Menjawab Panggilan sebagai ‘Anak-Anak Terang’

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa XXXI, 08 November 2019
Peringatan S. Teoktista, S. Klaudius dkk
Rm. 15:14-21; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 16:1-8

Bacaan hari ini, Paulus memberikan “sharing” mengenai dirinya sendiri, mengenai pelayanannya dan mengenai rencananya. Sesungguhnya, setiap ada kemungkinan, kita juga diundang untuk berbagi pengalaman hidup, ya sebagai orang beriman biasa. Sebab, bahkan “sharing” adalah merupakan “berbagi pengalaman iman mengenai kesibukan hariannya”. Gereja terbentuk melalui banyak “sharing” antara para warga. Sebab Gereja tidak “jatuh dari angkasa”, melainkan terbentuk dari komunikasi-komunikasi antara mereka yang mempunyai persahabatan satu sama lain dalam satu “iman kepada satu Tuhan”. Salah satu yang diungkapkan Paulus adalah “memuji orang Roma” karena Paulus sudah mendengar banyak tentang mereka. “Sharing” menjadi pembentuk Gereja, sebagai Paguyuban Umat Beriman, apabila kita dapat saling menghormati dan menghargai, dari hal yang sederhana dan harian, sampai pada hal-hal seputar iman.

Dalam bagian ini, Paulus memandang dirinya sebagai pelayan umat, dalam berbakti kepada Tuhan; bukan sebagai pemimpin atau tokoh umat. Dengan demikian, bersama umat ia duduk di hadapan Tuhan. Sebenarnya semua ‘pemuka umat’ – dalam posisi mana pun – terpanggil untuk mengambil peran seperti Paulus, yakni bersama umat berbakti kepada Allah. Namun, yang dituliskannya adalah memang seputar relasi mereka dengan Allah. Bahkan andaikata di antara mereka terwujud banyak hal yang bagus, maka sesungguhnya dalam semua itu, Tuhan Allah yang bekerja. Manusia – siapa pun juga – diperkenankan terlibat dalam Karya Allah.

Bila kita membaca Injil Lukas hari ini, perlulah cermat. Sebab, dapat saja kita salah paham, seakan-akan kita diajak untuk ikut “korupsi” seperti “bendahara” dalam bacaan ini. Padahal Lukas ingin mengajak, agar kita, sebagai murid Kristus, dipanggil untuk cerdas menyelenggarakan bakti kita kepada Tuhan. Sebagai pelayan Tuhan, kita diundang untuk “menjadi anak-anak terang”, sebagaimana tertulis di akhir cerita. Artinya, itulah panggilan kita. Panggilan itu harus kita laksanakan dengan sebaik mungkin dan secermat mungkin, jangan sampai kalah cerdas dari pada “anak-anak dunia”. Tak seyogyanya kita melupakan, bahwa kepada kita dipercayakan “talenta”, agar dapat kita menggunakannya demi kemuliaan Allah, dan bukan demi keuntungan kita secara egoistik. Seluruh cerita menggarisbawahi, Bapa di surga, sebagai “Tuan”, yang meminta pertanggungjawaban pekerjanya. Dari kita pun diminta pertanggungjawaban. Ke manakah muaranya? Demi kemuliaan Tuhan. Itulah azas dan dasarnya. Itu pulalah yang harus menjadi arah pilihan kita.

Marilah kita, pada hari ini mensyukuri bahwa dilibatkan dalam Karya Allah; dalam perwujudan-Nya, marilah kita memohon Roh Kesetiaan, agar semua kita laksanakan secara cerdas, demi kemuliaan Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s