Mereka Sudah Mendengar Apa yang Dilakukan Yesus!

Renungan Harian Misioner
Kamis, 23 Januari 2020
P. S. Emerensiana, S. Ildephonsus
1Sam. 18:6-9; 19:1-7; Mzm. 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk. 3:7-12

Bacaan Injil hari ini (Mrk. 3:7-12) mengisahkan bagaimana Yesus dicari dan diikuti semakin banyak orang. Yesus mulai tampil dan berkarya di hadapan umum sesudah Yohanes dipenjarakan oleh Raja Herodes. Yesus muncul sebagai pemberita dan pengajar ketika Ia pertama kali memulai karya-Nya di hadapan umum. Berita dan ajaran yang disampaikan oleh Yesus tentu didengar oleh banyak orang. “Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat” (Mrk. 1:21-22). Namun, penulis injil Markus tidak menyebut seorang pun, yang setelah mendengarkan pewartaan dan ajaran Yesus saat itu, langsung mau mengikuti-Nya pula. Setelah mengusir roh jahat dari seorang di rumah ibadat (Mrk. 1:23-28), Yesus menjadi terkenal. Sejak saat itu, Yesus terus dicari, didatangi dan dikerumuni orang. Bacaan Injil hari ini memberitakan bahwa Yesus diikuti oleh orang-orang yang datang dari segala penjuru. Di antara para pengikut itu terdapat pula orang dari selatan (Yudea, Idumea), dari Utara (Tirus dan Sidon), dan dari Timur (seberang Yordan).Banyak orang datang untuk bertemu dengan Yesus. Mereka ingin disembuhkan oleh Yesus dan berharap agar Yesus mengusir roh-roh jahat dari mereka. Keinginan mereka untuk disembuhkan oleh Yesus sungguh terwujud. Roh-roh jahat pun jatuh tersungkur di hadapan Yesus dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah.

Orang-orang yang mencari dan mendatangi Yesus sepertinya tidak berminat untuk mengenal siapa Yesus yang sebenarnya. Yang menjadi pusat perhatian mereka adalah apa yang dilakukan Yesus, yakni tindakan Yesus menyembuhkan orang-orang sakit. Sikap kebanyakan orang yang mengerumuni Yesus berbeda dengan roh-roh jahat. Mereka tidak mengenal siapa Yesus. Sementara itu, roh-roh jahat berteriak, “Engkaulah Anak Allah” (Mrk. 3:11), justru membuka identitas Yesus sebagai Anak Allah. Namun Yesus melarang roh jahat memberitahukan siapakah diri-Nya yang sesungguhnya.

Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? Pertama, Yesus didatangi dan dikerumuni orang-orang yang memandang diri-Nya sebagai penyembuh semata-mata. Mereka bukanlah orang-orang yang mencintai Yesus atau orang-orang yang mengenal dan mengakui Yesus sebagai Anak Allah. Namun, orang-orang sakit itu didekati-Nya dengan kasih. Yesus tidak dikenal dan tidak dikasihi, tetapi Ia tetap mengasihi mereka. Yesus selalu penuh belas kasihan terhadap semua orang yang bernasib malang, termasuk mereka yang mengalami sakit-penyakit dan dikuasai roh jahat. Kita pun diajak untuk tidak mengasihi atau berbuat baik hanya terhadap orang-orang yang memuji karya-karya kita, yang mengagumi pelayanan kita, yang mengenal dan mencintai kita, melainkan kita diajak untuk tetap berbelas kasih kepada siapa saja yang malang dan tidak beruntung dalam kehidupan ini. Kita cenderung untuk berbuat baik dan mengasihi orang-orang yang memuji dan mengagumi kita, orang-orang yang berjasa mengharumkan nama kita, orang-orang yang membuat kita terkenal.

Kita bisa belajar dari Yesus yang meski banyak membantu orang, dicari dan dikerumuni banyak orang dari berbagai penjuru, Ia tidak ingin dipuji oleh orang. Yesus tetap menampilkan sikap rendah hati. Kedua, orang yang ber-roh jahat membenci Yesus dan menyembah-Nya karena terpaksa saja. Pengakuan akan identitas Yesus sebagai Anak Allah, tidak membuat Yesus berkompromi dengan kuasa kejahatan. Kelompok roh-roh jahat dibungkam oleh Yesus dengan tegas. Yesus mengasihi manusia yang kerasukan roh jahat, tetapi Ia bersikap tanpa kompromi terhadap roh jahat sendiri. Meskipun roh itu menyatakan kebenaran akan identitas Yesus sebagai Anak Allah, namun tujuan ia menyatakan kebenaran tak pernah lurus. Kita pun diajak untuk tidak berkompromi dengan yang jahat meski kita diagung-agungkan, dikagumi, dihormati atau dibuat terkenal oleh mereka. Kita tidak dipanggil untuk menjadi terkenal, sebaliknya kita dipanggil untuk menjadi rendah hati karena di atas kerendahan hati itulah kasih bertumbuh subur dan berbuah. Kecenderungan kita untuk dipuji, dikagumi dan diakui oleh orang lain dapat membuat kita mudah berkompromi dengan kejahatan dan terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan yang merugikan dan menyengsarakan orang-orang yang hidup bersama kita. Begitu banyak orang yang demi popularitas diri telah mengorbankan martabat dan sesamanya, martabat dirinya sendiri, bahkan mengabaikan Tuhan.

Oleh karena itu, jangan kita jadikan pujian dan kekaguman dari orang lain sebagai alasan untuk mengasihi mereka dan jangan berkompromi dengan kejahatan kendati kita dipuji dan dikagumi oleh mereka. Apabila kita sebagai pengikut Yesus berjuang untuk melakukan seperti yang dilakukan Yesus, semakin banyak orang yang akan mencari, mendatangi, mengerumuni dan mengikuti Yesus. Bahkan lebih dari itu, semakin banyak orang yang akan mengakui Yesus sebagai Anak Allah karena mereka sudah melihat apa yang dilakukan Yesus terhadap mereka melalui tindakan kasih kita. Semoga kita tulus mengasihi sesama dan tetap bersikap rendah hati!

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s