Fakta: Setiap Orang Berharga Bagi Allah

Paus di Audiensi: Berikan kepada para migran keramahtamahan yang sama dengan yang pernah diterima St. Paulus
Mendedikasikan Katekese untuk “keramahtamahan” – tema Pekan Doa untuk Persatuan Kristiani tahun ini – Paus Fransiskus mendorong umat beriman untuk menjadi seperti orang-orang Malta, yang menyambut dan menerima Santo Paulus dan rekan-rekannya di saat-saat sulit, karena mereka terdampar di pulau itu.

Paus Fransiskus mendesak perempuan dan laki-laki yang memiliki niat baik untuk mempromosikan dan mempraktikkan budaya penyambutan, khususnya terhadap para migran yang rentan dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Bapa Paus mengecam kebijakan pemerintah baru-baru ini yang telah menolak akses dari kapal-kapal migran di Mediterania untuk bisa sampai ke pelabuhan yang aman.

Berbicara selama Audiensi Umum pada hari Rabu, Paus merujuk pada bagian dalam Kisah Para Rasul di mana kapal Santo Paulus karam di pulau Malta. Paus membandingkan Santo Paulus dan teman-temannya dengan para migran masa kini. Keramahan yang mereka terima dari orang-orang Malta, mencerminkan kasih Allah.

Hari ini, lautan tempat Paulus dan rekan-rekannya dihancurkan, sekali lagi, merupakan tempat berbahaya bagi kehidupan para pelaut lainnya. Di seluruh dunia, migran perempuan dan laki-laki menghadapi pelayaran yang berisiko untuk melarikan diri dari kekerasan, untuk menghindari perang, untuk keluar dari kemiskinan.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa berkali-kali, seperti yang dilakukan Paulus dan rekan-rekannya, mereka yang bepergian mengalami ketidakpedulian; permusuhan gurun, sungai, laut…” Sering kali orang-orang tidak mengizinkan mereka untuk berlabuh di pelabuhan”.

Keramahtamahan
Tema yang dipilih untuk Pekan Doa untuk Persatuan Kristiani tahun ini adalah “keramahtamahan”. Menjadi saudara dan saudari dalam Kristus berarti saling mengenali satu sama lain. Hanya dengan cara ini, keramahtamahan dapat menjadi “kebajikan ekumenis yang penting”. Cinta Tuhan tercermin melalui gerakan penuh perhatian. Santo Paulus dan teman-temannya diberi perlindungan dari hujan, makanan, dan api agar tetap hangat.

Setelah mencapai daratan, mereka mengalami sesuatu yang baru: ‘kemanusiaan langka’ ini, setelah kekejaman lautan.

Keramahtamahan ekumenis, menuntut keinginan untuk mengetahui pengalaman apa yang dimiliki orang Kristiani lainnya tentang Allah. Sebagai orang Kristiani, kita harus belajar “bekerja bersama untuk menunjukkan kepada para migran” cinta kasih Tuhan ini. “Kita harus memberikan kesaksian akan fakta bahwa setiap orang berharga bagi Allah dan dikasihi oleh-Nya”.

Akhirnya, Paus Fransiskus mendesak umat beriman yang berkumpul untuk “bekerja bersama untuk mempraktikkan keramahtamahan, terutama bagi mereka yang hidupnya paling rentan” karena ini akan “akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, murid yang lebih baik, dan orang-orang Kristiani yang lebih bersatu”.

22 Jan 2020
Oleh: Francesca Merlo
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s