Dipanggil untuk Melayani dalam Tindakan Nyata

Renungan Harian Misioner
Sabtu Adven I, 7 Desember 2019
Peringatan S. Ambrosius
Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1-2,3- 4,5-6; Mat. 9:35 – 10:1,6-8

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih, salam jumpa lagi di Pekan pertama Bulan Desember 2019. Kita diajak menyimak pesan Sabda Tuhan hari ini dalam konteks Masa Adven di mana kita mempersiapkan diri menyongsong pesta Natal nanti. Bacaan-bacaan hari ini khususnya Injil mengajak kita para misionaris Tuhan untuk merenungkan tugas perutusan kita sebagai pemberi harapan kepada sesama akan keberadaan Kerajaan Allah yang penuh damai sejahtera. Kisah perutusan para murid mengajak kita untuk melakukan karya misioner kita tidak hanya dengan kata tetapi juga dibarengi dengan aksi konkret sesuai situasi kebutuhan umat-Nya: menyembuhkan yang sakit, tahirkan yang kusta, dll. (bdk. Mat. 10:8). Dan hal ini hanya bisa terjadi bila kita berani tinggalkan zona aman kita seperti yang dilakukan para murid dan pergi menemui sesama dalam konteks kehidupan mereka.

Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke Thailand baru-baru ini mengajak para misionaris dan umat Katolik di Negeri Gajah Putih itu untuk menumbuh-kembangkan iman kekatolikan dalam konteks orang Thailand sehingga kekatolikan berakar dalam konteks dan menjawab kebutuhan mereka. Ajakan Paus tersebut terdorong oleh rasa keprihatinannya atas apa yang didengarnya tentang pandangan umum orang Thailand yang menggangap Kekristenan sebagai iman asing, sebuah agama bagi orang-orang Asing.

Sebab itu Paus mengajak umat Katolik di Thailand untuk mengupayakan tumbuh kembangnya agama Katolik yang ‘berwajah dan berdaging’ Thailand yang tidak sekedar dalam konteks menerjemahkan Kitab Suci ke dalam Bahasa Thailand. Menurut Paus, Gereja perlu mengubah cara menghadirkan diri di sana sehingga tidak terkesan ‘berpakaian bagus tetapi terasing”. Dalam pertemuannya dengan para pimpinan Gereja dan tokoh-tokoh awam Paus mengajak mereka untuk mengupayakan metode yang bisa menghadirkan agama Katolik yang bisa menyapa hati orang Thailand sehingga mereka bisa merasakan kasih Tuhan yang kita alami dalam konteks mereka.

Paus mengingatkan mereka bahwa untuk menggapai hal tersebut, semangat penginjilan ‘dipupuk’ oleh dua bentuk perjumpaan yang tak terpisahkan satu sama lain yakni perjumpaan dengan Tuhan dan perjumpaan dengan saudara-saudara di sekitar (the fervor of evangelization is nurtured by a double encounter: with the face of the Lord and with the face of our brothers and sisters).

Pesan Paus tersebut ditampilkan dalam permenungan kita kali ini karena pesan tersebut menampilkan salah satu rahasia mengapa 12 orang diutus Tuhan itu mampu menyebarkan Injil Tuhan ke berbagai tempat di belahan dunia ini. Karena menghadirkan dua bentuk perjumpaan tersebut dalam kemuridan mereka yakni perjumpaan dengan Tuhan dan perjumpaan dengan sesama. Kesediaan mereka hidup bersama Yesus membuat mereka dicerahi dengan ajaran-ajaran-Nya dan diteguhkan dengan karya belas kasih-Nya. Pengalaman tersebut menumbuhkan iman yang kokoh dan kerelaan yang ikhlas untuk menghadirkan kasih Tuhan kepada sesama yang mereka temui di tempat perutusan. Mereka berjuang menghadirkan Kabar Gembira kepada banyak orang sesuai konteks hidup mereka sehingga semakin banyak orang yang mengenal dan percaya kepada Tuhan dan hidup menurut titah-Nya.

Sahabat-sahabat Tuhan, kiranya sapaan Sabda Tuhan hari ini dan ajakan Paus yang ditampilkan di atas menginspirasi kita merenungkan tugas perutusan kita sejauh ini. Kiranya masa Adven persiapan menyongsong Pesta Natal menjadi saat berahmat kita memperdalam relasi kita dengan Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan melalui doa dan pengalaman iman kita akan menumbuhkan keyakinan yang makin kokoh pada Tuhan. Kesadaran akan kasih dan penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita akan menumbuhkan rasa syukur dan tekad mau menjadi bentara kasih Tuhan juga dalam hidup dan karier kita.

Sebagai suatu bahan refleksi bagi kita di masa Adven bertolak dari Injil hari ini: dalam bentuk apa saja karya misioner yang telah saya jalankan sepanjang tahun ini sebagai upaya konkret saya mendekatkan Kerajaan Allah kepada sesama?

Selamat merenung, Tuhan memberkati selalu.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s