Kemerdekaan Sebuah Pilihan Hidup yang Tidak Mudah

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXIX, 24 Oktober 2019
Peringatan S. Antonius Maria Claret
Rm. 6:19-23; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 12:49-53

Bangsa Indonesia sudah merdeka 74 tahun. Sebelum merdeka, bangsa kita melewati masa-masa suram penjajahan dan berjuang sangat lama. Sejarah perjuangan itu penuh dengan airmata, derita, darah dan banyak kisah kehilangan. Tidak mudah memang. Kemerdekaan hampir selalu diraih dengan susah payah. Perjuangan berat yang sama juga dilalui oleh bangsa Israel untuk bisa terbebas keluar dari tanah Mesir.

Bukankah kemerdekaan itu adalah hak setiap manusia? Setiap 10 November diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Pada tanggal yang sama, tahun 1948 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertempat di Prancis mencetuskan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Situs PBB menyatakan hak asasi manusia adalah hak yang melekat pada semua manusia, tanpa memandang ras, jenis kelamin, kebangsaan, etnis, bahasa, agama, atau status lain. Hak asasi manusia itu termasuk hak untuk hidup dan kebebasan; kebebasan dari perbudakan dan penyiksaan, kebebasan berpendapat dan berekspresi, dll.

Bebas berarti merdeka. Merdeka adalah hak. Hak adalah sesuatu yang seharusnya kita terima/miliki. Jika itu adalah hak, lalu mengapa butuh perjuangan untuk mendapatkannya? Karena ada pihak-pihak yang tidak mengakui maupun mau memberikan kemerdekaan itu kepada pihak lain, sehingga terjadilah penjajahan yang diikuti dengan perjuangan untuk kemerdekaan. Meskipun adalah hak, kemerdekaan itu seringkali tidak cuma-cuma, harus dibayar dengan sebuah harga.

Tapi, Kristus telah memberikan kepada kita secara cuma-cuma sebuah kemerdekaan. “Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah..” (Rm. 6:22). Kita bukan hanya memiliki hak untuk hidup merdeka sesuai deklarasi PBB, tetapi juga telah dimerdekakan oleh Kristus dari dosa. Namun, pertanyaan yang perlu kita renungkan adalah, ‘apakah saat ini hidup kita masih merdeka dari dosa’? Karena meskipun telah diberikan secara cuma-cuma, kemerdekaan itu bukanlah atribut yang akan melekat begitu saja, atau menempel selamanya pada diri. Sebaliknya, selalu butuh perjuangan tanpa henti untuk mengondisikannya dan mencapainya karena kemerdekaan merupakan sebuah pilihan hidup yang tidak mudah.

Perjuangan merdeka dari dosa adalah sebuah upaya hidup seturut ajaran Kristus. Hidup yang baik, bukan hanya sekedar hidup saleh dalam kerohanian maupun tampak berbuat baik di mata duniawi, namun juga bagaimana menundukkan diri sendiri untuk dapat menjaga hati serta niat yang baik kepada setiap orang yang kita jumpai dalam hidup. Mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bukan sebaliknya mengutamakan diri dan kepentingan sendiri di atas segala-galanya.

Merdeka bukan sekedar pemberian ataupun hak, tetapi juga sebuah pilihan. Pilihan hidup. Manusia telah dimerdekakan dari dosa. Namun, apakah kemudian manusia mau memilih untuk terus merdeka? Ataukah sebaliknya, membiarkan kemerdekaan itu hanya menjadi sebuah sejarah, pengalaman masa lalu? Jangan sampai kita ternyata selama ini salah mengira, bahwa Kristus telah menebus dosa-dosa kita bermakna Ia memberikan kemerdekaan kekal yang tak perlu lagi jerih-payah dari kita untuk mau setiap kali kembali memilih dan memperjuangkan kemerdekaan itu. Karena hakikat kemerdekaan adalah ‘perjuangan’.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s