Perbuatan Baik adalah Aliran Kasih Allah

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXXI,04 November 2019
Peringatan S. Karolus Boromeus
Rm. 11:29-36; Mzm. 69:30-31,33- 34,36-37; Luk. 14:12-14

Saudari saudara yang terkasih di dalam Tuhan. Shalom.
Pada hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan sabda Tuhan yang berkutat pada beberapa poin: ketidaktaatan, orang miskin dan cacat, rendah hati, serta ganjaran Tuhan. Dan bacaan Injil yang bersifat menyelidiki ini ternyata juga menuntut kita untuk menguji segala motif di balik segala sesuatu yang kita kerjakan. Apa yang kita anggap baik belum tentu benar di mata Tuhan, tetapi apa yang menurut kita biasa-biasa saja bisa jadi di mata Tuhan sungguh perbuatan yang layak mendapat ganjaran pada hari kebangkitan orang-orang benar. Alangkah dalamnya kebijaksanaan Allah, sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, tak terselami jalan-jalan-Nya (bdk. Rm. 11:33). Santo Paulus mengatakan bahwa karena ketidaktaatan bangsa Israel menyebabkan kita sebagai bangsa di luar Israel, beroleh kemurahan. Kita yang menerima kemurahan seharusnya menerimanya dengan rendah hati dan penuh sukacita. Tetapi di antara kita, ternyata ada yang miskin dan cacat. Tuhan menuntut kita untuk melakukan sesuatu untuk orang-orang miskin dan cacat ini. Tidak sekedar menuntut perbuatannya, Tuhan juga menuntut motif apa di balik perbuatan kita itu.

Saudari saudara yang dikasihi Tuhan.

  1. Kita dapat melakukan perbuatan baik karena menunaikan kewajiban untuk berbuat baik. Dengan berbuat baik, kita telah melunasi kewajiban yang tidak mungkin kita hindari. Apakah dipandang benar motif ini di mata Tuhan? Sekali-kali, tidak. Perbuatan baik ini hanyalah bersifat kewajiban dan jauh dari niat membantu orang lain.
  2. Kita dapat melakukan perbuatan baik untuk kepentingan diri sendiri. Perbuatan baik dipandang sebagai suatu investasi di surga dan kelak akan diperhitungkan dalam Buku Besar Tuhan. Apakah dipandang benar motif ini di mata Tuhan? Lagi-lagi, tidak. Perbuatan baik ini sangat jauh dari sifat kedermawanan dan sungguh-sungguh merupakan sikap egoisme yang besar.
  3. Kita dapat melakukan perbuatan baik agar dipandang sebagai seorang yang hebat. Apakah dipandang benar motif ini di mata Tuhan? Sama sekali, tidak. Perbuatan baik ini hanya memuaskan diri kita sendiri dan melukai perasaan penerimanya.
  4. Kita dapat melakukan perbuatan baik karena tidak ada yang dapat diperbuat selain melakukan perbuatan itu sendiri. Inilah satu-satunya cara yang nyata untuk berbuat baik. Jika kita melakukan suatu perbuatan hanya untuk mendapatkan balasan maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa; tetapi jika kita melakukan tanpa mengharapkan apa-apa maka balasannya jelas dan pasti. Perbuatan baik merupakan aliran kasih yang keluar yang tidak dapat dibatasi. Seperti Allah memberikan sebab Ia mengasihi dunia dan demikianlah hendaknya kita.

Saudari saudara yang diberkati Tuhan.
Marilah kita meneladani Santo Carolus Borromeus yang kita rayakan pada hari ini. Santo Carolus Borromeus merupakan seorang santo yang mengabdikan hidupnya dengan membangun banyak seminari, sekolah dan rumah sakit. Dalam usianya yang ke-22, ia diangkat oleh Paus Pius menjadi Kardinal di Milan. Sebagai Kardinal di usia muda, ia bersimpati pada orang-orang miskin dan sakit. Ia mengunjungi dan merawat orang-orang sakit. Ia mendirikan banyak sekolah untuk anak-anak miskin. Ketika penyakit menular mewabah di Milan, sebagai Kardinal yang baik dan didorong oleh kecintaannya pada orang-orang menderita, Carolus melibatkan diri merawat orang-orang yang terjangkit. Keterlibatan langsung mengurus orang sakit menyebabkan ia sendiri terjangkit penyakit menular, hingga akhirnya ia wafat. Setelah wafatnya, Carolus dikenal sebagai martir cinta kasih karena cintanya pada Kristus ia wujudkan dengan mencintai orang-orang yang menderita.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey di Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s