Kecakapan dan Kecermatan Menangkap Tanda

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa XXXIV, 29 November 2019
Dan. 7:2-14 ; MT Dan. 3:75,76,77,78,79,80,81.; Luk. 21:29-33

MISI: Membangun IMAN dalam PENGHARAPAN berarti membangun semangat penantian melalui kecakapan dan kecermatan membaca dan menangkap tanda-tanda iman, serta pertobatan.

Bacaan pertama dari kitab Daniel serta bacaan injil Lukas hari ini merupakan sebuah PERINGATAN IMAN bagi kita semua.

Jika pada kitab Daniel 7:2-14 memaparkan penglihatan Daniel tentang kedatangan kekuasaan Allah pada akhir zaman, maka YESUS justru dalam Injil Lukas 21:29-33 mengajak mereka yang mendengarkan pewartaan-Nya harus menggunakan kecakapan dan kecermatan IMAN untuk membaca dan menangkap berbagai tanda-tanda IMAN – yang mulai ditunjukkan ALLAH – mengenai saat kedatangan Tuhan dan kuasa abadi-Nya pada akhir zaman.

Yesus secara khusus mengakui kemampuan pengetahuan serta kecermatan orang-orang Yahudi dalam menafsirkan gejala alam yang langsung berhubungan dengan situasi hidup mereka sehari-hari. Maka YESUS juga mendesak para pengikut-Nya agar menggunakan kecakapan dan kecermatan iman dalam membaca tanda-tanda iman, sebagai bukti bahwa mereka sedang membangun PENANTIAN dalam PENGHARAPAN.

Jika kita berani masuk ke dalam dua teks ini, dan membiarkan diri kita diuji baik oleh Daniel maupun YESUS maka kita akan diajak bahkan dituntut untuk memiliki beberapa sikap iman yang berhubungan dengan kedatangan TUHAN pada akhir zaman.

Beberapa sikap iman yang dimaksud adalah:
PENANTIAN: Dinamika Iman kita adalah penantian dalam pengharapan pasti; penantian dalam keyakinan dan kepastian iman bahwa HARI TUHAN yang dijanjikan pasti akan tiba. Kapan dan di mana bukan persoalan yang harus memengaruhi sikap penantian dan pengharapan kita. Maka penantian kita bukan suatu kewaspadaan dalam kegelisahan, kepanikan dan ketakutan melainkan penantian dalam SUKACITA, karena kita yakin akan berada dalam kuasa dan kasih abadi-NYA.

MENANGKAP TANDA: Sikap natural dari penantian adalah selalu melihat, mendengar, menangkap tanda-tanda kedatangan dari yang dinantikan. Maka salah satu wujud kedewasaan iman kita adalah terus membuka diri pada kehadiran tanda-tanda mengenai Kedatangan TUHAN, dan lebih dari itu meningkatkan kecakapan serta kecermatan iman untuk membaca serta menangkap makna terdalam dari tanda-tanda Kedatangan TUHAN, yang selalu hadir dalam pengalaman hidup dan iman kita sehari-hari. Begitu banyak kisah, peristiwa dan kejadian baik yang membahagiakan dan yang menyenangkan maupun yang membawa kisah haru, sedih bahkan membahayakan yang selalu membahasakan kepada kita bahwa Tuhan dan Hari Kedatangan-Nya pasti akan datang.

PEMBARUAN-PERTOBATAN: Makna dan nilai terdalam serta terluhur dari masa penantian adalah kesempatan menyiapkan diri atau memperbaiki segala sesuatu yang berhubungan dengan peristiwa kedatangan itu. Dengan demikian tindakan iman dalam kaitan dengan HARI KEDATANGAN TUHAN bukan hanya terletak pada kesadaran kita akan MASA PENANTIAN, atau kecermatan kita membaca tanda-tanda kedatangan Tuhan melainkan tindakan menyiapkan diri dalam bentuk pembaruan hidup, mengubah diri dan menata PERTOBATAN.

Apabila kita mampu mengintegrasikan ketiga hal di atas maka kita akan menjadi kelompok umat beriman yang sedang menata tindakan PENANTIAN yang penuh sukacita, penuh pengharapan, keyakinan dan kepastian tanpa kecemasan, kegelisahan, kepanikan dan ketakutan.

Mari kita nantikan Hari Kedatangan Tuhan melalui tindakan penantian yang diajarkan pada kecermatan membaca tanda-tanda IMAN, serta meningkatkan PERTOBATAN, sehingga suasana dan realitas penantian dan pengharapan kita selalu dalam sukacita, bukan dalam kegelisahan, kepanikan atau ketakutan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s