Mencontohi Semangat Misioner Rasul Andreas

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XXXIV, 30 November 2019
Pesta St. Andreas
Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa lagi di minggu terakhir bulan November 2019. Di penghunjung hari bulan kesebelas 2019 kita diajak merenungkan Pesan Misioner yang disampaikan melalui Sabda Tuhan hari ini bertepatan dengan Pesta Santo Andreas, salah satu dari kedua belas Murid dan Rasul Yesus. Injil hari ini berkisah tentang panggilan terhadap Andreas dan saudaranya Simon Petrus serta kedua anak Zebedeus yakni Yakobus dan Yohanes.

Ada satu hal menarik dI kisah ini yakni keempat orang itu spontan mengikuti ajakan Tuhan tanpa tedeng aling-aling. Tindakan mereka ini merupakan suatu langkah penuh keberanian serta total selamanya. Karena terbukti kesediaan itu bukan hanya untuk beberapa jam atau hari lalu kembali ke tempat mereka. Mereka mengikuti Tuhan hingga ajal mereka sebagai Rasul dan berani mati martir. Pertanyaan muncul di sini yakni apa yang membuat mereka bisa mengambil sikap kepasrahan total demikian bahkan rela mati sebagai martir?

Menyimak kisah panggilan para murid ini dengan kisah sebelumnya dalam Injil Matius 4:12-17, kita bisa menemukan hubungan erat antara sikap batin mereka dengan isi pengajaran Yesus di Kapernaum, tempat asal mereka. Matius mengisahkan bahwa sebelum memanggil keempat murid tersebut, Yesus mengesankan orang-orang Kapernaum dengan ajaran-Nya tentang kebenaran-kebenaran sejati Kerajaan Allah dan perlunya kerelaan dan kesediaan serta loyalitas manusia dalam membaktikan diri bagi pertumbuhan dan penyebaran Kerajaan Allah di dunia. Dan di akhir pengajaran-Nya, Yesus mengajak para pendengar-Nya untuk segera bertobat karena Kerajaan Allah sudah dekat. Besar kemungkinan keempat murid itu hadir dan mendengarkan ajaran Yesus dan mereka sangat terkesan dengan ajaran dan ajakan Yesus tersebut serta tumbuh niat yang berkobar-kobar dalam hati mereka untuk meninggalkan segala kepunyaan mereka dan bersedia mengikuti Yesus.

Tak mengherankan ketika Yesus mengajak mereka, mereka spontan meninggalkan harta milik dan profesi mereka sebagai penjala ikan dan bersedia menjadi penjala manusia. Penginjil Matius menulis banyak hal mengagumkan setelah kisah panggilan para murid Tuhan ini. Artinya para murid yang telah memutuskan untuk mengikuti Yesus, semakin diteguhkan oleh ajaran-ajaran kebenaran dari waktu ke waktu yang disampaikan Yesus dari satu tempat ke tempat lain. Mereka turut menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri aneka peristiwa menakjubkan yang dilakukan Yesus. Mereka juga adalah saksi hidup wafat dan kebangkitan Tuhan serta peristiwa Pentakosta.

Hal-hal demikian semakin memantapkan tekad kesiapsediaan serta loyalitas mereka menjadi murid dan rasul yang diutus menyebarkan Kerajaan Allah. Miliaran lebih orang menjadi Kristen termasuk kita semua, karena kesediaan, kesetiaan dan pengorbanan para Rasul Tuhan menyebarkan Kerajaan Allah, bahkan rela mati termasuk Rasul Andreas demi Kerajaan Allah. Rasul Andreas sendiri menyebarkan Kerajaan Allah di Rusia dan Yunani hingga mati karena digantung di salib berbentuk X selama dua hari di Patras. Selama dua hari itu dia tiada henti-hentinya bersaksi tentang kebenaran imannya hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak negara Eropa menjadikan Rasul Andreas sebagai pelindung bangsa mereka. Negara Skotlandia secara khusus menggunakan salib X pada bendera negara mereka sebagai suatu bentuk penghormatan pada Rasul Andreas bagi tumbuhnya iman Kristiani di wilayah Eropa.

Belajar dari kisah kesediaan dan kesetiaan Rasul Andreas dkk serta pesan Santo Paulus dalam bacaan I hari ini, kita hendaknya semakin bertekad untuk tekun setia menjadi Murid dan Rasul-utusan Tuhan hingga akhir hayat kita. Tekad kita ini akan semakin teguh bila ada ruang dan waktu dalam hidup harian kita untuk merenungkan kebenaran-kebenaran sejati yang kita temukan dalam pengalaman dan berbagai peristiwa dan hal kita alami atau saksikan.

Kebiasaan membaca dan merenungkan Sabda Tuhan tentu saja akan semakin memantapkan tekad kita karena Sabda Tuhan adalah Kompas Sejati penuntun langkah hidup kita dalam segala situasi. Bahkan para pencinta Sabda Tuhan akan mengakui pula bahwa Sabda Tuhan memiliki Roh yang pasti menyapa dan menghidupkan siapa saja yang menaruh perHATIan secara tulus pada kebenaran Sabda Allah dan berusaha menghayatinya. Dan karena keyakinan yang teguh pada kebenaran Sabda Allah akan menumbuhkan pula niat luhur dan tekad berapi-api seperti Rasul Andreas menjadi utusan Tuhan untuk mewartakan Kebenaran tentang Kerajaan Allah melalui kata dan tindakan serta pengabdian kepada Tuhan dan sesama secara total hingga akhir hayat pula.

Dengan demikian semakin banyak orang mengalami kasih kemurahan Tuhan dan berseru memuji memuliakan nama Tuhan serta menumbuhkan semangat dalam diri mereka juga untuk bersedia menjadi utusan Tuhan guna mewartakan Kabar Keselamatan melalui kata dan tindakan dan pengabdian mereka pula.

Santo Andreas doakanlah kami agar kami para Rasul-Misionaris Zaman Now semakin setia dalam mengikuti dan mengabdi Tuhan dan sesama melalui hidup dan pelayanan kami. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dialog dan Rekonsiliasi di Timur Tengah: Semoga semangat berdialog, bekerjasama dan rekonsiliasi tumbuh di wilayah Timur Tengah, di mana beragam komunitas agama dapat saling membagikan hidup dalam kebersamaan mereka. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Doa para lansia: Semoga para lansia tetap mampu memaknai hidupnya dan menjadi teladan karena mau berdoa dan terus belajar berdoa bagi kebutuhan Gereja dan Masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami semakin menghayati Kristus sebagai Raja mereka serta mengikuti jejak-Nya bertindak bijaksana dalam mewartakan Kabar Gembira dan mewujudkan Kerajaan Allah. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s