Setiap Nyawa adalah Gambar Allah

Paus: Melihat orang lain bukan sebagai musuh, namun dengan martabat intrinsik
Paus Fransiskus pada hari Kamis bertemu para peserta Kursus Internasional Kelima Formasi Para Kapten Militer Katolik mengenai Hukum Humaniter Internasional. Paus meminta mereka untuk melakukan segala upaya dalam memastikan norma-norma hukum humaniter internasional diterima di hati orang-orang yang dipercayakan dengan pelayanan pastoral mereka.

Menyambut para peserta kursus formasi minggu ini – yang berjudul, “Hilangnya Kebebasan Pribadi dalam Konteks Konflik Bersenjata: Misi Kapten Militer” – Paus Fransiskus memulai dengan menegaskan kembali perlunya “untuk menolak godaan untuk memandang yang lain hanya sebagai musuh yang harus dihancurkan, dan bukan sebagai seorang yang diberkahi dengan martabat intrinsik, yang diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya.”

Pelanggaran hak
Paus menambahkan bahwa “sering, orang-orang yang ditahan dalam konteks konflik bersenjata adalah korban dari pelanggaran hak-hak dasar mereka.”

Berapa banyak warga sipil, “telah diculik, dihilangkan secara paksa dan dibunuh. Di antara mereka, kita dapat menghitung banyak laki-laki dan perempuan religius yang tidak kita dengar lagi… ”

Paus Fransiskus menunjukkan bahwa “penghormatan terhadap martabat dan integritas fisik pribadi manusia, pada kenyataannya, tidak dapat bergantung pada tindakan yang telah mereka lakukan, melainkan merupakan sebuah kewajiban moral yang dengannya setiap orang dan setiap otoritas dipanggil.”

Dalam pidatonya, Paus menganjurkan ordo-ordo dan rohaniwan yang hadir, agar melakukan segala upaya untuk memastikan norma-norma hukum humaniter internasional diterima di hati orang-orang yang dipercayakan dengan pelayanan pastoral mereka.

Komitmen pada pendidikan
Paus menekankan secara khusus perlunya “upaya pendidikan bersama dengan keluarga dan komunitas Kristiani.” Paus lebih lanjut menggambarkan bagaimana hal ini “melibatkan penanaman nilai-nilai persahabatan, pengertian, toleransi, kebaikan, dan rasa hormat untuk semua orang.” Itu juga berarti, “membentuk orang-orang muda yang peka terhadap budaya lain dan kekayaan mereka serta berkomitmen untuk sebuah kewarganegaraan global, dalam rangka mempromosikan pertumbuhan sebagai satu keluarga besar manusia.”

Konvensi Jenewa
Mengakhiri pidatonya, Paus Fransiskus menyoroti peringatan 70 tahun penandatanganan Konvensi Jenewa Sehubungan Perlindungan Masyarakat Sipil di Masa Perang.

Paus mengatakan bahwa pada ulang tahun ketujuh puluh ini, ia ingin “menegaskan kembali pentingnya sumbangsih Takhta Suci kepada hukum humaniter internasional dan dalam mengekspresikan harapan agar norma-norma akan dihormati dalam setiap kondisi.” Paus Fransiskus menambahkan bahwa, “poin yang terakhir tersebut harus selanjutnya diklarifikasi dan diperkuat jika perlu, terutama yang berkaitan dengan konflik bersenjata non-internasional, dan khususnya yang berkaitan dengan perlindungan orang-orang yang dirampas kebebasannya karena konflik-konflik ini.”

31 Oktober 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s