Misionaris: Mengalahkan Dunia dengan Kasih

Renungan Harian Misioner
Kamis, 9 Januari 2020
P. S. Andreas Korsini
1Yoh. 4:19 – 5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a

Renungan Misioner dari Yung-Fo,

Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama adalah hal yang utama dalam hidup setiap pengikut Kristus. Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama di dalam iman kita adalah Perintah & Hukum Yang Terutama: The Great Commandment! Setiap pengikut Kristus, tanpa kecuali, wajib menghayati dan melaksanakan Hukum Cinta-kasih ini!

1. Kasih melahirkan misionaris & tugas-perutusan
Kebenaran tentang Kasih ini berlaku mulai dari pribadi, hidup dan karya-karya Yesus, yang selanjutnya diwariskan secara komunal kepada Gereja (Persekutuan Kaum Beriman Kristiani) dan secara personal kepada setiap pengikut Kristus.

Firman Tuhan di dalam kedua bacaan hari ini bahwa menunjukkan kasih itu pertama-tama datang dari Allah. Allah dengan kasih-Nya yang terarah kepada manusia menjadikan manusia itu hidup di dalam persekutuan dengan Allah, dan selanjutnya di dalam semangat kasih dan komunio dengan Allah ini, setiap pengikut Kristus mendapatkan mandat untuk (a) hidup di dalam kasih terhadap dirinya sendiri, (b) hidup dalam kasih terhadap sesama manusia dan ciptaan lainnya, dan (c) membawa manusia dan ciptaan lainnya kepada persekutuan kasih dengan Allah, untuk (d) menghidupi dan melanjutkan ketiga cara hidup di dalam poin a, b, c tersebut. Begitulah kasih Allah “melahirkan misionaris,” yang menerima panggilan untuk hidup di dalam persekutuan dengan Allah, dan selanjutnya “melahirkan tugas-perutusan,” yang memberi perintah kepada sang misionaris ini, untuk mengasihi sesama dan membawa mereka untuk menerima kasih Allah yang sama itu.

2. Pengalaman Yesus
Pengalaman Yesus yang dihadirkan kepada kita dalam bacaan Injil hari ini, ketika Dia membacakan nubuat nabi Yesaya dan menegaskan bahwa nubuat tersebut telah digenapi di dalam diri-Nya (Luk. 4:17-21), menunjukkan bahwa aneka tugas perutusan-Nya yang memenuhi nubuat Nabi Yesaya dalam Luk. 4:18-19 itu mengalir dari persekutuan-Nya dengan Allah. Roh Allah ada pada-Nya dan Dia diurapi oleh Roh itu, untuk melaksanakan tugas-perutusan: (a) menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, (b) memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, (c) memulihkan penglihatan kepada orang-orang buta, (d) membebaskan orang-orang yang tertindas, (e) memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Bagi Yesus, aneka bentuk tugas-perutusan dalam poin a-e ini sekaligus merupakan wujud kasih-Nya kepada sesama manusia, yang Dia lakukan sebagai aplikasi kasih-Nya kepada Allah. Kasih Allah mengurapi Yesus dengan Roh Allah dan memberi-Nya perutusan kepada sesama manusia, terutama kepada mereka yang miskin dan menderita. Demikian kasih Allah melahirkan Yesus sebagai misionaris utama, dan memberi-Nya tugas-perutusan untuk mewujudkan kasih itu kepada sesama manusia.

2. Pengalaman Para Murid-pengikut Yesus
Sebagaimana halnya dengan Yesus, proses yang sama berlaku juga bagi para murid & pengikut-Nya. Rasul Yohanes menegaskan dalam bacaan pertama hari ini, “kita harus mengasihi Allah, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yoh. 4:19). “Kita dikasihi oleh Allah,” dapat kita katakan sebagai tahap di mana kita, sebagai para murid dan pengikut Yesus, diterima masuk ke dalam persekutuan kasih dengan Allah, tahap di mana kita dilahirkan untuk hidup di dalam kasih Allah, yang aplikasi atau perwujudannya membawa kita masuk ke dalam hubungan dengan sesama. Inilah juga tahap kelahiran kita sebagai misionaris!

Tahap kelahiran kita sebagai misionaris ini selanjutnya diikuti dengan kelahiran tugas-perutusan, di mana kita seperti Yesus, menerima mandat untuk membagikan persekutuan kasih kita dengan Allah itu dalam berbagai wujud tindakan kasih kepada sesama manusia (Bdk. Luk. 4:18-19). Dalam ungkapan Rasul Yohanes, “Barangsiapa yang mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh. 4:21). Seperti Tuhan kita Yesus Kristus, yang hidup dalam persekutuan kasih dengan Bapa-Nya lalu mewarisi Roh-Nya, dan menerima perutusan untuk berbagi kasih kepada sesama manusia, demikianlah juga kita para murid dan pengikut-Nya. Kita menerima kelahiran baru, untuk hidup dalam persekutuan kasih dengan Allah, dan diutus untuk membawa sesama kita supaya merekapun menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, untuk dapat masuk dan hidup di dalam persekutuan kasih dengan Allah ini!

3. Mengalahkan dunia dengan kasih Allah
Dunia kita dewasa ini adalah dunia yang diwarnai oleh permusuhan, fitnah dan ujaran kebencian. Dunia dewasa ini membenarkan gambaran biblis sebagai “dunia yang tidak mengenal Allah,” (Yoh. 1:10-11; 1 Yoh. 3:1; 4:6.). Ke dalam dunia yang tidak mengenal Allah, yang adalah Kasih itu sendiri (1 Yoh. 4:8), ke dalam dunia seperti inilah kita dipanggil untuk (a) hidup dalam persekutuan kasih dengan Allah, dan (b) untuk menghadirkan kasih Allah yang diam di dalam diri kita kepada sesama. Inilah tugas-perutusan kita kepada dunia dan umat manusia, suatu tugas perutusan yang digambarkan seperti domba yang masuk ke tengah kawanan serigala (Mat. 10:16).

Demikian, pewartaan tentang kasih akan berhadapan secara frontal dengan pilihan dunia yang menyukai permusuhan, fitnah, hoaks, ujaran kebencian, perang dan lain sebagainya. Dan sebagaimana Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah menyerah terhadap dunia, melainkan memberikan diri-Nya dan hidup-Nya untuk menyelamatkanya, demikian juga kita para murid dan pengikut-Nya. Kita telah dilahirkan untuk hidup di dalam persekutuan kasih dengan Allah, dan karena itu marilah kita mengalahkan dunia dengan iman dan dengan kasih yang berasal dari Allah sendiri, (1 Yoh. 4:4 dan 5:4-5). Amin! (PMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s