Ketaatan pada Allah Mengatasi Nafsu Berkuasa

Renungan Harian Misioner
Jumat, 24 Januari 2020
P. S. Fransiskus dr Sales
1Sam. 24:3-21; Mzm. 57:2,3-4,6,11; Mrk. 3:13-19

St. Fransiskus dari Sales adalah Uskup dan Pujangga Gereja, yang menjadi pelindung umat Katolik yang melayani bidang komunikasi. Mereka menjadi pelindung para Pewarta: menyebarluaskan Sang Kebenaran. Mereka tidaklah sekedar menyiarkan perintah atau anjuran sesuai dengan selera pribadinya, melainkan mewartakan Kabar Gembira, yang sudah ‘dikontemplasikan dengan sungguh-sungguh’, dan hal itu tidak dengan merendahkan apa yang dirumuskan dan diajarkan Gereja, melainkan sesuai dengan bimbingan Paguyuban Umat Beriman. Bila melihat zaman sekarang, setiap hal yang disebarluaskan, dalam waktu satu dua menit sudah akan menyebar dan betapa amat merugikan mereka yang sungguh mencari Sang Kebenaran, apabila ternyata bertentangan dengan Kebenaran atau Ajaran Gereja atau Keputusan Konsili.

Pada bacaan pertama, kisah agung di sini menunjukkan betapa orientasi dasar relasi-relasi politis orang yang beriman kepada Tuhan, pengambilan keputusan dan bahkan penentuan nasib ‘hidup-mati’ orang tidaklah ditentukan oleh kekuatan pedang, kekuasaan organisasi, kewenangan konstitusional, melainkan “oleh keyakinan iman, bahwa Allah akan menyelamatkan semua orang, yang berbakti kepada-Nya”. Itulah yang diambil oleh Daud, yang pada saat peristiwa itu, malah tidak mempunyai kekuasaan dan kewenangan yuridis konstitusional, tetapi memiliki suara hati, yang mengunggulkan Kebenaran yang dari Allah. Saul mau menyingkirkan Daud, karena kemurkaan manusiawi, ternyata Daud mendapat peluang untuk menghancurkan Saul dari sudut posisi manusiawinya; tetapi Daud tidak melakukannya, sebaliknya: ia mengembalikan pengurapan Allah sesuai dengan Kehendak Allah. Ketaatan kepada Allah mengatasi nafsu berkuasa.

Dalam bacaan Injil kita dapat melihat kekuasaan yang dikaruniakan Tuhan kepada para murid, adalah untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah dan menjadi saksi Kristus. Kritik Paus Fransiskus kepada banyak pemuka Gereja dan pemimpin Tarekat serta pemimpin awam Gereja pada umumnya, adalah menggantikan Kebijakan Allah, yang harus dilaksanakan demi kemuliaan Allah, dengan menyiarkan pendiriannya sendiri, seakan-akan kepemimpinan organisatoris cukup, guna menjalankan pengutusan-kerasulan dalam nama Allah.

Seluruh permenungan hari ini mengundang kita semua, melanjutkan semangat sejati Perjanjian lama untuk menjunjung tinggi Kekuasaan Allah di atas segala kekuasaan duniawi; melaksanakan pengutusan kerasulan Kristus untuk mewartakan Sang Kebenaran, bukannya pengetahuannya sendiri; mengintegrasikan diri ke dalam Gereja sehingga menjadi Pewarta dalam Gereja mengabdi Sang Pewarta Agung, Putera Allah, bukannya kewenangan organisatoris manusiawi.

Marilah kita berdoa: “Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus…”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s