Injil Kristus Bukan Dongeng atau Mitos

Paus di Angelus: Natal berarti menerima karunia kekudusan
Pada doa Angelus pada hari Minggu pertama tahun ini, Paus Fransiskus melanjutkan renungannya mengenai Natal, dengan mengatakan kelahiran Yesus mendesak kita untuk menjadi orang suci dalam kasih.

Dalam pesannya sebelum memulai doa kepada Bunda Maria pada hari Minggu kedua masa Natal, Paus merenungkan arti kelahiran Yesus.

Meskipun Gereja di beberapa negara merayakan Epifani pada hari Minggu, 5 Januari – termasuk di Amerika Serikat – namun Vatikan dan Italia menandai hari suci tersebut pada tanggal tradisionalnya, yaitu tanggal 6 Januari.

Inkarnasi Sabda Allah
Paus mengatakan Prolog Injil Yohanes menunjukkan kepada kita bahwa Firman yang kekal – Anak Allah – “menjadi manusia”.

“Dia tidak hanya tinggal di antara orang-orang, namun Dia menjadi salah satu dari antara orang-orang, salah satu dari kita!”

Paus Fransiskus mengatakan Inkarnasi Sabda berarti bahwa kita sekarang dapat membuat kehidupan kita mengikuti model yang telah dicontohkan oleh Pribadi Ilahi yang mengambil rupa daging seperti kita, daripada berusaha mengikuti prinsip abstrak seperti yang dibuat oleh hukum atau institusi.

Menjadikan kita anak-anak Allah
Paus melanjutkan dengan mengatakan bahwa St. Paulus bersyukur pada Tuhan untuk rencana kasih-Nya yang diwujudkan dalam Yesus Kristus.

“Dalam rencana ini, kita masing-masing menemukan panggilan dasar kita: kita ditakdirkan untuk menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Anak Allah menjadi manusia untuk menjadikan kita, laki-laki dan perempuan, sebagai anak-anak Allah.”

Kita merenungkan hubungan kita dengan Bapa dalam Kisah Kelahiran. Dan liturgi hari ini meyakinkan kita, bahwa Injil Kristus merupakan “wahyu penuh dari rencana Allah bagi umat manusia”, dan bukan “dongeng, mitos, atau sekedar kisah yang meneguhkan”.

Menjadi suci dalam kasih
Paus Fransiskus berkata kita dihadapkan dengan sebuah pertanyaan: “Proyek konkret apa yang ditempatkan Tuhan dalam diri saya, ketika Dia terus membuat kelahiran-Nya hadir di antara kita?”

Santo Paulus, memberi kita jawaban tentang makna Natal. “Tuhan telah memilih kita untuk menjadi suci dan tanpa cacat di hadapan-Nya dalam kasih amal.”

“Jika Tuhan terus datang di antara kita dan memberi kita karunia Firman-Nya, itu dilakukan-Nya agar kita masing-masing dapat menanggapi panggilan ini: untuk menjadi orang suci dalam kasih.”

Demi kebaikan sesama kita
Kekudusan, berarti “menjadi milik Allah, bersekutu dengan-Nya, dan menjadi manifestasi dari kebaikan-Nya yang tak terbatas.”

“Siapa pun yang menerima kekudusan sebagai anugerah rahmat, tidak akan gagal untuk menghasilkan buah dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, dalam perjumpaan dengan orang lain.”

Bertindak dalam kasih, membuat kita “bersih”.

“Tidak bernoda bukan berarti aku menghilangkan noda. Sebaliknya tidak bernoda berarti bahwa Allah masuk ke dalam diri kita. Karunia Tuhan yang tidak masuk akal bagi manusia itu, masuk ke dalam diri kita, dan kita merawatnya serta memberikannya kepada orang lain.”

Paus Fransiskus memohon Perawan Maria untuk “membantu kita menyambut rencana kasih Ilahi yang diwujudkan dalam Yesus Kristus dengan sukacita dan penuh syukur.”

05 Januari 2020
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s