Engkau akan Menjadi Saksi-Ku Sampai ke Ujung Bumi!

Audiensi Bapa Paus: Menjalani segala pencobaan dengan berpegang teguh pada Kristus
Paus Fransiskus melanjutkan Audiensi Umum mingguannya pada hari Rabu setelah liburan Natal, melanjutkan katekese mengenai Kisah Para Rasul.

Sebuah tahun yang baru namun masih tetap melanjutkan katekese mengenai Kisah Para Rasul. Para peziarah dan wisatawan bergabung dengan Paus Fransiskus di Aula Paulus VI pada hari Rabu untuk mendengarkannya mengisahkan Injil ini, mengenai Santo Paulus yang melanjutkan perjalanannya tidak hanya melalui darat tetapi juga melalui laut.

Paus ingat bagaimana Paulus, yang saat itu adalah seorang tahanan, dibawa dengan kapal ke Roma, ke pusat Kekaisaran, sehingga firman dari Dia Yang Bangkit dapat direalisasikan: “Engkau akan menjadi saksi-Ku… sampai ke ujung… bumi”.

Paus menjelaskan bagaimana pada saat meninggalkan Kreta, perjalanan menjadi berbahaya dan kapal mereka karam; tetapi Santo Paulus membesarkan hati semua orang di kapal itu agar tidak takut.

Penyertaan Allah
Paus Fransiskus mencatat bahwa saat mendarat di Malta, orang-orang dari kapal tersebut turun dan mendapatkan sambutan yang hangat, tetapi mereka tidaklah selalu aman tanpa bahaya saat berada di sana. Paulus sendiri digigit ular beludak tetapi dia tidak terluka dan dia kemudian menyembuhkan banyak orang di pulau itu.

Paus menunjukkan bahwa perjalanan laut Paulus dapat berfungsi sebagai sebuah simbol penyertaan Allah yang penuh kasih pada kita melalui perjalanan kita dari kematian ke kehidupan di perairan pembaptisan.

“Seorang Kristiani yang ‘dicobai’ pasti dapat menjadi lebih dekat dengan mereka yang menderita, karena pencobaan membuat hatinya terbuka dan peka untuk dapat memiliki solidaritas kepada orang lain.”

Melalui pencobaan-pencobaan dengan berpegang teguh pada Kristus
Paulus mengajar kita untuk menjalani pencobaan dengan tetap berpegang teguh pada Kristus, “untuk menumbuhkan ‘keyakinan bahwa Allah dapat bertindak dalam keadaan apa pun, bahkan di tengah-tengah yang tampak seperti kegagalan’ dan ‘kepastian bahwa mereka yang memberi dan mempersembahkan diri mereka kepada Tuhan karena cinta pasti akan berbuah’”.

Sebagai penutup katekese, Paus berdoa semoga Tuhan akan “mendukung kita dalam pencobaan kita sendiri dan membuka hati kita bagi mereka yang dewasa ini mengalami kapal yang karam dan akhirnya dapat tiba dengan selamat di pantai kita.”

08 Januari 2020
Oleh: Lydia O’Kane
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s