Karakter Iman: Tanggap dan Bertanggung Jawab

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XXIX, 25 Oktober 2019
Peringatan S. Gaudensius, S. Krisantus dan Daria, S. Margaretha
Rm. 7:8-25a; Mzm. 119:66,68,76,77,93.94; Luk. 12:54- 59

Misi: Mengembangkan dan meningkatkan iman yang cakap dan peka untuk menentukan sikap, keputusan dan tindakan yang menyelamatkan.

Yesus – pada hari ini melalui Lukas – mengajarkan para murid-Nya untuk berani keluar dari lingkup dan ruang gagasan mereka yang sempit dan kaku; untuk tidak terperangkap dalam skenario kelompok Farisi, Ahli Taurat dan kalangan munafik, yang selalu menyepelekan, menutup diri bahkan tidak peduli pada sapaan juga teguran Allah yang disampaikan melalui tanda-tanda dan kejadian-kejadian sosial yang bersinggungan dengan pengalaman dan perjalanan iman mereka atau hubungan istimewa mereka dengan Allah.

Yesus sangat menghargai kecakapan masyarakat Yahudi yang mampu membaca tanda-tanda alam yang terjadi. Mereka sangat terampil, cakap, peka bahkan begitu cermat dalam menilai dan menafsirkan semua peristiwa alam beserta dampaknya bagi kehidupan sosial-ekonomi mereka.

Melalui Teks Lukas hari ini, Yesus juga menyentuh integritas hidup kita untuk mengukur dan menilai kualitas serta gerak maju iman kita. Yesus mengingatkan kita bahwa kualitas iman kita diuji juga dari daya iman yang memampukan kita untuk menentukan sikap terhadap suatu kejadian, perkembangan, kemajuan, tanda-tanda, isu-isu dan kisah-kisah yang ada; kemudian berani mengambil keputusan serta langkah strategis untuk melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi pribadi kita maupun orang lain. Kita diminta untuk mengembangkan kepekaan, kecerdasan, kecermatan, kecakapan serta keterampilan dalam menilai dan menyikapi semua realitas soskal, ekonomi, politik, lingkungan hidup dan kemanusiaan yang ada sehingga cara berpikir, bercita rasa, bertutur dan bertindak kita tidak keluar dari pesan iman kita yang selalu mempersatukan, mendamaikan, menghibur, memberi harapan, memperjuangkan kebenaran dan keadilan, serta menghadirkan Kebaikan dan Kasih.

Maka semua gerakan dan perkembangan dunia dalam peredaran waktu yang cepat harus diimbangi dengan karakter beriman yang Tanggap dan Bertanggung jawab, artinya kita hendaknya mewartakan Kerajaan Allah melalui iman yang peka, cakap, terampil, cermat, cerdas dan bijaksana.

Di tengah dunia yang dihiasi beragam peristiwa hidup, kejadian alam, kemajuan-kemajuan teknologi dan industri digital 4.0, serta isu-isu sosial yang menggembirakan juga tidak sedikit yang menakutkan dan mengancam, justru kita dipanggil untuk mengolah, menilai, mencermati bahkan menafsirkan dengan terang dan kekayaan iman kita yakni: iman yang tanggap dan bertanggung jawab sehingga peristiwa dan kisah yang menggembirakan dijadikan ‘alasan’ untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan, sementara kejadian dan kisah yang memilukan dijadikan kesempatan dan peluang untuk berjuang menemukan Kasih Tuhan serta mengubah kelemahan dan dosa kita menjadi jalan pertobatan dan kesalehan.

Dalam kaitan dengan Jalan Pertobatan dan Kesalehan, Rasul Paulus mengatakan dalam Rm. 7:18-25a “Perbuatan yang jahat dan merugikan selalu bertentangan dengan kehendak baik kita, artinya iman tanpa perbuatan.” Mengapa? Karena kita tidak memperkaya iman kita dengan kepekaan, kecakapan, kecermatan, keterampilan, kecerdasan dan kebijaksanaan. Kita tidak menguji kedalaman iman kita. Sementara semua kisah dan kejadian yang kita alami merupakan media dan sarana uji iman, untuk mengukur apakah kehendak baik kita disempurnakan oleh perbuatan kita atau kehendak baik kita ditumpulkan oleh perbuatan jahat kita.

Marilah kita menghadapi dan menanggapi semua perkembangan, kejadian, isu, kisah termasuk semua persoalan zaman ini dengan iman yang tanggap dan bertanggung jawab.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s