amarah atau argumen”. St. Paulus menambahkan bahwa kita melakukan ini sehingga “kita dapat menjalani kehidupan yang tenang dan tenteram dalam semua pengabdian dan martabat.”

“Paulus menekankan lingkungan di sekitar orang percaya: doa. Di sini ia berfokus pada doa syafaat: ‘Setiap orang harus berdoa, untuk semua, agar kita dapat menjalani kehidupan yang tenang dan tenteram, dalam martabat dan pengabdian kepada Allah. Doa membantu mewujudkan hal ini. Tetapi ada penekanan yang ingin saya bicarakan: ‘Untuk semua orang’ dan kemudian dia menambahkan ‘untuk raja dan untuk semua yang berwenang’. Jadi, dia berbicara tentang doa untuk orang-orang di pemerintahan, untuk politisi, dan untuk orang-orang yang bertanggung jawab atas lembaga-lembaga politik, bangsa, dan daerah.”

Berdoalah bagi mereka yang memiliki pendapat berbeda
Paus Fransiskus melanjutkan dengan mengatakan bahwa para politisi sering menerima “pujian dari pendukung mereka atau penghinaan”.

Paus menambahkan bahwa para imam dan uskup menerima perlakuan yang sama. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka akan berdoa untuk imam atau uskup mereka “hanya jika mereka layak”, dan kemudian menulis daftar sebuah litani “kata-kata penghinaan dan kutukan”.

Namun, Paus mencatat, orang-orang yang berwenang “memiliki tanggung jawab untuk membimbing bangsa mereka. Bagaimana kita bisa meninggalkan mereka sendirian, tanpa memohon Tuhan memberkati mereka?” Paus mengatakan bahwa beberapa orang yang berdoa untuk mereka yang berada dalam pemerintahan, menghabiskan sebagian besar dari waktu mereka untuk “menghina mereka.”

Santo Paulus, menjelaskan bahwa kita harus “berdoa untuk mereka semua”.

Krisis pemerintah Italia
Paus kemudian mengingat krisis yang baru saja diselesaikan di pemerintahan Italia.

“Siapa di antara kita yang berdoa untuk orang-orang di pemerintahan? Siapa di antara kita yang berdoa untuk anggota parlemen, agar mereka dapat mencapai kesepakatan dan membimbing bangsa ke depan? Tampaknya roh patriotik tidak menjangkau ke dalam doa. Namun, kritik, benci, pertentangan, dan itu berakhir di sana. Maka, saya berharap bahwa di setiap tempat orang harus berdoa, mengangkat tangan-tangan suci, tanpa amarah atau argumen. ’Diskusi harus terjadi, dan ini adalah peran parlemen. Diskusi harus terjadi, tetapi tanpa memusnahkan yang lain. Sebaliknya, masing-masing harus berdoa untuk yang lain, untuk mereka yang memiliki pendapat berbeda dari saya.”

Panggilan untuk perubahan
Di hadapan orang-orang yang mengatakan politisi tertentu “terlalu komunis” atau “korup”, Paus Fransiskus – mengutip Injil Lukas pada hari itu (7:1-10) – mengajak kita untuk tidak membahas politik tetapi untuk berdoa.

Paus mengatakan beberapa orang mengatakan “politik itu kotor”, tetapi Paus Paulus VI berpendapat bahwa politik adalah “bentuk amal tertinggi”.

“Hal itu mungkin kotor, sama seperti profesi apa pun bisa kotor… Kita adalah orang yang mengotori sesuatu tetapi pada hakekatnya tidak demikian. Saya percaya bahwa kita harus mempertobatkan hati kita dan berdoa untuk politisi dari semua kalangan, semuanya! Berdoa untuk orang-orang di pemerintahan. Inilah yang diminta Paulus dari kita. Ketika saya mendengarkan Firman Tuhan, saya memikirkan tentang peristiwa yang indah dari Injil ini – orang yang berkuasa berdoa untuk salah seorang bawahannya: perwira yang berdoa untuk pelayannya. Bahkan orang-orang di pemerintahan harus berdoa untuk rakyat mereka, seperti orang ini berdoa untuk pelayannya, yang mungkin adalah pembantu rumah tangganya. ‘Tapi dia adalah pelayan saya. Saya bertanggung jawab untuknya. ‘Orang-orang di pemerintahan bertanggung jawab atas kehidupan negara mereka. Merupakan hal baik untuk berpikir jika rakyat berdoa untuk otoritas, orang-orang dalam pemerintahan akan mampu berdoa untuk rakyat mereka, sama seperti perwira ini yang berdoa untuk pelayannya.”

16 September 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s