Allah Setia, Ia Selalu Memberikan yang Terbaik

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXV, 25 September 2019
Peringatan S. Nikolaus dr Flue, S. Sergius dr Radonezh
Ezr. 9:5-9; MT Tb. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6

Bacaan dari Kitab Ezra berisikan sharing pengalaman iman Ezra yang mewakili pengalaman iman bersama bangsa terpilih di tanah pembuangan. Ada dua hal utama atau tema pokok. Pertama, kesadaran diri sebagai bangsa yang dipilih Allah, tetapi hidupnya jauh dari status keterpilihan itu. Ezra merumuskan penyimpangan hidup mereka sebagai berikut: dosa kami menumpuk mengatasi (melampaui) kepala kami; kesalahan kami membubung ke langit. Ungkapan ini tentu hiperbola, tetapi tetap saja menyatakan kebenaran bahwa bangsa terpilih itu berdosa berat dan menyimpang jauh dari kehendak Yahweh. Dan kejahatan itu sudah berlangsung sejak nenek moyang. Ezra menyadari pembuangan merupakan bentuk yang dipilih Yahweh untuk mendidik mereka agar mereka kembali setia dan bertobat.

Karena itu pembuangan menjadi kesempatan pemulihan dan pembaruan. Hal itu menjadi mungkin karena mereka mengalami bahwa kendati mereka berdosa berat, Yahweh tidak meninggalkan mereka. Perhatian dan kebaikan Yahweh mereka alami justru melalui raja Persia, yang membolehkan mereka menjalankan ibadat dan kebaktian kepada Yahweh, yang kemudian memuncak dalam dukungan serta persetujuan raja Persia untuk membangun kembali Yerusalem. Menjadi jelas bagi mereka bahwa kejahatan mereka yang besar tidak diperhitungkan Tuhan, karena Dia adalah Yahweh yang berbelas kasih, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.

Allah yang dialami dan diimani bangsa terpilih ini adalah Allah moral: Allah Mahabaik, pengampun, pengasih dan setia. Ia mengutamakan belas kasih dan bukan korban persembahan. Bukan ibadah dan korban bakaran yang dituntut-Nya tetapi hati yang mengasihi dan setia. Kasih dan kesetiaan itu tidak pertama-tama dituntut-Nya dari manusia, tetapi dilakukan-Nya kepada manusia, kendati mereka berdosa besar. Allah seperti itulah yang dihadirkan dan diwartakan oleh Yesus.

Allah mengasihi semua bangsa. Kerajaan kasih-Nya ditujukan kepada semua. Kepada semua bangsa Kerajaan Allah harus diwartakan agar semua mejadi warga-Nya. Manusia (para rasul) dituntut untuk bekerja sama menjadi pewarta. Namun para rasul diminta untuk tidak mengandalkan diri, kemampuan serta sarana dan prasarana yang mereka miliki. Mereka diajak untuk mengandalkan Allah saja. Karena itu mereka diminta untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan. Yang mereka bawa hanyalah keterbukaan diri agar Allah berkarya dalam dan melalui diri mereka. Itulah yang memampukan mereka berkeliling “memberitakan Injil serta menyembuhkan orang sakit di segala tempat”.

Jika Gereja mendapat mandat untuk meneruskan tugas mewartakan Kerajaan Allah, maka bacaan-bacaan hari ini mengingatkan Gereja akan beberapa hal: pertama, Allah yang kerajaan-Nya diwartakan adalah Allah yang berbelas kasih. Gereja jangan sampai kehilangan belas kasih. Tidak sepatutnya mengedepankan otoritas dan kuasa. Karena di mana kuasa diutamakan, maka belas kasih akan sirna. Kedua, Gereja mesti lebih memberi kesaksian akan kuatnya kepercayaan Gereja kepada penyelenggaraan Allah. Jika demikian Gereja tidak akan sibuk dengan pelbagai macam hal yang bisa menghalangi tugas pewartaan. Sekali lagi Gereja diperingatkan bahwa mengandalkan penyelenggaraan dan kekuatan Allah adalah kekuatan utama dalam mewartakan Kerajaan Allah. Bukan kemewahan organisasi, gedung-gedung indah serta fasilitas wah, yang seringkali menyita perhatian Gereja lantas mengabaikan tugas utama memberi kesaksian tentang Allah yang berbelas kasih; yang menyertai dan mengampuni juga para pendosa besar sekalipun.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s