Menjadi Seorang Kristiani

Paus di Thailand: Apa artinya menjadi seorang Kristiani
Paus Fransiskus berjumpa dengan para imam, religius, para seminaris dan katekis di Bangkok, dan berbagi panduan mengenai bagaimana berbuah dalam kerasulan, dan apa artinya menjadi seorang Kristiani.

Paus memulai dengan menyatakan rasa terima kasihnya untuk para tertahbis yang dengan kesyahidan diam-diam, kesetiaan dan komitmen setiap hari, telah menghasilkan buah yang besar. Paus juga berterima kasih “kepada semua katekis dan para religius yang lebih tua, yang telah membawa kita kepada cinta dan persahabatan Yesus Kristus.”

Bersyukur
Sejarah panggilan kita masing-masing “ditandai oleh orang-orang yang membantu kita menemukan dan membedakan api Roh,” karena itu sangat penting untuk bersyukur. “Rasa syukur selalu merupakan senjata yang ampuh”: “Melihat secara bijak ke depan, semoga kita juga merasa terpanggil untuk menjadi orang-orang yang membantu mewujudkan kehidupan baru yang Tuhan berikan kepada kita.”

Menginkulturasikan Injil
Paus Fransiskus mengundang mereka yang hadir untuk “memerhatikan keindahan, merasakan ketakjuban yang mampu membuka cakrawala dan membangkitkan pertanyaan-pertanyaan baru.” Kehidupan yang dikuduskan “tidak dapat terbuka pada kejutan-kejutan hanya merupakan kehidupan yang separuh”. Gereja tidak tumbuh dengan menyebarkan agama tetapi dengan ketertarikan: kata-kata Benediktus XVI ini, adalah ramalan untuk zaman kita. “Janganlah kita takut untuk terus menginkulturasikan Injil. Kita perlu mencari cara baru untuk meneruskan Firman yang mampu memobilisasi dan membangkitkan keinginan orang-orang untuk mengenal Tuhan.”

Berbicara “dalam dialek”
Paus Fransiskus menyarankan agar kita menemukan cara “untuk berbicara tentang iman ‘dalam dialek’, seperti seorang ibu yang menyanyikan lagu pengantar tidur untuk anaknya.” Dengan keintiman yang sama, “mari kita berikan iman sebuah wajah dan daging Thailand, yang melibatkan lebih dari sekadar membuat terjemahan”. Kita perlu membiarkan Injil “bernyanyi” diiringi musik asli negeri ini, “dan dapat mengilhami hati saudara-saudari kita dengan keindahan yang sama yang membakar hati kita sendiri.”

Teladan dari Maria
Beralih ke Maria sebagai teladan kita, Paus Fransiskus berkata bahwa tatapannya “mendorong kita untuk mengalihkan tatapan kita ke tatapan lain itu dan untuk melakukan apa pun yang Yesus katakan kepada kita.” Tatapan Yesus memikat hati karena menembus dan menghancurkan penampilan: “Di mana banyak orang hanya melihat orang berdosa, seorang penghujat, pemungut cukai, penjahat atau bahkan seorang pengkhianat, Yesus dapat melihat para rasul”.

Apa artinya menjadi seorang Kristiani
Paus Fransiskus mencatat berapa banyak panggilan dimulai dengan keluar “untuk mengunjungi orang-orang yang membutuhkan, yang diabaikan dan bahkan dihina, anak yatim dan orang tua.” Di wajah orang-orang yang kita jumpai di jalan, “kita dapat menemukan keindahan untuk bisa saling memperlakukan sebagai saudara dan saudari. Kami melihat mereka tidak lagi sebagai anak yatim, terlantar, terbuang atau terhina. Sekarang masing-masing dari mereka memiliki wajah seorang saudara lelaki atau perempuan yang ditebus oleh Yesus Kristus. Itulah artinya menjadi seorang Kristiani!”

Melihat keindahan
“Bisakah kekudusan dipahami terlepas dari pengakuan yang hidup tentang martabat setiap manusia?” Bapa Paus mengakui bahwa banyak dari mereka yang hadir “berhasil melihat keindahan di mana orang lain hanya mampu melihat penghinaan, pengabaian atau obyek pemuasan seksual. Dengan cara ini, Anda adalah tanda nyata dari belas kasih Tuhan, hidup dan di tempat kerja, sebuah tanda pengurapan Yang Kudus di tanah-tanah ini.”

Kesetiaan untuk berdoa
Paus Fransiskus kemudian berbicara tentang pentingnya doa: “Kesuksesan kerasulan ditopang oleh kesetiaan pada doa yang dalam. “Berapa banyak dari kita yang telah menerima iman dari kakek-nenek kita, dengan melihat mereka melakukan pekerjaan rumah tangga mereka, sambil memegang rosario di tangan, menguduskan seluruh hari mereka.” Ini adalah perenungan dalam tindakan, “menjadikan Allah bagian dari hal-hal kecil dari setiap hari. Tanpa doa, hidup dan misi kita kehilangan semua makna, kekuatan, dan semangatnya.”

Sebuah Tempat yang tenang
“Tenggelam dalam banyak sekali tanggung jawab, semoga kita selalu mencari tempat yang sunyi itu di mana kita dapat mengingat, dalam doa, bahwa Tuhan telah menyelamatkan dunia dan bahwa kita diminta, dalam persatuan dengan-Nya, untuk membuat keselamatan ini dapat dirasakan oleh semua orang.”

Paus Fransiskus mengakhiri dengan mengundang mereka yang hadir untuk melihat diri mereka sebagai “alat kecil di tangan kreatif Tuhan. Dia akan menulis dengan hidupmu halaman-halaman terbaik dari sejarah keselamatan di negeri-negeri ini.”

22 November 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s