Periksa Nurani Buka “Pintu Belas Kasih”

Homili Paus: Belas kasih adalah bahasa Tuhan
Inti perenungan Paus Fransiskus pada Misa pagi hari Selasa adalah sifat belas kasih yang disebutnya sebagai bahasa Tuhan, sementara sering kali bahasa yang manusia pakai adalah bahasa yang acuh tak acuh.

Paus Fransiskus pada hari Selasa mengundang umat beriman untuk membuka hati mereka untuk berbelas kasih. Berbicara selama homili di Misa di Casa Santa Marta, Paus mendesak mereka yang hadir untuk tidak “menutup diri” dan bersikap acuh tak acuh.

Paus merenungkan pembacaan Injil pada hari itu yang mengisahkan pertemuan Yesus dengan seorang janda di kota Nain yang sedang berduka atas kematian putra satu-satunya saat dia dibawa ke kubur. Penginjil itu tidak mengatakan bahwa Yesus memiliki belas kasih, tetapi bahwa “Tuhan tergerak dengan belas kasih,” seolah-olah Dia telah diliputi oleh sentimen.

‘Lensa’ hati
Lebih lanjut Paus menjelaskan getakan belas kasih itu muncul karena Yesus melihat melalui “lensa” belas kasih dan memahami realitas wanita itu.

“Belas kasih memungkinkan Anda melihat kenyataan; belas kasih seperti halnya lensa hati: memungkinkan kita untuk menerima dan memahami dimensi sejati. Dalam Injil, Yesus sering tergerak oleh belas kasih. Dan belas kasih juga merupakan bahasa Tuhan”.

Paus Fransiskus mencatat bahwa belas kasih muncul di dalam Alkitab jauh sebelum kedatangan Kristus: Allah yang berkata kepada Musa, “Aku telah menyaksikan penderitaan umat-Ku,” dan itu merupakan berkat belas kasih Allah ketika Ia mengirim Musa untuk menyelamatkan orang-orang.

“Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh belas kasih, dan kasih sayang – bisa kita katakan – hal itu adalah kelemahan Tuhan, tetapi juga kekuatan-Nya”.

Paus Fransiskus melanjutkan untuk menguraikan fakta bahwa belas kasih bukanlah perasaan kasihan, atau sentimen, di mana orang akan rasakan seperti ketika melihat seekor anjing mati di jalan. Ketika belas kasih muncul, “kita ikut terlibat dalam masalah-masalah orang lain”.

Bahasa Tuhan
Menggambarkan kembali pada Injil, Paus merujuk pada perumpamaan tentang penggandaan roti. Paus ingat ketika Yesus mengatakan kepada para murid untuk memberi makan orang banyak sementara mereka ingin mengabaikan yang hadir dan menyuruh mereka untuk membeli sesuatu untuk dimakan. “Para murid itu bijaksana. Saya percaya bahwa pada saat itu Yesus sedang marah, di dalam hati-Nya”, dan ketika Yesus mendengar jawaban mereka, Dia mendesak para murid “untuk memberi mereka makan!”

“Tuhan berbelas kasih karena Dia melihat orang-orang ini seperti domba tanpa gembala.” Paus mencatat bahwa Injil berbicara, di satu sisi, tentang gerakan belas kasih Yesus, dan di sisi lain dari sikap mementingkan diri dari para murid yang “Mencari solusi tanpa kompromi, yang tidak membuat tangan mereka kotor, seolah-olah membiarkan orang-orang itu bisa mendapatkannya sendiri:

“Jika belas kasih adalah bahasa Tuhan, maka sering kali bahasa manusia adalah ketidakpedulian.”

Kita harus bertanya pada diri sendiri: “Berapa kali kita membuang muka…? Dengan melakukan itu kita menutup pintu menuju belas kasih”. Paus mengundang mereka yang hadir “untuk memeriksa hati nurani” dan bertanya pada diri sendiri apakah mereka membiarkan Roh Kudus membawa mereka di sepanjang jalan menuju belas kasih.

“Hal tersebut adalah kebajikan Tuhan.”

Tindakan keadilan
Paus mengakhiri perenungan lebih lanjut tentang Injil hari ini terutama ketika Tuhan berkata kepada ibu yang berduka: “Jangan menangis”.

Dengan belaian belas kasih-Nya, Yesus mengembalikan pemuda itu kepada ibunya. Paus mencatat bahwa penginjil menggunakan kata “mengembalikan” yang menyiratkan tindakan keadilan.

“Belas kasih membawa kita di sepanjang jalan menuju keadilan sejati. Kita harus selalu mengembalikan apa yang menjadi hak orang lain, dan ini selalu menyelamatkan kita dari keegoisan, dari ketidakpedulian, dari penutupan kita sendiri”.

Dan Paus berdoa agar Tuhan juga memiliki belas kasih bagi kita masing-masing: “Kita membutuhkannya.”

17 September 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s