Kita Dipanggil Berbelas Kasih dalam Kerendahan Hati

Renungan Harian Misioner
Selasa, 7 Januari 2020
Pfak S. Raimundus dr Penyafort, Im (P)
1Yoh. 4:7-10; Mzm. 72:2,3-4ab,7-8; Mrk. 6:34-44

St. Raimundo de Penafort, lahir sekitar 1175, dipanggil Tuhan 6 Januari 1275 di Barcelona Spanyol. Ia dimakamkan di Katedral Barcelona, Spanyol. Ia memberi teladan kepada murid-murid St. Dominikus, untuk tidak berlaku sembarangan dengan apa yang ditentukan Gereja, sebaliknya harus menjunjung tinggi keputusan-keputusan Pemimpin Gereja: ia mengumpulkan Dekrit-Dekrit Gereja, sehingga menjadi pegangan hukum Gereja; yang kemudian nantinya digantikan dengan Kitab Hukum Kanonik 1917.

Pada bacaan pertama dari 1 Yoh. 4:7-10, dasar dari bakti Raimundo, bukanlah taat hukum atau kekuasaan si pemimpin, melainkan cinta kasih. Oleh sebab itu, sebagai murid St. Dominikus, ia mengajak umat untuk membangun persaudaraan penuh kasih, meneguhkannya dan mendasarkannya pada hidup doa, yang terutama menggarisbawahi pentingnya “contemplation” – cara doa yang lebih menggunakan indera untuk membayangkan, bagaimana Allah mencintai kita semua agar kita saling mengasihi; bukan saling menindas atau mementingkan kekuasaan.

Murid Raimundo, sahabat Dominikus, saudara-saudari Allah Putera, mohon Roh Cinta kasih, untuk kerendahan hati, agar dapat menjadi Paguyuban Umat Beriman dan Kasih, demi pengutusan Mewartakan Kabar Gembira Sang Sabda.

Pada bacaan Injil Mrk. 6:34-44, Sang Guru dari Nasaret bekerja habis-habisan untuk umat-Nya. Ia lelah, namun melihat umat haus dan lapar tidak terbilang jumlahnya, Ia mengambil langkah karena belas kasih; bukan menuruti hasrat yang ditentukan-Nya sendiri, untuk istirahat. Ia bukan mengambil keputusan atas dasar kekuasaan dan keputusan-Nya sendiri. Maka Ia mengajak murid-murid menyediakan hidangan bagi umat – hampir melampaui daya kekuatan Keduabelasan – Dewan Pimpinan Kerasulan mereka. Ia malah mengikutsertakan sumbangsih dari seorang anak, yang nampaknya hanya kecil dan sedikit, tetapi Ia memang mementingkan partisipasi dan kasih sayang. Sumbernya: cinta kasih; isinya: cinta kasih; titik pangkalnya: doa kepada Bapa; buahnya: terpenuhinya kebutuhan terdalam umat secara lahir dan batin.

Kini dan di sini: kita tetap dipanggil melaksanakan Kehendak Bapa, sebagaimana dilakukan Yesus Kristus, yakni memenuhi sikap belas kasih, mengatasi hukum dan kewenangan, sehingga dengan rendah hati menengadahkan hati berdoa, demi kasih sayang kepada seluruh anak-anak Allah. Marilah kita memohon Roh Kristus, untuk bersikap serupa dengan Raimundo, memang menjaga pranata, namun terutama mendasarinya dengan kerendahan hati, yang mengintegrasikan semua rekan dalam membangun Paguyuban Umat Beriman, karena iman kepada Kristus, Anak Bapa. Santo Raimundo, doakanlah kami.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s