Menjadi “Murid yang Dicintai Tuhan”

Renungan Harian Misioner
Jumat Adven IV, 27 Desember 2019
Peringatan S. Yohanes
1Yoh. 1:1-4; Mzm. 97:1-2,5-6,11-12; Yoh. 20:2-8

Pada pesta St. Yohanes ini, ‘murid yang dicintai Tuhan’ ingin berbagi sukacita; bukan sukacita yang berwarna sentimental atau sekedar mengumbar perasaan. Sebab, bacaan dari Surat Pertama St. Yohanes ini mendasarkan sukacita hidup, yang dibagikannya dari persahabatannya dengan Sang Putera. Inilah Anak Bapa, yang mendekatkan diri dan hatinya kepada manusia: sampai sedalam-dalamnya. Cara yang ditempuhnya adalah “dengan memberikan Diri habis-habisan, demi persatuan mendalam, yang merupakan buah termanis dari Penebusan Dosa”. Dalam kata-kata ini dapatlah kita menyelami makna terdalam dari Injil, bila setiap kali Rasul ini menyebut dirinya dengan “murid yang dicintai Tuhan”. Kita juga memperoleh pendalaman nilai persahabatan dengan Tuhan: yaitu “bukan kita yang sudah mencintai Tuhan, tetapi Tuhan yang lebih dahulu mencintai kita”. Bersama St. Agustinus, dapatlah kita juga mengakui setulus-tulusnya, bahwa “bila ada cinta kasih, di situlah Tuhan hadir”.

Lukisan cinta kasih antara Yohanes dengan Tuhan dilukiskan secara penuh iman, ketika dipaparkan, bagaimana Kebangkitan Sang Kristus memahkotai persahabatan Tuhan Yesus dengan St. Yohanes. Di dalamnya dapatlah kita mendalamkan lagi, makna dari Sabda Tuhan dari atas salib, ketika berkata: “Itulah Ibumu” sesudah “Itulah anakmu”. Kepada kita semua dilimpahkanlah “cinta kasih sebagai tanda iman yang terdalam”: ya cinta kasih keluarga, cinta kasih persahabatan, cinta kasih kegerejaan, cinta kasih kemasyarakatan. Oleh sebab itu kita mewarisi pula pegangan penting: “Biarlah orang melihat, betapa kalian saling mencintai”. Dalam mengamini cinta kasih Tuhan itu, St. Yohanes tetap menempatkan diri dalam persekutuan para murid Kristus. Kita menyaksikan, bagaimana Yohanes mempersilakan Petrus, “Yang pertama dari Yang sama-sama murid Kristus” (nantinya ada pegangan “Primus inter Pares” untuk menyebutkan tempat Paus di tengah para Uskup sedunia). Dalam peristiwa itu, sikap St. Yohanes memadukan kasih sayang mendalam dengan hormat bakti kepada pranata dalam pelayanan bersama di tengah umat.

Pada hari-hari sesudah Natal ini, dapatlah kita mengagungkan cinta kasih berkat Kelahiran Sang Putera. Dalam pada itu, bersama St. Yohanes kita menyadari, betapa cinta kasih Sang Putera diwujudkan dalam Ketaatan kepada Bapa dalam segala jalan penyelamatan-Nya: juga kalau perlu dengan pengorbanan dan penderitaan – sampai wafat di Salib. Dengan demikian, Bapa menganugerahkan kepada-Nya “Nama Agung yang mengatasi segala Nama”,- dan kita bersama dengan Yohanes boleh menerima cinta kasih Persahabatan-Nya. Marilah kita menjadi “Saksi Cinta Kasih” di mana pun dan kapan pun; juga pada tahun mendatang.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s