Apa Sapaan Tuhan untuk Anda Hari Ini?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXVII, 12 Oktober 2019
Peringatan S. Wilfridus
Yl. 3:12-21; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Luk. 11:27-28

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa lagi di akhir pekan ke-2 di bulan Oktober ini. Kita diajak dalam pertemuan berhikmah ini mendalami kebenaran ajaran Yesus tentang rahasia di balik orang-orang yang bahagia dalam hidupnya. Menarik bahwa dalam kisah ini, Yesus kembali menggunakan metode induksi, satu metode yang kelihatan sederhana tetapi sebenarnya ampuh karena mampu membahasakan pesan inti peristiwa atau hal tertentu kepada para pendengar-Nya.

Dalam konteks kisah Injil hari ini, Yesus menggunakan metode tersebut guna menghantar para pendengar-Nya memahami arti kebahagiaan. Kisah ini diawali dengan ekspresi hati rasa terkesima dan bangga seorang wanita yang rupanya terpukau oleh pengetahuan luar biasa Yesus dan ajaran-Nya. Maka naluri alamiahnya sebagai seorang ibu, yang rupanya percaya juga hubungan antara bibit, bebet, bobot dan juga berjuang mengupayakan pendidikan bagi anak-anaknya, spontan memberitahunya bahwa kemampuan hebat yang dimiliki Yesus tersebut tentu saja tidak terlepas dari pengaruh didikan dan tuntunan ibu-Nya.

Dan Yesus menggunakan momen ini untuk meneguhkan para pendengar-Nya bahwa siapa saja yang menerima Sabda Allah dan memeliharanya dalam hati dan tindakannya akan berbahagia. Yesus sebenarnya tidak membantah kebenaran yang disampaikan wanita tersebut melainkan menegaskan kebenaran tersebut. Karena dengan jawaban tersebut, Yesus sebenarnya mengakui bahwa Maria, Ibunda turut berperan dalam mendidik diri-Nya. Namun peran dan kemampuan ibu-Nya itu tidak terlepas dari kualitas hidup pribadi Maria, ibu-Nya yang selalu rendah hati, terbuka mendengarkan dan merespon pada tawaran rahmat Tuhan dan setia memelihara Sabda Allah dalam hidup-Nya.

Maka di balik pernyataan tersebut, Yesus sebenarnya mau menampilkan keunggulan Maria ibu-Nya sebagai sosok yang sungguh-sungguh hidup rendah hati menerima Sabda Allah dan memelihara-Nya dalam hidup dan pengabdian-Nya sebagai ibu Tuhan. Dengan cara demikian Yesus mau menegaskan dan meneguhkan wanita tersebut dan para pendengar-Nya bahwa dirinya serta para pendengar-Nya adalah orang-orang berbahagia karena mereka juga telah menerima dan memelihara Sabda Allah dalam hidup dan pengabadian mereka.

Sahabat-sahabat Tuhan nan budiman, bukan kebetulan kisah biblis ini disampaikan kepada kita di bulan Rosario ini. Tentu saja Bunda Gereja mau mengajak menimba inspirasi dan ilmu kehidupan dari sosok Maria, Bunda Tuhan yang telah terbukti kesetiaannya dalam menerima dan memelihara Sabda Tuhan dalam seluruh hidupnya.

Karena itu kisah inspiratif ini mau mengajak kita juga untuk merenungkan dan mencontohi sifat dan sikap Bunda Maria yang senantiasa rendah hati terbuka menerima dan memelihara Sabda Tuhan. Saya yakin Saudara/I bukan pemula dalam hal ini. Anda sekalian telah sekian lama menjadi Pendengar dan Pelaku Sabda Allah seperti Bunda Maria dalam hidup dan pengabdian di dalam keluarga dan lingkup pengabdian Anda. Maka pernyataan Tuhan kepada wanita di Injil merupakan peneguhan dan sapaan terima kasih Tuhan bagi Anda juga yang telah tekun setia menjadi penerima dan pemelihara Sabda Allah.

Mari kita akhiri pertemuan berhikmah ini dengan mempraktikkan tips berikut: Pause sejenak membiarkan hati dan jiwa merasakan kata-kata peneguhan Tuhan itu: Yang berbahagia adalah orang yang melaksanakan Sabda Tuhan. Kemudian ulangi kata-kata Yesus itu sebagai sapaan Tuhan untuk orang-orang yang telah berjasa dalam hidup Anda: yang berbahagia ialah… (sebutkan nama mereka dalam hati) yang telah mendengarkan dan memeliharanya. Lalu lakukan hal yang sama untuk diri Anda: yang berbahagia ialah… (sebut nama Anda) bila tetap tekun setia menerima dan melaksanakan kehendak Allah.

Tuhan memberkati kita sekalian. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s