Kematian “Momen Berjumpa Tuhan”

Homili Paus: ‘lihat ke saat kematianmu dengan harapan dan kepercayaan pada Tuhan’
Paus Fransiskus merenungkan akhir dari kehidupan fana kita, dan berbicara mengenai kematian sebagai momen perjumpaan dengan Tuhan, saat yang harus kita persiapkan.

Paus Fransiskus merayakan Misa pagi di Casa Santa Marta pada hari Jumat, mengingat bahwa dalam minggu terakhir tahun liturgi ini Gereja mengundang kita untuk merenungkan saat akhir: akhir dari dunia dan akhir dari kita masing-masing.

Tema ini, digemakan dalam bacaan Injil di mana Lukas mengulangi kata-kata Yesus: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi kata-kataku tidak akan berlalu.”

Kerapuhan manusia
Paus memusatkan homilinya pada bagaimana “segalanya akan berakhir” namun “Dia akan tetap ada” dan Paus mengundang umat beriman untuk merenungkan saat kematian mereka.

Tidak seorang pun dari kita yang tahu persis kapan itu akan terjadi; memang kita cenderung menunda pemikiran dengan memercayai diri kita abadi, tetapi tidak demikian kenyataannya.

“Kita semua memiliki kelemahan ini, kerapuhan ini,” Paus menyebutkan sebuah artikel yang baru saja diterbitkan dalam publikasi Jesuit, Civiltà Cattolica, menyoroti fakta bahwa kerapuhan adalah sesuatu yang kita semua miliki bersama.

Kita semua sama dalam kerapuhan dan pada titik tertentu kerapuhan ini menyebabkan kita mati, Paus berkomentar tentang bagaimana kita pada umumnya beralih ke dokter atau psikolog dalam mencari penyembuhan untuk tubuh kita atau untuk pikiran kita.

Harapan di dalam Tuhan
Paus mengatakan kepada mereka yang hadir bahwa di negaranya sendiri, orang-orang akan membayar untuk pemakaman mereka sendiri di awal dalam ilusi menabung uang untuk keluarga. Tetapi ketika terungkap bahwa beberapa perusahaan pemakaman menipu orang, tren ini kemudian berakhir.

“Berapa kali kita ditipu oleh ilusi?”

Kepastian kematian, ditulis dalam Alkitab dan Injil, tetapi Tuhan selalu menyajikannya kepada kita sebagai “perjumpaan dengan Dia” dan menyertai hal tersebut dengan kata “harapan.”

“Tuhan memberi tahu kita untuk bersiap menghadapi perjumpaan, kematian adalah perjumpaan: Dia yang datang mengunjungi kita, Dia yang datang untuk mengambil kita dengan tangan dan membawa kita bersama-Nya.”

Tuhan, akan mengetuk setiap pintu kita suatu hari. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk saat itu.

“Undangan saya, adalah untuk menyiapkan diri: pikirkan tentang kematianmu, (…) saling mendoakan, dan agar dapat membuka pintu dengan kepercayaan dan keyakinan ketika saatnya tiba,” berdoalah kepada Tuhan, “Tuhan, persiapkan hatiku untuk dapat mati dengan baik, untuk mati dalam damai, untuk mati dengan harapan.”

29 November 2019
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s