Kehadiran Allah dalam Sejarah Manusia

Renungan Harian Misioner
Selasa Adven III, 17 Desember 2019
Peringatan S. Olympias
Kej. 49:2,8-10; Mzm. 72:1-2,3-4ab,7- 8,17; Mat. 1:1-17

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita akan hal pokok dalam iman Kristiani, yakni penyataan diri (wahyu) Allah kepada manusia. Allah menyatakan diri atau mewahyukan diri kepada manusia, sehingga manusia mengenal siapa Allah dan kemudian mengadakan relasi dengan Allah. Dengan lain perkataan, manusia beriman kepada Allah, karena Allah menyatakan diri kepada manusia.

Dalam bacaan pertama disebutkan satu tokoh leluhur Israel, yakni Yakub atau Israel. Ia memberkati anak-anaknya dan Yehuda mendapatkan berkat khusus. Kepadanya dinyatakan hal-hal luar biasa. Keturunannya akan mendapat tongkat kerajaan, sampai saatnya datang Dia yang berhak, yang kepada-Nya segala bangsa akan takluk.

Dari bacaan ini kita mendapatkan petunjuk tentang kehadiran seorang raja besar, yang menguasai dan mempersatukan segala bangsa. Siapakah Dia?

Dalam Injil kita membaca silsilah Yesus, yang dihubungkan dengan dua tokoh besar, yakni Daud dan Abraham. Yesus adalah keturunan Daud. Namun dari silsilah dalam Injil, nama Abraham disebutkan bersama Ishak dan Yakub, leluhur utama Israel. Abraham adalah manusia pertama yang kepadanya Allah menyatakan diri dan kehendak-Nya. Abraham mendapatkan perintah agar berpindah tempat tinggal. Mengenal Allah berarti memasuki babak baru dalam hidup, di mana Allah mengatur dan menyelenggarakan segalanya. Melalui Abraham dan kemudian keturunannya, Allah akan mewujudkan kehendak atau rencana keselamatan untuk semua manusia.

Inilah dasar mengapa dalam silsilah Yesus, nama Abraham disebutkan, demikian juga Yakub. Ada dua hal menarik dari daftar silsilah ini. Pertama, angka 14 disebut untuk menunjuk periode sejarah keturunan Yesus. Dari Abraham sampai Daud ada 14 keturunan. Dari Daud sampai pembuangan Babel 14 keturunan; dan dari pembuangan Babel sampai Kristus ada 14 keturunan. Mengapa angka 14? Angka 14 adalah hasil dari angka 2 yang dikalikan 7. Tujuh adalah angka keramat, yang menunjukkan kepada kesempurnaan. Jadi kesempurnaan dalam rancangan keselamatan ini diberi tekanan, tidak hanya dengan angka 7, tetapi dua kali tujuh.

Kedua adalah penyebutan nama-nama perempuan asing. Dalam masyarakat Yahudi yang patriarkal, penyebutan nama perempuan dalam kisah penting tidaklah lazim. Namun penginjil Matius menyebut nama-nama mereka, yang juga tidak semua berakhlak baik. Ada Rahab dan Tamar. Keduanya adalah perempuan dengan cacat susila. Kedua perempuan berdosa itu, menjadi keturunan Sang Mesias. Jadi, perempuan asing dan perempuan berdosa, juga merupakan anggota keturunan Sang Mesias.

Apa yang mau dinyatakan dari silsilah ini? Pertama, bahwa inkarnasi adalah suatu fakta historis. Allah masuk ke dalam sejarah manusia, melalui silsilah atau keturunan manusia-manusia historis, dengan segala kenyataannya, baik kesucian maupun keberdosaannya.

Kedua, sejarah keselamatan Allah terintegrasi dengan sejarah manusia, karena memang ditujukan bagi keselamatan manusia itu sendiri. Dengan demikian sejarah manusia adalah sejarah keselamatan. Allah hadir dana berkarya dalam dan melalui sejarah manusia. Allah itu bernama Emmanuel, Allah beserta kita. Hal ini sekaligus juga menegaskan sakralitas sejarah dan kehidupan manusia. Di dalamnya Allah hadir dan berkarya. Manusia mengupayakan kesucian dalam hidup dan karya nyata di dunia ini.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s