Mintalah agar Kita Bisa Mengasihi Seperti Yesus

Renungan Harian Misioner
Senin, 06 Januari 2020
Peringatan Kaspar, Melkior, Baltazar (Tiga Raja)
1Yoh. 3:22 – 4:6; Mzm. 2:7-8,10-11; Mat. 4:12-17,23-25

Salah satu kalimat yang paling disukai oleh orang Kristiani adalah “…mintalah, maka akan diberikan kepadamu.” Bila ditambahkan dengan kalimat pembuka pada Bacaan Pertama hari ini, maka semakin yakinlah kita bahwa apa saja yang kita minta, akan kita peroleh dari pada-Nya! Benarkah demikian?!

Tidak sepenuhnya salah bila kita berkeyakinan seperti itu, namun kurang tepatlah jika kita hanya mengambil satu ayat saja dan menyatakannya sebagai kebenaran yang berdiri sendiri. Mari kita coba teliti kembali bacaan hari ini, memang benar bahwa kita akan memperoleh apa saja yang kita minta, tetapi itu hanya terjadi jika: kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya!

Lalu apakah perintah-Nya? Mudah dijawab, sebab pada setiap nasihat dalam Kitab Suci sebenarnya dapat kita temukan. Perintah Allah adalah: percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan hidup saling mengasihi sesuai dengan perintah Kristus. Sebagian besar dari kita sudah setengah jalan mengikuti perintah-Nya, sebab kita telah percaya dalam nama-Nya, menerima-Nya dan melalui baptisan yang kita terima kita telah menjadi anak-anak Allah yang diam dalam Allah dan Roh Allah ada di dalam kita (bdk. 1 Yoh. 3:23-25; Yoh. 1:12).

Perintah berikutnya adalah perintah yang dapat menjadi sumber pergumulan kita pada saat kita akan menerapkannya dalam hidup sehari-hari. Perintah yang disampaikan Yesus menjelang sengsara-Nya itu, meminta kita untuk saling mengasihi seorang akan yang lain, sama seperti Dia telah mengasihi kita. Allah adalah kasih; dan kita hanya bisa saling mengasihi karena kasih itu berasal dari Allah dan karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. Namun kita seringkali tidak bisa mengasihi sesama kita, karena kita dikuasai kelemahan kita.

Untuk mengatasi segala penyakit dan kelemahan kita ini, kita harus menjawab panggilan Kristus, Sang Terang yang datang untuk memanggil kita pada pertobatan. Seperti Yesus juga, kita perlu dibimbing oleh Roh Allah yang akan membantu kita dalam kelemahan dan memampukan kita mengikuti kehendak-Nya. Tidak bisa semua roh dapat kita percayai, kita harus menguji apakah roh itu berasal dari Allah. Kita bisa mengenal bahwa roh itu berasal dari Allah apabila Roh itu mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, dan Roh itu tinggal di dalam kita, bait-Nya. Dialah Roh yang lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia; Roh Kebenaran yang tidak berbicara tentang hal-hal duniawi, tetapi Roh yang merajai kita untuk menceritakan ketetapan-ketetapan Tuhan, mengarahkan kita untuk mendengarkan ajaran para rasul, bertindak bijaksana, beribadah kepada-Nya dengan takwa dan menyembah dihadapan-Nya dengan gemetar. Itulah Roh Allah yang akan menuntun kita pada kebenaran.

Percaya bahwa Roh Allah sendiri telah datang dan tinggal di dalam kita, kita boleh yakin bahwa Dia akan mengabulkan apa saja yang kita minta kepada-Nya seturut kehendak-Nya. Mintalah agar kita dimampukan mengasihi sesama kita sama seperti Dia mengasihi kita, maka permintaan itu akan dikabulkan karena hal itu sesuai dengan perintah-Nya dan berkenan kepada-Nya! (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s