Kristus yang Dikandung Bunda Perawan

Renungan Harian Misioner
Jumat Adven III, 20 Desember 2019
Peringatan S. Filigon
Yes. 7:10-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 1:26-38

Cerita tentang Yohanes yang dikandung ibu-mandul, langsung diikuti oleh cerita tentang Kristus yang dikandung bunda-perawan. Yang satu dikandung secara insani, meski sang ayah sudah aki-aki. Yang Lain dikandung secara Ilahi, tanpa partisipasi seorang laki-laki. Dua-duanya menegaskan inisiatif dan karya Allah. Tetapi karya Allah itu jauh lebih besar dan unik menyangkut Yesus. Ia adalah Anak Allah dan Raja Penyelamat!

Yesus adalah “Anak Allah yang Mahatinggi”: sebuah gelar bagi Allah yang mengakar pada tradisi umat Israel. Dua kali (ay. 32 dan 35) ini ditegaskan untuk menyatakan bahwa Yesus lebih berkuasa dari para penguasa lainnya. Konon Kaisar Agustus dan Raja Aleksander Agung juga bergelar “Anak Allah”. Keduanya juga dikandung secara Ilahi, sebab ibu mereka dihamili oleh para dewa secara misteri. Yesus jauh melebihi para penguasa hebat ini. Ia dikandung oleh seorang gadis yang masih perawan tanpa berhubungan dengan seorang manusia ataupun dewa. Sang Ibu tetap perawan: sebelum, selama dan setelah mengandung Dia!

Sebagaimana dahulu Allah menciptakan manusia pada hari ke-6, sekarang Ia sendiri menjadi manusia pada bulan ke-6 (ay. 26). Kuasa dan daya penciptaan-Nya berkarya dalam dunia, lewat seorang perempuan. Tuhan suka membuat kejutan: Ia tidak memilih ratu atau putri bangsawan di ibukota. Ia memilih gadis desa pinggiran. Seperti biasa, Allah berkarya di luar pikiran dan perhitungan manusia. Dahulu di awal Penciptaan (Kej. 1:2), Roh Allah mengawali karya-ciptaan dalam rahim ibu-bumi yang “masih perawan”, demikian juga sekarang: Allah mengawali ciptaan baru dan definitif dalam rahim Maria, sang ibu-perawan. Bukan hanya itu! Allah juga “menaungi” Maria dengan Roh-Nya (ay. 35): Ia sekarang hadir secara baru dan definitif dalam dunia, seperti dahulu Ia hadir di tengah Umat-Nya dalam awan yang menaungi Kemah Pertemuan (Kel. 40:35).

Kehebatan sang Anak langsung juga berkaitan dengan keistimewaan sang Bunda. Tidak ada seorang pun manusia yang mendapat privilese seperti dia. Maka, Gabriel menyalaminya dengan Khaire yang berarti: “Bersukacitalah…!” (ay. 28), meski kita lebih terbiasa dengan kata “Salam”. Maria memang layak bersuka-cita sebab ia mendapat rahmat Allah yang tak terhingga dan tak terulang: mengandung dan melahirkan Sang Raja yang akan memerintah selamanya. Maria, dengan demikian, menjadi model bagi Saya dan Anda. Marilah kita sambut sang Bayi dengan sikap Maria: menjawab “Ya” terhadap tawaran kasih Allah, memberi “daging” (wujud-nyata) terhadap Firman-Nya dan “melahirkan” sang Anak dalam sikap dan tindakan nyata!

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s