Tidak Berbuat Baik adalah Kejahatan!

Homili Paus: ‘seseorang yang berkata dia mencintai Tuhan tetapi tidak mencintai saudaranya adalah seorang pembohong’
Paus Fransiskus merayakan Misa di Casa Santa Marta dan merenungkan bagaimana cinta diungkapkan melalui tindakan nyata.

Paus Fransiskus merenungkan bacaan liturgi hari itu, yang diambil dari Surat Pertama Rasul Yohanes, yang berfokus pada topik cinta.

Rasul Yohanes mengerti apa itu cinta, dia mengalaminya, dan ketika dia masuk ke dalam hati Yesus, dia mengerti bagaimana wujud cinta itu. Dalam Suratnya, Rasul Yohanes memberi tahu kita bagaimana kita mencintai dan bagaimana kita telah dicintai.

Tuhan mencintai kita terlebih dahulu
Pertama-tama, adalah fakta bahwa “Kita mencintai Tuhan karena Ia terlebih dahulu mencintai kita.”

Cinta, berasal dari Tuhan: “Aku mulai mencintai, atau aku bisa mulai mencintai karena aku tahu bahwa Dia terlebih dulu mencintaiku”. Dan, “Jika Dia tidak mencintai kita, kita tentu tidak mampu mencintai.”

“Jika seorang anak yang baru lahir dapat berbicara, dia pasti akan mengungkapkan fakta bahwa dia merasa dicintai oleh orang tuanya. Orang tua mencintai anak mereka sama seperti Tuhan mencintai kita… Dia mengasihi kita terlebih dahulu. Dan ini kemudian melahirkan dan meningkatkan kesanggupan kita untuk mencintai.”

Dan Rasul Yohanes menganalisa kata ‘pembohong’ yang, dengan jelas didefinisikan dalam Alkitab sebagai “jalan setan”, ‘Pembohong Besar’, seperti yang dikatakan oleh Perjanjian Baru kepada kita, ‘bapak segala dusta’.

Jadi, “jika kamu berkata kamu mencintai Tuhan namun masih membenci saudaramu, perkataan dan perbuatanmu tidak sejalan: kamu pembohong.”

Banyak, yang menemukan pembenaran untuk tidak mencintai: “Ada yang bilang ‘Saya sebenarnya tidak membenci, tetapi ada banyak orang yang menyakiti saya, atau orang-orang yang tidak dapat saya terima karena mereka kurang ajar atau kasar.”

Bapa Paus menggarisbawahi sifat cinta konkret yang ditunjukkan oleh Yohanes ketika dia menulis “siapa pun yang tidak mencintai saudara yang kelihatan tidak dapat mencintai Allah yang tidak kelihatan.”

“Jika Anda tidak mampu mencintai orang, dari yang terdekat sampai yang terjauh, Anda tidak bisa mengatakan pada kita bahwa Anda mencintai Tuhan: Anda pembohong.”

Terlibat
Paus Fransiskus kemudian merenungkan aspek lain yang dapat menghentikan orang dari cinta: keinginan mereka untuk tidak “mencampuri” dalam kehidupan orang lain. Ini juga, tidak baik, karena cinta “mengekspresikan dirinya dengan berbuat baik.”

Cinta sejati, diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari, dengan segala permasalahannya, ungkapan cinta kasihnya dan juga ketidaksukaannya.

Paus mengutip dari St. Albert Hurtado, ‘Tidak berbuat jahat adalah baik, namun tidak berbuat baik adalah kejahatan’, cinta sejati, “harus menuntunmu untuk berbuat baik, mengotori tanganmu dalam karya cinta.”

Melalui iman kita dapat menaklukkan dunia
Paus Fransiskus mengakui untuk menyimpulkan homilinya, bahwa hal ini tidak mudah, tetapi melalui iman selalu ada kemungkinan untuk menang di atas mentalitas “yang mencegah kita dari mencintai”.

Jalan iman adalah jalan yang tidak dilakukan oleh mereka yang acuh tak acuh, yang mencuci tangan mereka dari masalah, yang tidak ingin ikut campur untuk membantu, yang mengatakan mereka mencintai Tuhan tetapi tidak mencintai sesama mereka.

“Semoga Tuhan mengajari kita kebenaran ini: pengetahuan bahwa kita telah dikasihi terlebih dahulu dan keberanian untuk mengasihi saudara kita.”

10 Januari 2020
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s