Kado Natal Terindah dari Bapa

Renungan Harian Misioner
Rabu, 25 Desember 2019
HARI RAYA NATAL
Yes. 52:7-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Ibr. 1:1-6; Yoh. 1:1-18 (Yoh. 1:1-5,9-14)

Dulu jika Allah ingin berbicara pada manusia, Allah melakukannya dengan perantaraan para nabi. Bisa kita temukan hal tersebut dalam kisah-kisah di Perjanjian Lama, nabi-nabi yang kemudian menyampaikan pesan Allah kepada manusia. Namun, pada zaman akhir ini Allah berbicara pada kita manusia melalui perantaraan Anak-Nya sendiri.

Anak, adalah kesayangan, yang biasa mendapatkan limpahan dan kepenuhan cinta dari orang tuanya. Bagaimana dengan Anak Allah? Tentunya jauh melampaui apa yang diterima oleh seorang anak manusia dari orang tua manusia. Bagi Allah, Anak-Nya adalah yang berhak menerima segalanya. Oleh Dialah Allah menjadikan alam semesta, Dia menjadi cahaya kemuliaan Allah serta gambar wujud Allah sendiri. Anak itulah yang menopang segala yang ada, dengan sabda-Nya yang penuh kekuasaan.

Hari ini hari Natal, kita orang Kristiani merayakannya sebagai perayaan kelahiran Yesus Kristus. Saat Natal kita biasanya memiliki budaya berbagi kado Natal. Namun, apakah kita sadar bahwa pada setiap Hari Natal sebenarnya kita diingatkan kembali akan kado terbaik dan yang tak ternilai yang pernah Bapa berikan kepada kita? Yesus. Allah telah memberikan Anak-Nya, yang merupakan kesayangan-Nya, kepada kita manusia. Yesus dijadikan serupa dalam segala hal dengan kita, kecuali dalam hal dosa. Ia hadir menjadi daging, melalui proses yang sama dari kelahiran hingga kematian seperti kita. Ia dikandung oleh seorang perempuan, lahir dalam fisik rentan di dalam kandang yang serba kekurangan. Mengingatkan kita akan kerentanan diri dan situasi sulit dalam hidup. Bahkan mungkin kita lebih beruntung, dapat lahir di kamar rumah sakit yang nyaman dan hangat, dirawat oleh dokter dan para perawat yang berpengalaman.

Dalam hidup-Nya Yesus pun pernah mengalami penolakan, kesedihan, merasa sendirian dan ditinggalkan serta menderita. Anak Allah diperlakukan sebagai manusia biasa oleh manusia-manusia yang tidak mengenali dan tidak mengakui-Nya. Sungguh, teladan yang luar biasa bagi kita manusia biasa ini. Apakah kita ingat semua itu ketika kita melihat gambar dan patung Bayi Yesus? Apakah kita mampu merasakan betapa besar cinta-Nya pada kita sehingga mau merendahkan diri-Nya untuk menghampiri, merangkul dan berjalan bersama kita dalam dunia? Bahkan Dia bertahan hingga kepenuhan dan puncak cinta-Nya, mati disalibkan demi menebus kita dan menjadi kurban pendamaian antara kita manusia dan Bapa-Nya.

Yesus bukan hanya datang membawa cinta-Nya yang tak terselami oleh akal manusia namun juga datang membawa pesan Bapa-Nya pada kita. Pesan sukacita. Pesan keselamatan. Kerajaan Allah itu ada. Kerajaan Allah akan datang. Kita harus bersiap.

Ketaatan Yesus pada rencana Bapa, kerendahan hati-Nya menerima kodrat kemanusiaan-Nya, kesabaran dan iman-Nya dalam menjalani setiap momen kehidupan yang berat di dunia serta cinta-Nya yang tanpa batas untuk manusia, apakah belum cukup bagi kita sebagai panduan hidup di dunia? Ia sungguh merupakan kado Natal terbaik bagi kita semua. Mari kita sambut hadiah itu dengan tangan terbuka, dan menyadari ketidakpantasan kita sekaligus merasakan betapa limpahan rahmat Allah mengalir di dalam diri dan hidup kita, dari dahulu hingga sekarang dan selamanya. Mari, kita bungkukkan diri, menyembah bersama para malaikat, menyambut kedatangan Sang Anak Allah.

Selamat Hari Natal.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s