Kuasa Tak Tertandingi yang Membawa Kehidupan

Renungan Harian Misioner
Senin Adven III, 16 Desember 2019
Peringatan S. Sturmius, S. Teofanu
Bil. 24:2-7,15-17a; Mzm. 25:4bc-5ab,6- 7bc,8-9; Mat. 21:23-27

MiSI: Masa Adven sebagai kesempatan untuk melihat dan mengalami kuasa Allah yang bersinar bagaikan bintang; yang tak tertandingi dan terbatalkan untuk membawa perubahan dan kehidupan baru.

Sabda Tuhan pada hari ini mengajak kita untuk membuka diri pada kuasa Allah yang membawa perubahan dan kehidupan; bagaikan sungai yang mengalir untuk memberi kesegaran dan kehidupan baru; bagaikan Bintang yang bersinar untuk menghalau kegelapan hidup kita.

Pada Kitab Bilangan, Bileam yang oleh Kuasa Roh Kudus berani menuturkan semua pengaruh kuasa Allah, yang membawa berbagai perubahan, menghasilkan keindahan, yang hadir bagaikan air sungai yang mengalir dan menumbuhkan kehidupan di lembah dan tepian yang gersang. Kuasa itu bagaikan Bintang yang terbit dan memancarkan Terang untuk menghalau kegelapan dunia. Inilah kuasa yang tak tertandingi, tak terbatalkan dan tak pernah akan runtuh karena dipersoalkan banyak pihak.

Sementara Penginjil Matius hari ini menuturkan tentang para imam kepala dan tua-tua Yahudi yang mempersoalkan Kuasa Yesus. Ketidakpercayaan mereka pada kuasa Yesus bukan karena Yesus gagal melaksanakan karya-karya-Nya, atau karena perkataan-Nya tidak memiliki pengaruh dari kebenaran. Justru sebaliknya, perbuatan dan perkataan Yesus menakjubkan, membawa pemulihan, bahkan menghidupkan.

Lalu mengapa para imam kepala dan tua-tua Yahudi mempersoalkan Kuasa Yesus? Karena mereka tidak mampu bahkan tidak mau melihat relasi tak terpisahkan antara kuasa Yesus dan kuasa Allah. Sikap ini ditampilkan karena mereka sedang berjuang untuk mencari, merebut dan mempertahankan kuasa duniawi; bukan pada posisi mencari, menemukan dan mengalami kuasa Tuhan.

Gereja dan misinya sedang juga berziarah bersama penghuni dunia yang terus bergerak untuk mempersoalkan kuasa dan keunggulan orang lain, berjuang untuk merebut, memiliki serta mempertahankan kuasa melalui berbagai cara termasuk cara yang bertentangan dengan prinsip sosial, budaya, moral dan religi.

Kebanyakan orang sedang dikocar-kacirkan oleh kegilaan dan keserakahan akan kuasa dan jabatan, sehingga menolak untuk mengakui dan mengalami kuasa Tuhan yang sedang memberi hidup pada mereka. Dan akhir dari semua perjuangan untuk berkuasa secara tidak benar, tidak adil dan tidak jujur adalah petaka bagi manusia dan lingkungan hidup.

Di tengah dunia yang dikacaukan oleh keserakahan berkuasa, Gereja sedang dan terus menawarkan dan menyerukan kuasa Tuhan yang tak tertandingi dan terbatalkan, yang membawa perbaikan, kehidupan serta keselamatan.

Misi Gereja adalah berani berhadapan dengan mereka yang oleh harta dan kekuasaan tidak mengakui dan tidak mau mengalami kuasa Allah. Kita harus berusaha menghadirkan kuasa Tuhan yang berpihak pada keselamatan dan kehidupan manusia serta seluruh alam ciptaan melalui beragam karya dan misi Gereja. Kita yang percaya pada kuasa Yesus harus mampu memberitakan bahwa kuasa Tuhan senantiasa melindungi para penguasa yang bertindak benar, adil, jujur, lembut hati, sabar, dan yang berpihak pada kaum kecil, sederhana, miskin, terpinggirkan dan menderita, yang memperjuangkan kebenaran, kedamaian, yang membela kehidupan, serta tidak serakah pada kekuasaan.

Misi Gereja harus memastikan bahwa :

  • Mereka yang mempersoalkan kuasa, keunggulan, perbuatan baik orang-orang benar adalah mereka yang sedang membangun di dalam dirinya tugu keserakahan akan kuasa.
  • Mereka yang mempersoalkan kuasa, kasih, kebaikan dan kebenaran dari Tuhan adalah mereka yang sedang mengalami kekeringan iman karena kecongkakan.
  • Kita dipanggil untuk memastikan kepada dunia bahwa kuasa Tuhan adalah kuasa yang memberi harapan dan hidup, yang tak pernah terkalahkan serta terbatalkan.
  • Masa Adven menjadi kesempatan untuk membuka diri pada kuasa Tuhan, melihat dan mengalami kuasa Tuhan yang menyediakan keselamatan bagi setiap insan, serta seluruh alam ciptaan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s