Setiap Nyawa Berharga, Hargailah!

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 28 Desember 2019
Pesta Kanak-Kanak Suci
1Yoh. 1:5 – 2:2; Mzm. 124:2-3,4-5,7b-8; Mat. 2:13-18

Kelahiran Yesus menjadi ancaman terhadap kekuasaan raja dunia yang saat itu bertakhta. Takut bahwa Raja Yahudi yang baru lahir itu, seperti yang diberitahukan kepadanya oleh orang-orang Majus akan dapat menggantikan posisinya, maka raja memiliki niat membunuh-Nya. Namun malaikat Tuhan telah menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi dan berpesan agar Yusuf segera lari ke Mesir bersama Anak dan ibu-Nya. Kanak-Kanak Yesus pun selamat, dilarikan ke Mesir, sehingga tujuan raja tersebut gagal.

Ketika raja tahu bahwa orang-orang Majus telah memperdayakan dirinya, menghindar darinya dengan pulang melalui jalan berbeda, tanpa memberitahukan kepadanya di mana Kanak-Kanak Yesus berada; ia pun menjadi murka dan memerintahkan pembunuhan massal. Semua anak yang berada di Bethlehem dan sekitarnya, yang berumur dua tahun ke bawah harus dibunuh. Hari itu, pada waktu pembunuhan itu, terdengar ratap tangis memilukan di Rama. Entah berapa banyak anak tak berdosa yang kehilangan nyawa. Entah berapa banyak perempuan yang patah hati karena harus kehilangan buah cinta mereka.

Setiap nyawa berharga. Dalam dokumen Tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Beragama yang ditandatangani oleh Bapa Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb (The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together), tertulis: “Atas nama hidup manusia yang tidak bersalah, yang telah dilarang Allah untuk dibunuh, dengan menegaskan bahwa siapa pun yang membunuh seseorang, orang itu bagaikan seseorang yang membunuh seluruh umat manusia, dan siapa pun yang menyelamatkan seseorang, orang itu bagaikan seseorang yang menyelamatkan seluruh umat manusia.”

Mengenangkan kekejaman Herodes, yang menjadi kalap karena ketakutannya akan kehilangan kuasa sehingga mampu menempuh segala cara, hingga cara yang biadab, merampas nyawa kanak-kanak yang tidak bersalah; mengingatkan diri kita masing-masing betapa bahayanya rasa haus akan kekuasaan di dunia ini. Kita pun mungkin pernah tergoda atau bahkan pernah menempuh segala cara, menghalalkan segala perbuatan hanya untuk mempertahankan posisi kita. Membunuh orang-orang di sekitar kita, mungkin bukan secara fisik seperti yang dilakukan Herodes, namun dalam semangat, harapan dan iman.

Hari ini kita memperingati Pesta Kanak-Kanak Suci. Bukan hanya sekedar mengenang dan menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, namun terutama untuk mengingat nilai kemurnian hati dan kesucian hidup sebagai landasan iman serta tujuan hidup setiap orang Kristiani. Bagaimana kita harus terus berjuang untuk menghormati dan menjaga setiap kehidupan, menghargai setiap manusia, mengekang diri dari segala hawa nafsu kekuasaan, menyadari bahwa segala kuasa yang dipercayakan kepada kita di dunia ini hanyalah merupakan pemberian Tuhan semata dan hanya berlaku sementara. Dan bila kita mampu melakukan semuanya itu, berarti kita mengakui kuasa Tuhan, sang pemilik diri dan kehidupan kita. Berserah pada-Nya untuk segala yang terjadi, percaya pada rencana dan kehendak-Nya, terus berjuang bukan demi kekuasaan tetapi sebaliknya demi kemurnian dan kesucian hidup.

(Angel – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Masa depan kaum muda: Semoga setiap negara berketetapan hati dalam menentukan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mendahulukan dan menjaminkan masa depan kaum mudanya, terutama mereka yang menderita dan putus harapan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kesetiaan Pasutri: Semoga kesetiaan janji perkawinan pasutri tidak luntur karena perkara-perkara sepele dalam hidup harian yang justru sering memicu perselisihan dalam keluarga. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami menyambut hikmat Roh Kudus untuk mengambil peran penting dalam membangun kebijakan damai dan ketekunan dalam keluarga di tempat tinggal maupun di tempat pengabdian mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s