Berjuang Menjadi Hamba yang Berbahagia

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXIX, 23 Oktober 2019
Peringatan S. Yohanes Kapistrano
Rm. 6:12-18; Mzm. 124:1-3,4-6,7-8; Luk. 12:39-48

Tuhan Yesus menghendaki para murid-Nya dan kita yang percaya kepada-Nya mengalami kebahagiaan, baik kebahagiaan atau sukacita selama hidup di dunia ini maupun kebahagiaan atau sukacita tatkala beralih dari dunia ini. Dalam Injil Lukas 12:39-48, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai sang Tuan dan kita sebagai hamba-hamba-Nya. Melalui perumpamaan tentang tuan dan hamba ini, Yesus hendak menyampaikan sebuah pesan penting yang membuat kita menjadi orang-orang yang berbahagia, yaitu kita selalu bersiap-siap menyambut kedatangan Sang Mesias, Anak Manusia yang datang pada waktu yang tidak kita ketahui.

Yesus pasti akan datang untuk yang kedua kalinya pada waktu yang tidak akan kita ketahui. Oleh karena itu, selama kita menanti kedatangan-Nya, kita harus mempersiapkan diri dan hati kita untuk menerima Sang Anak Manusia, Juru Selamat kita. “Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri datang, ia tak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang kamu tidak sangkakan” (Luk. 12:39-40). Jikalau tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang dan ia mempersiapkan segala sesuatu yang penting agar rumahnya tidak dibongkar, persiapan yang seperti itu bukanlah persiapan yang luar biasa. Namun, jika tuan rumah selalu berjaga-jaga dan mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka mencegah tindakan pencuri yang tidak diketahui waktu kedatangannya, persiapan seperti itu merupakan persiapan yang istimewa karena persiapan semcam itu menuntut kesetiaan, ketaatan dan pengorbanan. Yesus pun meminta murid-murid-Nya dulu dan kita para murid-Nya sekarang ini supaya memiliki kualitas persiapan yang baik, yang juga menuntut kesetiaan, ketaatan dan pengorbanan; bukan yang hanya sewaktu-waktu, melainkan setiap waktu.

Penantian kedatangan Yesus, Anak Manusia bukanlah sebuah penantian yang pasif, melainkan penantian yang aktif di mana kita mesti melakukan tugas-tugas yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Luk. 12:43). Hamba yang berbahagia adalah hamba yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya. Kita pun akan menjadi orang-orang yang berbahagia jika kita dengan setia, tekun dan penuh pengorbanan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada kita. Hamba yang berbahagia adalah hamba yang tahu kehendak tuannya dan melaksanakan apa yang dikehendaki tuannya. Kita pun akan menjadi pribadi-pribadi yang berbahagia ketika kita belajar mengenal kehendak Yesus dalam hidup kita dan berjuang melaksanakan apa yang Yesus kehendaki dari kita. Kebahagiaan atau sukacita tidak hanya kita alami pada waktu kita beralih dari kehidupan di dunia ini, melainkan juga bisa kita rasakan atau kita alami ketika kita dengan setia dan penuh tanggung jawab melakukan tugas-tugas kita yang mungkin tampak sederhana, biasa dan rutin. Kita pun akan berbahagia ketika kita belajar untuk memahami dan menerima kehendak Yesus melalui berbagai pengalaman dan peristiwa sehari-hari serta berjuang menyelaraskan hidup kita dengan kehendak Yesus.

Memang, tugas-tugas yang dipercayakan Yesus dan kehendak Yesus tidak semuanya gampang untuk dilaksanakan karena berbagai keterbatasan, kesulitan, tantangan dan godaan yang berasal dari dalam diri kita dan yang berasal dari luar diri kita. Rasul Paulus mengingatkan kita akan salah satu kelemahan kita: “Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya” (Rm. 6:12). Rasul Paulus menasihati kita, “Janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah…” (Rm. 6:13). Ketika kita membiarkan diri dikuasai oleh dosa dan menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada dosa, kita tidak lagi menjadi hamba yang setia dan bijaksana dan tidak mampu serta tidak layak menyambut kedatangan Yesus, Sang Anak Manusia. Semoga kesadaran dan keyakinan bahwa “Kita telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran” (Rm. 6:18) semakin menggairahkan kita untuk terus-menerus memahami kehendak Yesus dalam diri hidup kita dan menggerakkan kita untuk selalu melaksanakan kehendak-Nya melalui tugas-tugas yang telah Ia serahkan kepada kita masing-masing. Dengan demikian, kita menjadi hamba yang berbahagia.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s