Jadikan Tuhan Pembentuk Mindset Kita

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XXXIII, 23 November 2019
Peringatan S. Klemens I, S. Kolumbanus
1Mak. 6:1-13; Mzm. 9:2-3,4,6,16b,19; Luk. 20:27-40

Sahabat-Sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa lagi di akhir pekan ke-4 di bulan November 2019 ini. Kita diajak melalui pertemuan berhikmah ini mendalami satu hal penting yang dibutuhkan oleh siapa saja yang menziarahi hidup di dunia menuju akhirat nan bahagia yakni penting memiliki mindset yang baik dan benar. Mengapa hal ini penting dan perlu didalami karena mindset merupakan pengarah hidup dari dalam diri kita.

Disadari atau tidak, diakui atau tidak, cara pandang kita terhadap dunia sekitar dan arah hidup serta kiprah kita turut ditentukan oleh mindset yang sudah terbentuk dalam diri kita. Mahatma Gandhi menyadari peran mindset dalam hidup manusia sehingga beliau memberikan nasihat bijak berikut: carefully watch thoughts, for they become your words, manage and watch your words, for they will become your actions (jagalah pikiranmu karena akan membentuk kata-katamu, tata dan jagalah kata-katamu karena akan mengarahkan tindakanmu).

Dua kisah yang ditampilkan dalam bacaan pertama dan Injil hari ini membenarkan kata-kata bijak tersebut:
Pertama, kisah tentang Raja Antiokhus dalam bacaan pertama menyesal di akhir hidupnya karena selama hidupnya dan jabatannya sebagai Raja, dia lebih fokus mengejar kekuasaan dan harta duniawi (emas dan perak). Orientasi hidup efek dari cara pandang (mindset) dia terhadap tujuan hidup. Mindset-nya itu menggerakkan dia menjelajahi dan merampas emas dan perak negeri Persia khususnya Elimais namun niatnya itu gagal. Dia pun berupaya mau merampas wilayah negeri Yudea namun impiannya tak terwujud karena pasukannya dipukul mundur. Mindset kelirunya membuat hidupnya sia-sia dan dia baru menyadari di akhir hayatnya: karena segala kejahatan yang kuperbuat terhadap Yerusalem, maka aku sekarang mati dalam kepedihan yang besar.

Kisah ini mengingatkan kita betapa pentingnya mengarahkan hidup kita pada hal-hal yang kekal dan luhur sebagai patokan dan titik arah perjuangan kita. Titik tuju akan mengarahkan kita untuk bisa sukses atau gagal, bahagia atau kecewa seperti Raja Antiokhus. Dalam kaitan dengan hal ini nasihat Yesus masih tetap akurat bagi siapa saja dari waktu ke waktu: Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan yang lain-lain akan ditambahkan padamu.

Kedua, kisah orang-orang Saduki yang mempertanyakan keadaan hidup di akhirat. Mengapa hal ini terjadi demikian? Karena pola pikir mereka mereka dibentuk oleh cara pandang yang keliru sehingga memahami kehidupan kekal dari sisi mindset mereka itu. Jawaban Yesus yang singkat, padat dan jelas selain memberikan jawaban jitu atas pertanyaan mereka, tetapi sekaligus menjadi ajakan bagi untuk keluar dari mindset mereka yang keliru dan salah tentang kehidupan kekal yang membuat mereka tidak percaya akan kebangkitan. Selagi mereka masih berada pada mindset yang keliru bahwa tidak ada kebangkitan maka mereka akan terus bertanya dan terus bertanya, malah akan terus berjuang melawan ajaran-ajaran Yesus.

Apa pesan Sabda Tuhan ini bagi saya/kita?
Pertama, kita perlu bersyukur karena ziarah kita bersama Tuhan dan Sabda-Nya yang sudah sekian lama, telah membantu membentuk mindset kita sesuai ajaran Yesus yang adalah Jalan Kebenaran dan Hidup kekal.

Kedua, kita tentu saja tidak mau seperti Raja Antiokhus yang menyesal di akhir hidupnya bahwa dia keliru mengejar hanya harta dan kuasa duniawi. Maka kisah Antiokhus membantu kita merenungkan ke mana arah hidup dan perjuangan saya sejauh ini: Apa yang saya dambakan dan cari dalam hidup saya ini?

Ketiga, kita diajak merenungkan: adakah mindset-mindset keliru seperti orang-orang Saduki yang masih ada dalam benak saya dan membuat saya tidak percaya sungguh-sungguh Tuhan sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup?

Mari luangkan waktu merenungkan hal-hal tersebut. Tuhan memberkati kita. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

One thought on “Jadikan Tuhan Pembentuk Mindset Kita

  1. Raja Antiokhus yg menyesal masa hidupnya sllu mengejar harta dan duniawi.

    Sy cukup tersentuh…..
    Sy akan rubah sifat itu, jika hari minggu lebih sering dan aktif lagi..jgn senangx jaga kios saat hari minggu.
    Sadaar klo sekali2 ketika tetangga punya pekerjaan sy agak cuek.AMIN.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s