Dalam Cinta Komunikasi Menjadi Lengkap

Pesan Paus kepada Dikasteri Komunikasi: Menjadi saksi Kristiani untuk Kebenaran
Paus Fransiskus bertemu dengan anggota Dikasteri Komunikasi Vatikan pada kesempatan Sidang Paripurna mereka dan memberi mereka serangkaian contoh tentang bagaimana seharusnya berkomunikasi, dan bagaimana yang tidak seharusnya.

Paus Fransiskus dikenal sebagai komunikator yang hebat. Namun pada hari Senin pagi di Vatikan ia memberikan contoh keterampilan komunikasi yang bahkan mengejutkan mereka yang bekerja untuk mengomunikasikan diri dan pesannya ke seluruh dunia.

Berkomunikasi dari hati
Paus mulai dengan bercanda menyarankan “wacana tujuh halaman” (yang sebenarnya hanya tiga) yang berisiko menyebabkan pendengarnya tertidur. Itulah sebabnya Paus lebih suka berbicara kepada mereka secara informal tentang komunikasi, mengenai hal apa yang “ada dalam hatinya”.

Berkomunikasi tanpa menahan diri
Paus Fransiskus mengingatkan para anggota Dikasteri bahwa komunikasi dimulai dengan suatu sikap: bahwa Allah sendiri berkomunikasi kepada kita. Dengan cara yang sama, komunikator sejati memberikan diri mereka sendiri, “menempatkan semua besi Anda di atas api”, dan tidak menahan apa pun.

Berkomunikasi secara holistik
Paus menekankan perlunya mengomunikasikan “semua yang benar, adil, baik, dan indah”. Ini harus dilakukan, menggunakan “pikiran dan hati, kepala dan tangan – segalanya”. Dalam cinta, kita melihat komunikasi yang lengkap.

Berkomunikasi bukan untuk menyebarkan agama
Paus Fransiskus menegaskan untuk tidak terlibat dalam gaya komunikasi “komersial” yang bertujuan untuk menyebarkan agama, atau secara paksa mengubah orang. Paus mengutip Paus emeritus Benediktus XVI yang pernah berkata, “Gereja tidak tumbuh dengan dakwah, tetapi melalui kesaksian”.

Berkomunikasi dengan memberi kesaksian
Mengomunikasikan Kebenaran, berarti bersaksi dengan hidup Anda sendiri. “Menjadi seorang Kristiani berarti menjadi saksi, menjadi martir”. Paus mengenang kata-kata Santo Fransiskus dari Asisi, yang mengatakan: “Khotbahkan Injil setiap saat. Dan bila perlu, gunakan kata-kata”. Saksi, harus selalu didahulukan. Kita adalah Gereja para martir.

Komunikasi bukan pengunduran diri
Paus Fransiskus juga memperingatkan terhadap godaan “pengunduran diri”. Pengunduran diri, tidak mencerminkan cinta untuk Tuhan. Itu ada di dunia kafir, dan Yesus sendiri memperingatkan para murid-Nya terhadap bahaya “keduniawian”. Jangan takut menjadi “Gereja dari segelintir orang”, asalkan kita seperti “garam, seperti ragi”.

Berkomunikasi menggunakan kata benda
Paus Fransiskus menyerukan komunikasi yang menggunakan “kata benda dan bukan kata sifat”. Kata benda mengidentifikasi orang dan benda. Alih-alih menggunakan kata sifat untuk menggambarkan seseorang sebagai “ini atau itu”, kata benda mengomunikasikan “realitas orang”, dan inilah yang diminta oleh para komunikator Kristiani.

Berkomunikasi dengan indah
Paus menyarankan gaya komunikasi yang “keras tapi indah”. Bukan jenis kecantikan “Rococo”, tetapi kecantikan yang mengekspresikan dirinya “melalui kata benda”, melalui “saksi”, melalui melibatkan diri dalam komunikasi.

Mengomunikasikan sukacita Injil
Paus Fransiskus mengakhiri pidatonya dengan mengatakan bahwa para komunikator harus mempelajari bahasa para martir dan para Rasul dengan membaca kembali Kisah Para Rasul dan tulisan-tulisan komunitas Kristen perdana. “Komunikasikan kegembiraan Injil”, karena “itulah yang Tuhan minta Anda lakukan”.

Kemudian Paus berdiri dan secara pribadi menyapa setiap anggota Dikasteri Komunikasi Vatican yang hadir di hadapan hadirin.

Semuanya sejumlah 500 orang.

23 September 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s