Ketika Mengenal Yesus Hidup Kita Berubah

Paus di Angelus: Sama seperti orang Majus hidup kitapun diubah dengan berjumpa Yesus
Paus Fransiskus selama Angelus berbicara mengenai orang Majus yang hidupnya berubah setelah bertemu dengan Bayi Yesus. Dalam kesempatan tersebut Paus juga menyapa Gereja-Gereja Timur, Katolik dan Ortodoks, serta banyak orang yang merayakan hari Natal Tuhan pada tanggal 7 Januari.

Setelah Misa Perayaan Epifani, Paus Fransiskus selama doa Angelusnya, menyampaikan sebuah pemikiran khusus “kepada saudara-saudara dari Gereja-Gereja Timur, Katolik dan Ortodoks, serta banyak orang yang merayakan hari Natal Tuhan besok (7 Januari).”

Kita berdoa bagi mereka dan komunitas mereka untuk, “cahaya dan kedamaian Kristus Juruselamat.”

Dalam Angelus, Paus mengambil bacaan Injil pada hari itu dan berfokus pada tiga orang bijak.

Orang Majus melihat Yesus
Paus menjelaskan bagaimana setelah bertemu dengan Bayi Yesus, hidup para Majus berubah.

“Mereka melihat seorang Raja yang berbeda, seorang Raja” yang bukan berasal dari dunia ini”, yang lemah lembut dan rendah hati, namun ditandai oleh bintang-bintang serta dicatat oleh Kitab Suci.”

Paus menjelaskan bahwa “perjumpaan dengan Yesus tidak kemudian menahan orang Majus, sebaliknya, perjumpaan itu memberi mereka dorongan baru untuk kembali ke negara mereka, agar dapat menceritakan apa yang telah mereka lihat dan sukacita yang telah mereka rasakan.”

Pengalaman mengenal Tuhan, “tidak menghalangi kita, sebaliknya membebaskan kita; hal tersebut juga tidak memenjarakan kita, tetapi mengembalikan kita ke jalan… “

Bagian dari Injil, “berisi sebuah detail yang mendorong kita untuk masuk ke dalam perenungan. Di akhir cerita, dikatakan bahwa orang Majus “diperingatkan dalam mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes, dan melalui rute lain mereka kembali ke negara mereka””.

Setiap pengalaman bertemu Yesus, “menuntun kita untuk mengambil jalan yang berbeda, karena dari Dialah datang kekuatan yang baik yang menyembuhkan hati dan melepaskan kita dari kejahatan.”

“Ini adalah perbedaan antara Allah yang benar dan berhala pengkhianat, seperti uang, kekuasaan, kesuksesan…; antara Tuhan dan mereka yang berjanji untuk memberi Anda berhala-berhala ini, seperti pesulap, peramal, penyihir.”

Tuhan yang sejati tidak menahan kita
“Tuhan yang sejati tidak menahan kita, juga tidak membiarkan diri-Nya ditahan oleh kita: Dia membuka jalan-jalan kebaruan dan kebebasan bagi kita.”

Setelah pendarasan doa Santa Maria, Paus Fransiskus memberikan sambutan khusus kepada mereka yang terlibat dalam prosesi sejarah-folkloristik, di jalan menuju Vatikan dan diilhami oleh tradisi Epifani. Paus juga menyampaikan salamnya untuk prosesi orang Majus di berbagai kota dan desa di Polandia.

06 Januari 2020
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s