Presiden Jokowi: Negara Menjamin Kebebasan Beragama!

Presiden Indonesia bergabung dengan umat Kristiani dalam merayakan Natal Nasional
Presiden Joko Widodo bergabung dengan umat Katolik dan Protestan pada tanggal 27 Desember di Bogor dalam perayaan Natal Nasional, yang bertemakan ‘persahabatan’. Presiden menekankan bahwa negara menjamin kebebasan beragama.

Presiden Indonesia pada hari Jumat bergabung dengan umat Kristiani dalam perayaan Natal Nasional, yang membangkitkan prinsip-prinsip harmoni, kohesi dan keberagaman, yang menjadi dasar didirikannya negara yang berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini.

Presiden Joko Widodo ikut serta dalam perayaan tersebut bersama sekitar 10.000 umat Katolik dan Protestan yang hadir di Sentul International Convention Center Bogor, provinsi Jawa Barat. Beberapa pejabat pemerintah juga ikut hadir menemani beliau.

Tema acara yang disponsori oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) adalah “Mari bersahabat dengan siapa pun”, diambil dari Injil Yoh. 15:14-15.

Acara ini dibagi menjadi dua bagian. Setelah Misa Kudus yang dipimpin oleh presiden KWI yaitu, Kardinal Ignatius Suharyo yang juga adalah Uskup Agung Jakarta; acara kemudian dilanjutkan dengan perayaan Natal.

Persahabatan
Mengomentari tema persahabatan, Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa tema itu diambil untuk mengakui fakta: sebagai orang Indonesia mereka merasa bahwa rasa persaudaraan dan hubungan sosial yang baik telah terganggu oleh “pidato kebencian, yang sudah lama tidak terdengar namun sekarang tiba-tiba tampaknya muncul kembali.” Masalah lainnya adalah “politik-politik identitas, yang menyebarkan intoleransi.”

Sehubungan dengan ini, kardinal berkata, “kita harus membuat perayaan Natal kita lebih sederhana dengan mengangkat tema yang menyerukan agar kita menjalin persahabatan dengan orang lain.”

Bersatu dalam perbedaan
Berbicara kepada para peserta, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa perayaan Natal menawarkan kesempatan terbaik untuk mengulangi kohesi sosial.

“Inilah saatnya kita merayakan hubungan sosial yang baik. Kita terpanggil untuk merayakan dan menunjukkan rasa terima kasih kita atas keberagaman kita. Keberagaman yang luar biasa seperti itu telah menyatukan kita sebagai sebuah bangsa.”

“Kita harus menjaga persatuan sosial yang baik, yang telah mampu kita jaminkan selama beberapa dekade. Situasi mungkin menjadi tidak stabil karena banyak provokasi yang mana dapat memisahkan kita.”

“Pancasila menjamin kebebasan untuk memeluk agama dan orang-orang bebas untuk mengekspresikan keyakinan mereka,” jelas presiden. “Saya ingin menegaskan di sini, sekali lagi, bahwa negara menjamin hak-hak ini.”

Pancasila terdiri dari 5 prinsip yang membentuk ideologi filosofis dan politik negara Indonesia, yang memastikan persatuan di tengah-tengah pluralisme agama dalam sistem resmi sekuler.

Batasan untuk ibadah umat Kristiani
Pernyataan Joko Widodo muncul setelah adanya kontroversi baru-baru ini tentang kebebasan beribadah untuk agama minoritas di negara di mana sekitar 87% dari populasinya memeluk agama Islam. Tahun ini, beberapa komunitas Katolik dan Protestan dihalangi untuk mengadakan doa dan perayaan Natal dengan alasan hukum.

Umat Kristiani di dua desa di Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung (Sumatra Barat) hanya dapat merayakan Natal setelah situasi mereka tersebut menjadi berita utama di media nasional dan internasional. Para pejabat setempat telah menolak memberi mereka izin untuk mengadakan perayaan.

Untuk dua komunitas Protestan di Jawa Barat, Gereja Kristen Indonesia Yasmin (GKI Yasmin) di Bogor dan Kongregasi Philadelphia Gereja Protestan Batak (HKBP Filadelfia) di Kabupaten Bekasi, tahun 2019 menyaksikan Natal lain, tanpa mendapatkan hak mereka untuk menggunakan tempat peribadatan mereka sendiri.

Selama bertahun-tahun hak mereka telah dirampas untuk melakukan kegiatan keagamaan di rumah ibadah masing-masing, dengan dugaan pelanggaran izin. Sejak tahun 2012, GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia merayakan Misa Natal di depan istana kepresidenan.

Meskipun Mahkamah Agung telah memutuskan mendukung orang-orang Kristiani, pihak berwenang setempat menunda pelaksanaan keputusan tersebut. (Sumber: AsiaNews)

31 Desember 2019
Oleh: Robin Gomes
Sumber: Vatican News & AsiaNews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s