Tuhan Telah Memanggil Kita Sejak dalam Kandungan

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Adven III, 19 Desember 2019
Peringatan S. Nemesio
Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5- 6ab,16-17; Luk. 1:5-25

Kedua bacaan hari ini menulis tentang perempuan-perempuan mandul yang hamil dan melahirkan orang-orang hebat yang berperan dalam karya penyelamatan.

Pertama, kelahiran Simson, anak Manoah dari istrinya yang mandul. Malaikat Tuhan menampakkan diri, mengatakan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan menjadi nazir Allah yang menyelamatkan orang Israel dari tangan bangsa Filistin. Kedua, peristiwa ini juga mengingatkan kita pada Abraham dan Sara istrinya yang juga mandul, dalam usia tuanya Tuhan memberikan mereka keturunan, putra tunggal yang diberi nama Ishak, menjadi ahli waris Abraham dan semua janji berkat Tuhan kepada Abraham. Kehadiran Ishak memberi bukti ketaatan Abraham kepada Tuhan, ketika Abraham mau mempersembahkan Ishak sebagai kurban kepada Tuhan.

Ketiga, dalam Injil Lukas, Yohanes Pembaptis juga dilahirkan oleh seorang perempuan tua yang mandul, Elisabet, dengan suaminya Zakharia seorang imam di Bait Suci. Pasangan ini dikenal sebagai pasangan mandul. Bagi orang Yahudi, mandul adalah tanda kutukan Tuhan. Sebagai orang yang dikutuk Tuhan, sebenarnya Zakharia tidak pantas menjadi Imam di Bait Allah. Tetapi kesetiaan pasangan ini kepada Tuhan luar biasa, tidak mengenal putus asa mereka terus berdoa dan memohon. Iman dan kesetiaan ini membuat mereka tetap kuat bertahan dalam menjalani tugas di Bait Allah. Sampai akhirnya satu hal yang mustahil pun terjadi, Elisabet yang mandul pun hamil. Mukjizat itu nyata!

Keajaiban terjadi pada saat kelahiran Simson. Simson ditetapkan Tuhan untuk mengalahkan orang Filistin. Roh Tuhan menguasainya setiap kali dia berhadapan melawan orang Filistin, Tuhan memberikan kekuatan fisik kepada Simson. Jatuh bangun dia menanggapi panggilan Tuhan. Berbeda dengan Yohanes, Tuhan melimpahkan kekuatan Roh Kudus sejak dalam rahim ibunya hingga dewasa, ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan (Luk. 1:15b-17). Ia selalu setia mengikuti panggilan Tuhan.

Kuasa Tuhan yang menentukan kehidupan seseorang sejak di dalam kandungan ibu. Tuhan memakai orang tua sebagai perantara tetapi cinta dan kehendak Tuhan sendiri yang menentukan pertumbuhan manusia itu selanjutnya. Namun manusia tetap memiliki pilihan bebas, mau tetap setia pada Tuhan pemberi kehidupan atau mau berjalan menuruti kehendak dirinya sendiri. Tanggapan kita menentukan arah dan tujuan hidup kita selanjutnya.

Zaman now, jika kita percaya, mukjizat pun masih terjadi. Seringkali kita pun menghadapi sebuah problema yang menurut kita tidak mungkin, tetapi nyatanya mungkin. Mari kita belajar dari Zakharia dan Elisabet yang dengan sabar, tetap setia dalam pengharapan akan belas kasih Allah. Percaya jika Tuhan menghendaki, pasti akan terjadi.

Ketika saya sakit, ada perasaan takut dan khawatir karena ibu dan kakak perempuan saya meninggal di usia muda dengan penyakit yang sama. Namun saya tetap percaya, jika Tuhan menghendaki pasti akan terjadi sesuai rencana-Nya. Sejak dalam kandungan, Tuhan sudah memanggil dan menetapkan hal baik bagi saya. Dalam keresahan, saya tetap setia melayani sambil terus berharap akan belas kasih-Nya. Saya berdoa novena Hati Kudus Yesus. Nyatanya, di zaman now mukjizat itu masih ada. Sepuluh tahun lalu, saya mengalaminya, setelah siuman dari obat bius, dokter mengatakan dia tidak melakukan tindakan apa pun karena semua sudah bersih.

Apakah anda tetap setia dan mengandalkan Tuhan, di saat menghadapi problema hidup yang berat, sakit yang tak kunjung sembuh? Mungkin anda merasa Tuhan sudah meninggalkan anda, tidak lagi mempedulikan. Tetaplah setia dan percaya kepada Tuhan. Tetaplah berharap dan mengandalkan Dia. Karena Dia lebih besar dari segala masalah yang ada. Sejak anda dalam kandungan, Dia sudah merencanakan hal baik.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku… Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk” (Mzm.139:13,16b).

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s