Misionaris Mengarahkan Orang untuk Mendapatkan Pertolongan Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis, 16 Januari 2020
P. S. Priscila, S. Honoratus
1Sam. 4:1-11; Mzm. 44:10-11,14-15,24-25; Mrk. 1:40-45

Renungan Misioner dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih, shalom!
Sukacita persekutuan kita dengan Allah, secara liturgis “telah berakhir” dengan Perayaan Pembaptisan Tuhan pada Minggu: 12 Januari 2020. Selanjutnya, kita akan menghayati dan mengamalkan serta berbagi kegembiraan karena persekutuan kita dengan Kristus, Sang Imanuel itu, di dalam Liturgi sepanjang hari-hari Masa Biasa Tahun A/II, yang hari ini memasuki hari yang ketiga.

Mengikuti Amanat Pembaptisan Yesus, sebagai contoh sekaligus sebagai sarana sakramental bagi manusia untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah lewat Sakramen Baptis, kita mewarisi dua poin dari pembaptisan Tuhan kita Yesus Kristus. Pertama, bahwa baptisan Tuhan oleh Yohanes itu bertujuan untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah” (Mat. 3:15). Kedua, sebagai orang yang dibaptis, arah hidup Yesus adalah menghayati hidupnya sebagai “orang yang dikasihi Allah”, dengan cara hidup yang “berkenan kepada Allah” (Mat. 3:17). Sejalan dengan amanat Pembaptisan Yesus ini, maka hari-hari sepanjang Masa Biasa Tahun A/II ini, di mana kita, sebagai pengikut Kristus, lalu menjadi hari-hari untuk mengatur hidup kita sebagai (a) orang-orang yang menggenapi seluruh kehendak Allah, dengan (b) mengusahakan hidup yang berkenan kepada Allah, (c) sebagai tanggapan kita terhadap kasih-Nya. Baptisan Kristus pada akhir Masa Natal memberi arah hidup dengan hal-hal yang harus kita usahakan sepanjang Masa Biasa Tahun A/II ini!

1. Belajar dari pengalaman Umat Israel
Israel adalam Umat atau Bangsa Pilihan Allah. Untuk bangsa itu, berbagai hal telah dilakukan Allah agar supaya mereka hidup dengan baik dan benar dalam status istimewa sebagai Umat/Bangsa Terpilih itu. Bahkan Allah menjamin untuk menyertai Israel, Umat-Nya ini, sesuai yang dijanjikan-Nya kepada Abraham, nenek-moyang bangsa ini (bdk. Kidung Maria dalam Lukas 1:46-55).

Namun, ketika membaca Firman Tuhan dalam bacaan pertama hari ini, ketika Israel sedang dalam peperangan melawan orang Filistin, dan mereka terpukul kalah. Mereka kemudian ingat akan Tuhan, lalu menjemput Tabut Perjanjian Allah ke medan perang. Tetapi sekali lagi mereka kalah, dan bahkan Tabut Perjanjian, lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya itu dirampas dari mereka (1 Sam. 4:2.4.11).

Pengalaman “kekalahan Israel” ini menyadarkan kita, bahwa sekalipun Allah senantiasa menyertai kita, sesuai dengan nama-Nya yang IMANUEL itu, namun toh kita masih saja mengalami hal-hal buruk di dalam kehidupan kita. Mengapa? Nampaknya bahwa orang Israel “gagal” untuk mengatur hidup mereka sebagai orang-orang yang berkenan kepada Allah. Ketika maju ke medan perang, jelas mereka mengandalkan kekuatan sendiri. Setelah terpukul kalah, baru mereka ingat akan Allah dan lari meminta pertolongan kepada-Nya. Sepertinya mereka mencari Tuhan, hanya sejauh mereka memerlukan pertolongan-Nya saja. Kita ingat kasus 9 orang Yahudi dalam kisah penyembuhan ke-10 orang kusta dalam Lukas 17:11-19. Setelah keperluan mereka dipenuhi, mereka langsung menghilang dari Yesus, kecuali seorang Samaria!

2. Belajar dari pengalaman seorang penderita kusta
Di dalam bacaan Injil, seorang kusta datang kepada Yesus memohon pertolongan-Nya. Orang kusta itu dengan rendah hati meminta kepasa Yesus, katanya: “Kalau Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (Luk. 5:12). Orang kusta ini ingin sembuh, tetapi dia menempatkan keinginannya itu di bawah kehendak Allah. Bagi si kusta ini, yang utama bukanlah kehendaknya, tetapi kehendak Allah. Dan ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah itu. Sikap dan pilihannya yang mengutamakan kehendak Allah inilah, yang mendapatkan belas-kasih Yesus, yang langsung menyembuhkannya dan memintanya untuk menghadap imam guna melengkapi proses pentahirannya (Luk. 5:12-14).

3. Mengarahkan orang untuk mendapatkan pertolongan Allah
Tuhan Allah kita telah menghadirkan diri-Nya kepada kita sebagai Imanuel. Rahmat dan berkat serta pertolongan-Nya senantiasa terarah kepada kita. Melalui Yesus, Firman-Nya yang telah menjadi manusia itu, Allah telah mengundang dan memberi kesempatan kepada kita, untuk menjadi serupa dengan Yesus, Putera-Nya itu. Ia menghendaki agar kita berusaha untuk (a) menggenapkan seluruh kehendak-Nya menurut teladan Yesus Kristus sendiri. Ia juga (b) mengasihi kita, dan (c) menginginkan supaya kita mengatur hidup kita sedemikian, sehingga “berkenan kepada-Nya.”

Mengarahkan orang-orang untuk menghayati ketiga “cara hidup” yang lahir dari Amanat Pembaptisan Yesus tersebut di atas, itulah pokok pewartaan kita sebagai para misionaris Kerajaan Allah, sepanjang hari-hari dalam Masa Biasa Tahun A/II ini. Catatan dari Firman Tuhan untuk kita, dalam upaya ini, ialah (a) supaya kita tidak sombong dan mengandalkan kekuatan kita sendiri, dan baru mencari Tuhan ketika kita memerlukan Dia, tetapi setelah kita memperoleh apa yang kita cari, kita meninggalkan Dia. (b) Supaya kita sungguh-sungguh menanggapi kasih Allah, dengan mengatur hidup dan perjuangan kita sedemikian rupa, sehingga semuanya berkenan kepada Allah. Amin! (PMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

One thought on “Misionaris Mengarahkan Orang untuk Mendapatkan Pertolongan Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s