Mati Bagi Saudara dan Menyambut “Sabda”

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XXV, 24 September 2019
Peringatan S. Gerardus dr Hungaria, S. Vinsensius Maria Strambi
Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 8:19- 21

Dalam bacaan Ezra, kepada kita diperlihatkan bahwa egoisme ditempatkan dalam cakrawala yang lebih luas, yakni altruism. Dengan cara pandang itu, orang tidak menempatkan diri di atas apapun dan siapapun. Orang yang egois mengukur apapun dan siapapun dengan bertanya “Apa gunanya untuk saya?”; “Apakah saya diuntungkan dengan mendekati dia?”; atau “Apa yang kuperoleh kalau saya mendapat ini atau itu?” Dengan sikap itu, orang tidak pernah sampai kepada kebahagiaan dengan memberi kepada orang lain. Orang yang bersikap demikian itu, sulit memikirkan dan merasakan kebahagiaan orang lain. Semuanya dinilai dari sudut keuntungan dan keenakan serta kebahagiaannya sendiri.

Bacaan yang disajikan dari Kitab Suci mengajak kita untuk dapat mengangkat harga orang lain lebih tinggi dari dirinya sendiri, untuk dapat menghormati sesama secara tulus, untuk dapat memberi tanpa menantikan imbalan, untuk “mati bagi saudara”. Orang dipanggil dalam Kitab Ezra untuk “hidup bagi sesama; hidup dengan sesama; hidup dengan mencintai sesama”. Cinta kasih merupakan nilai amat tinggi, yang dihargai sedemikian, sehingga orang dapat menemukan “harga dirinya dalam mati bagi sesama” dan mengosongkan diri demi kepenuhan sesama; itulah yang dilakukan oleh para Nabi dan Sang Mesias.

Banyak orang mencintai ibunya, yang melahirkan dirinya. Dalam kaitan itulah, orang saling mengasihi sebagai persekutuan para saudari dan saudara. Penginjil Lukas mau memperlihatkan, bahwa bagi Yesus, Gurunya, ada yang lebih mendalam dari diri Maria, daripada melahirkan Yesus. Dalam persekutuan para murid Kristus, ada yang jauh lebih dalam dari pada cinta kasih persaudaraan – yang memang sangat indah. Bagi Yesus, Maria mempunyai nilai pada lapisan hidup yang amat mendalam, karena Ibu ini memang memintal darah dan daging Anaknya, tetapi yang masih lebih mesra adalah bahwa Bunda Maria menyatu dengan Anaknya melalui “tenunan batin”, yang memadukannya dengan Allah Bapa, yang di-Amininya melalui kesediaannya menyambut Roh Kudus, untuk mengandung Sang Putera. Yesus bergandengan dengan Bunda Maria bukan hanya melalui ikatan darah-daging, melainkan melalui “jabatan hati” yang mesra sekali.

Dengan demikian, melampaui semua manusia, Bunda Maria “menyambut Sabda” melalui jerumat jasmani, menggerakkan hati dan jiwanya, sampai ke hakikat dirinya, sehingga “mengatakan Amin kepada Kehendak Allah Bapa – sebagai isi-diri Sang Putera”. Maka persatuan-Nya amat hakiki dan tidak terbatas pada sifat manusiawi manapun.

Hari ini kita dipanggil untuk “menyambut Sabda Allah seutuhnya sehingga juga dapat mengorbankan diri kita bagi sesama, demi Kemuliaan Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s