Bunda Kita yang Dirahmati Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu, 1 Januari 2020
HARI SP. Maria Bunda Allah
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Kerap kali orang merayakan tanggal 1 Januari sebagai Hari Perdamaian. Mungkin Hari Perdamaian dapat dikaitkan dengan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah, karena Anak Maria memang Sang Putera, yang mewartakan Perdamaian Terdalam. Dia adalah ungkapan kehendak Allah Bapa, yang mau mendamaikan Allah dengan manusia, yang mau berkonfrontasi dengan Allah karena dosa-dosa kita. Jadi Maria memungkinkan hadir-Nya Sang Pembawa Damai dengan jawabannya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Dalam hal ini perlulah kita ingat, bahwa Malaikat mengabarkan betapa ‘Maria penuh rahmat, Tuhan sertanya’. Hanya karena rahmat itulah maka Maria menjadi Bunda Yesus, Allah Putera.

Bacaan pertama hari ini Bil. 6:22-27, menguraikan dengan teliti, kabar istimewa, yakni: “…Tuhan memberkati engkau… Tuhan menyinari engkau… Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu…” Betapa pemberkatan kepada Maria sesuai dengan ungkapan Kitab Bilangan. Nas dari Kitab Bilangan bergema pada Gadis Israel, yang menanti-nantikan Penebus. Sangat mendalam makna yang ditangkap Perawan Maria ketika Malaikat mewartakan Kabar Gembira. Karena itulah, ia menyambut undangan Roh Kudus, untuk ikut mengambil bagian dalam Peristiwa Penjelmaan Anak Bapa.

Marilah kita syukuri bakti Maria kepada Allah Bapa, Putera dalam Roh Kudus, yang membawa serta peristiwa penebusan kita.

Bacaan Kedua diambil dari Gal. 4:4-7, yang menunjukkan, bagaimana Paulus mewartakan imannya akan karya agung Bapa, yang mengutus Roh Kudus untuk memanggil Perawan Maria mengambil bagian dalam hidup bangsa yang membawahkan “Diri kepada Taurat”. Dengan demikian, jadilah Sang Putera, bagian dari Umat Beriman yang taat kepada Bapa, sehingga menyapa Allah dengan “Ya Abba, ya Bapa”. Dalam pesan Paulus kepada umat di Galatia ini secara jelas sekali ditunjukkan, bahwa “Maria jadi Bunda dari Sang Putera”, yang menyapa Allah dengan “Ya Abba, ya Bapa!”

Bacaan Injil Luk. 2:16-21, memperlihatkan peristiwa iman, yang erat berkaitan dengan “Maria Bunda Allah”. Sebab, atas pesan surgawi, maka para gembala menghadap “si Ibu dengan Anaknya”, yakni, “sebagaimana diberitakan Tuhan kepada kami”. Artinya, yang dijumpai oleh para gembala, bukanlah sembarang pasangan “ibu dan anak”, melainkan “perwahyuan datangnya Anak Allah dengan Bunda-Nya, sebagaimana diwartakan mereka dari surga”.

Tepatlah kalau tanggal 1 Januari kita rayakan sebagai HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH. Kita merayakan segi biologisnya, bahwa Bunda Maria melahirkan Putera Allah; segi sosialnya, bahwa komunitas para gembala menyambut Kanak-kanak Yesus bersama dengan Bunda-Nya; segi Marial-nya, bahwa Maria dirahmati Allah, artinya disapa-mesra oleh Allah Bapa; segi Ilahinya, bahwa Roh Kudus menguduskan Gadis Sederhana itu secara seutuhnya, menjadi Bunda Allah. Oleh sebab itu, secara mendasar, seluruh umat manusia diperdamaikan dalam Roh Kasih Allah, melampaui segala upaya perdamaian.

Marilah kita doakan “Salam Maria, penuh rahmat Tuhan sertamu…”

“Selamat Tahun Baru 2020”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s