Datanglah Kerajaan Keselamatan!

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa XXXII, 14 November 2019
Peringatan S. Yosef Maria Pignatelli
Keb. 13:1-9; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 17:26-37

“Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu,” demikian kata Yesus kepada orang Farisi. Dan mereka, seperti kebanyakan dari kita, belum bisa merasakan keberadaan Kerajaan Allah itu. Mengapa demikian?

Kebanyakan orang masih seperti bangsa Yahudi yang berharap akan suatu kerajaan duniawi (bdk. Kis. 1:6), mereka masih berharap bahwa janji pembebasan yang disampaikan Yesus pada khotbah-Nya yang pertama di Bait Allah akan menjadi nyata sesuai ukuran duniawi mereka. Padahal sesuai pernyataan Yesus, kegenapan kedatangan Kerajaan Allah itu telah menjadi nyata dengan kehadiran-Nya yang sungguh-sungguh nyata di tengah-tengah kita walau dengan cara-cara yang sama sekali tidak menarik perhatian kita; kita bahkan seringkali tidak menghiraukan kehadiran-Nya sama sekali, karena kita lebih suka memandang hal-hal yang lain yang menghebohkan: penampakan-penampakan, atau mukjizat-mukjizat saja (bdk. Luk. 17:20-23). Kita tidak dapat memandang kehadiran Allah karena kita masih belum menyadari bahwa kehadiran-Nya memang harus dimulai dengan menanggung banyak penderitaan, ditolak. Bahkan keinginan untuk memandang Dia dan rupa kehadiran-Nya pun terkadang tidak kita miliki karena Ia hadir dengan tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada. Masih banyak orang yang belum dapat menerima kehadiran Kerajaan Allah dalam wajah Kristus yang tersalib, dalam wajah mereka yang menderita, padahal sesungguhnya keselamatan kita bergantung pada sikap belas kasih kita terhadap-Nya (bdk. Yes. 53:2; Mat. 25:31-32).

Mungkin kita sendiri pun belum mampu menghadirkan Allah kepada mereka yang belum menyadari kedatangan Kerajaan itu, karena kita belum mampu menghadirkan kebijaksanaan Allah. Kita belum mampu menampilkan kepada sesama kita kualitas Allah yang dipenuhi roh yang arif dan kudus, tunggal, majemuk, mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda, terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam, tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia, tetap, tidak bergoyang dan tanpa kesusahan, mahakuasa dan memelihara semuanya serta menyelami sekalian roh, yang arif, murni dan halus sekalipun. Kita harus menyediakan waktu untuk berdiam bersama dengan kebijaksanaan-Nya, agar dapat memantulkan kemuliaan Allah, kehendak dan gambar kebaikan-Nya kepada sesama kita, sehingga dengan segala gerakan dan kelincahan kemurnian kebijaksanaan-Nya kita bisa menembus dan melintasi hati dan pikiran sesama kita agar mereka menyadari kehadiran Allah yang telah merajai hidup mereka. (Keb. 7:22-24, 26, 28).

Ingatlah, setiap kali kita mendaraskan doa Bapa Kami, kita mengundang “Datanglah Kerajaan-Mu!” Sesungguhnya kita mengundang Allah untuk datang, tinggal dan merajai kita. Dengan undangan kita ini, Allah akan berpaling kepada kita dan mengasihani kita yang mencintai-Nya, menyinari budi kita dan mengajarkan ketetapan-ketetapan-Nya yang menolong kita untuk mengubah cara pandang kita kepada-Nya (Mzm. 119: 130, 135, 175). Ketetapan-ketetapan dan Firman Tuhan akan memberi kita mata untuk mengenali-Nya, dan Ekaristi akan memberi kekuatan untuk mencintai-Nya, sehingga iman dan pengharapan kita akan menemukan kepenuhannya dalam kasih yang menyelamatkan itu. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s