Mengupayakan Hidup yang Berdayaguna

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXIX, 26 Oktober 2019
Peringatan S. Lucianus dan Marcianus
Rm. 8:1-11; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 13:1-9

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa lagi di pekan ke-4 bulan Oktober 2019 ini. Di tengah kegembiraan bangsa kita atas lancarnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta Pemilihan Kabinet Indonesia Maju, kita semua berharap dan bertekad agar bangsa kita semakin berjalan menuju kemakmuran bersama. Tentu hal ini membutuhkan kerja sama dan partisipasi kita semua untuk mewujudkan impian bersama itu. Senada dengan harapan dan tekad tersebut, kita diajak melalui refleksi biblis spiritual ini mendalami hal-hal penting yang kita semua perlukan untuk mewujudkan harapan bersama itu.

Bukan kebetulan amanah Santu Paulus kepada jemaat di Roma dijadikan bahan permenungan sepanjang Minggu ini termasuk hari ini karena cocok dan relevan untuk situasi kita juga. Mengapa? Karena Santo Paulus menyadarkan kita bahwa alasan utama manusia tidak bisa menggapai kemakmuran dan kebahagiaan sejati yakni karena perbuatan dosa mengikuti keingingan daging yang membawanya kepada maut.

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya (Rm. 8:5-7).

Kita semua tentu tahu dosa keinginan daging macam apa yang selama bertahun-tahun membuat bangsa dan negara kita yang kaya raya ini tidak bisa menggapai kesejahteraan bersama. Maka ajakan Santo Paulus untuk jemaat di Roma sebenarnya merupakan ajakan bagi kita juga di Indonesia khususnya kita kaum Kristiani agar memberi tempat bagi Roh Allah dalam diri kita sehingga menghidupkan dan menuntun hidup serta perjuangan kita baik pribadi maupun bersama ke arah yang seyogyanya sesuai kehendak Tuhan.

Sebagai-pengikut Kristus, kita diharapkan menghidupkan Roh Kristus dalam diri kita juga melalui kata dan sikap kita sehingga bisa menghasilkan buah-buah kebajikan bagi sesama. Dan ini harapan Yesus juga melalui Injil hari ini yang menghendaki kita supaya mengupayakan pohon kekristenan kita sebagai pengikut-pengikut-Nya berbuah baik disumbangkan untuk bersama, bukan sebaliknya.

Mari kita semua membangun tekad menjadikan hidup kita suatu hidup yang berbuah baik dan limpah dan kita sumbangkan bagi kemakmuran bersama. Niat luhur yang dijaga dan perjuangkan dalam semangat kesediaan dan kesetiaan dari waktu ke waktu pada waktunya akan berbuah limpah. Hal ini ditunjukkan oleh Bapak Fahrul Razi yang sekarang diangkat Presiden menjadi Menteri Agama RI. Tentu banyak orang terheran-terheran mengapa bukan seorang pemimpin agama ulung yang ditunjuk sebagai Menteri Agama melainkan seorang Purnawiraan ABRI. Namun mereka yang mengenal hidup dan kiprah beliau termasuk Presiden Jokowi tentu tahu baik siapa dan apa yang diperjuangkan selama ini.

CNN Indonesia beberapa hari lalu (Rabu 23 Oktober 2019) mengutip kata-kata beliau yang mengakui dirinya bukan kiai tetapi ada niat luhur untuk mengabdi Allah dan mau terus mengupayakan perdamaian, toleransi dan kesatuan semua orang dari waktu ke waktu: ”… saya memang suka ibadah, dan memberikan ceramah, jadi khatib (=pengkotbah) meski saya bukan kiai, tapi setiap ceramah saya temanya tidak lain Islam yang damai, kedua toleransi, ketiga bagaimana memperoleh persatuan dan kesatuan bangsa. Itu saja tema-tema saya.”

Alangkah indahnya kebersamaan kita di bumi persada nusantara ini bila semua kita memiliki semangat yang mengedepankan persatuan, persaudaran dan tekad untuk makmur bersama. Mari kita pun terus berupaya menghidupkan Roh Kristus dalam diri kita juga serta menjadikan hidup dan pengabdian kita sebagai pengikut-pengikut Tuhan bisa berbuah limpah sehingga kita tidak menyesali hidup yang hanya beberapa saat ini karena sudah berdayaguna bagi Tuhan dan sesama.

Mazmur hari ini (Mazmur 24) menutup refleksi kita hari ini: “Siapakah yang akan mendaki gunung Tuhan? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan. Dialah yang akan menerima berka dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya”. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Musim panen karya misi di Gereja: Semoga napas Roh Kudus menyemaikan dan menyuburkan Gereja dengan berseminya usaha dan karya-karya misi yang baru. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Gereja di Pedesaan: Semoga seiring dengan makin sedikitnya anak muda yang mau tinggal di pedesaan, Gereja setempat menemukan program-program yang dapat mengarahkan anak muda untuk mencintai dan memajukan desanya sendiri. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung nasionalisme orang muda kami, sehingga meneruskan perannya bekerja sama dengan rekan-rekan muda lain membangun persaudaraan secara bijaksana. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s