Yang Datang Kepada-KU Tidak Akan KU-buang

Paus di Misa Requiem: Kebangkitan adalah makna dan tujuan hidup
Paus Fransiskus merayakan Misa Requiem di Basilika Santo Petrus untuk para Kardinal dan Uskup yang telah wafat tahun lalu. Dalam homilinya, Paus memberikan tiga ajakan untuk merenungkan Kebangkitan.

Homili Paus berfokus pada bacaan liturgi untuk Misa tersebut, yang kesemuanya mengingatkan kita bahwa “kita tidak dilahirkan untuk kematian, tetapi untuk kebangkitan”. Paus mulai dengan bertanya bagaimana kita menanggapi panggilan “untuk bangkit kembali”, dan kemudian memberikan tiga poin untuk melakukan perenungan, dimulai dengan Injil St. Yohanes, dan janji Yesus bahwa “Barang siapa yang datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”.

Pergi kepada Yesus
Undangan untuk “pergi kepada Yesus” mungkin tampak dapat diprediksi dan generik. Tetapi kita perlu membuatnya menjadi konkret, bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan seperti: “Apakah saya melibatkan Yesus dalam orang-orang yang saya temui hari ini, apakah saya membawa mereka kepada-Nya dalam doa? Ke mana arah perjalanan saya? Apakah saya hanya mencoba membuat kesan yang baik, untuk melindungi peran saya, waktu saya, dan ruang saya?” Tidak ada jalan tengah bagi mereka yang percaya. “Siapa pun yang menjadi milik Yesus hidup dengan pergi ke arah-Nya”.

Pergi
Semua kehidupan adalah “maju”, dari rahim hingga ketika kita meninggalkan dunia ini. “Sewaktu kita berdoa untuk saudara-saudara kita, para Kardinal dan Uskup, yang telah keluar dari kehidupan ini untuk bertemu dengan Yang Bangkit, kita tidak dapat melupakan jalan keluar yang paling penting dan sulit, yang memberikan makna bagi semua yang lain: yang ‘keluar’ dari diri kita sendiri ”. Hanya dengan keluar dari diri kita sendiri kita membuka pintu yang mengarah kepada Tuhan.

Menuju kepada yang lain
Perenungan kedua Paus Fransiskus berasal dari inspirasi Bacaan Pertama, di mana Yudas Maccabeus melakukan tindakan belas kasih bagi orang mati. “Kasih sayang terhadap orang lain membuka lebar pintu menuju keabadian. Membungkuk ke bawah kepada yang membutuhkan untuk melayani mereka adalah ruang depan menuju surga”. Jika amal adalah jembatan yang menghubungkan bumi ke Surga, kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita bergerak maju di jembatan ini. “Apakah saya tersentuh oleh situasi seseorang yang membutuhkan? Bisakah saya menangisi mereka yang menderita? Apakah saya berdoa untuk mereka yang terlupakan? Ini adalah pertanyaan tentang kehidupan, pertanyaan tentang kebangkitan”.

Menuju ke akhir
Poin ketiga Paus dalam pandangan tentang Kebangkitan berasal dari Latihan Rohani. Santo Ignatius menyarankan bahwa, “sebelum membuat keputusan penting, seseorang harus membayangkan diri sendiri di hadapan Tuhan pada akhir hari”. Ini adalah panggilan yang tidak dapat ditunda, titik kedatangan kita semua. “Persis seperti tindakan menabur akan dinilai dari hasil panen, demikian juga hidup akan dinilai dari akhirnya”. Latihan yang bermanfaat adalah melihat kenyataan dengan mata Tuhan dan tidak hanya dengan mata kita sendiri: melihat ke masa depan, Kebangkitan, membuat pilihan-pilihan “rasa dari keabadian, rasa dari cinta”.

Keluar dari diriku sendiri
“Apakah saya keluar dari diri sendiri untuk pergi kepada Tuhan setiap hari? Apakah saya melakukan tindakan belas kasih terhadap mereka yang membutuhkan? Apakah saya membuat keputusan penting di hadapan Tuhan?” Paus mengakhiri homilinya, dan mengundang kita untuk “digerakkan oleh setidaknya satu dari tiga poin ini”.

“Di antara banyak suara di dunia yang membuat kita kehilangan rasa dari keberadaan kita, marilah kita mendengarkan kehendak Yesus, bangkit dan hidup.” Jika kita melakukannya, “kita akan menjadikan hidup kita hari ini sebagai awal kebangkitan”.

04 November 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s