Bertobatlah – Ubah Hidupmu!

Paus dalam Misa: ‘Sediakan ruang dalam hidupmu bagi Firman Tuhan’
Paus Fransiskus mengatakan bahwa kita membutuhkan Firman Tuhan agar kita dapat mendengar, di tengah ribuan kata lain dalam kehidupan kita sehari-hari, satu kata yang berbicara kepada kita bukan tentang hal-hal biasa, namun tentang kehidupan. Panggilannya ini diserukannya kepada umat beriman selama Misa Kudus untuk merayakan hari Minggu pertama Sabda Allah.

Paus Fransiskus merayakan Misa Kudus pada ‘Minggu Sabda Allah’, mendesak orang-orang Kristiani untuk menyediakan ruang dalam kehidupan mereka bagi Kitab Suci.

Minggu, 26 Januari, menandai peringatan baru yang ditetapkan oleh Bapa Paus dalam Motu Proprio “Aperuit illis“, yang akan dirayakan setiap tahun pada hari Minggu ketiga di Masa Biasa, dan didedikasikan untuk perayaan, pembelajaran, serta penyebaran Firman Tuhan.

Bapa Paus memulai homilinya dengan perenungan tentang Injil Matius yang memperkenalkan pelayanan Yesus: “Dia yang adalah Firman Allah telah datang untuk berbicara dengan kita, dalam kata-kata-Nya dan dengan hidup-Nya sendiri.”

“Mari kita menghampiri akar dari khotbah-Nya, ke sumber dari kata kehidupan,” yang “membantu kita untuk mengetahui bagaimana, di mana dan kepada siapa Yesus mulai berkhotbah.”

Memerhatikan bahwa pelayanan Yesus dimulai dengan kalimat yang sangat sederhana: “Bertobatlah, karena Kerajaan Allah sudah dekat”, Paus menjelaskan bahwa ini adalah pesan utama dari semua khotbah Yesus.

Kalimat itu memberitahu kita bahwa Tuhan sudah dekat, bahwa Dia telah turun ke bumi dan menjadi manusia, Dia meruntuhkan tembok dan memperpendek jarak bukan karena jasa dari diri kita.

Tuhan datang mengunjungi kita karena Dia mencintai kita
Paus berkata, “Ini adalah pesan yang menggembirakan: Tuhan datang untuk mengunjungi kita secara pribadi, dengan menjadi manusia,” dan Dia melakukannya bukan karena tugas, melainkan karena cinta.

“Tuhan mengambil sifat manusiawi kita karena Dia mengasihi kita dan ingin memberi kita keselamatan yang mana tak dapat kita capai sendirian tanpa bantuan. Dia ingin tinggal bersama kita dan memberi kita keindahan hidup, kedamaian hati, kegembiraan pengampunan dan perasaan dicintai.”

Ini membantu kita, untuk memahami tuntutan langsung yang Yesus buat: “Bertobat”, dengan kata lain, “Ubah hidupmu”.

Itu adalah undangan untuk hidup dengan sebuah cara baru, saatnya untuk hidup dengan dan untuk Tuhan, “dengan dan untuk orang lain, dengan dan untuk cinta.”

Yesus berbicara kepada kita, meminta kita untuk mengizinkan-Nya memasuki hidup kita.

Dia menggambarkan kata-kata-Nya sebagai semacam “surat cinta” yang dituliskan-Nya kepada kita masing-masing untuk membantu kita memahami bahwa Dia ada di pihak kita.

“Kata-kata-Nya menghibur dan menyemangati kita. Pada saat yang sama kata-kata itu menantang kita, membebaskan kita dari ikatan keegoisan kita dan memanggil kita untuk bertobat. Karena firman-Nya memiliki kekuatan untuk mengubah hidup kita dan untuk menuntun kita keluar dari kegelapan menuju terang.”

Firman Keselamatan memasuki tempat yang paling tidak jelas dalam hidup kita
Paus Fransiskus melanjutkan dengan menunjukkan bahwa Yesus memulai khotbah-Nya di tempat-tempat yang pada saat itu dianggap “dalam kegelapan,” seperti halnya Galilea pada waktu itu.

Di sini ada pesan untuk kita: firman keselamatan tidak pergi mencari tempat yang tidak tersentuh, bersih dan aman. Sebaliknya, firman itu memasuki tempat-tempat yang kompleks dan tidak jelas dalam kehidupan kita.”

Tuhan, “ingin mengunjungi tempat-tempat yang kita pikir tidak akan pernah Ia kunjungi. Namun seberapa sering kita menjadi orang-orang yang menutup pintu, lebih memilih untuk tinggal dalam kebingungan kita, sisi gelap kita dan kebohongan kita yang tersembunyi.”

Bapa Paus mencatat bahwa begitu sering kita mendekati Tuhan dengan “doa-doa hafalan, bersikap waspada agar kebenaran-Nya tidak menggerakkan hati kita,” tetapi Bapa Paus mengingatkan orang-orang beriman bahwa “Yesus pergi ke seluruh Galilea memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menyembuhkan setiap penyakit dan setiap kelemahan.”

Paus menegaskan bahwa Yesus tidak takut “untuk menjelajahi medan hati kita dan memasuki sudut yang paling berat dan paling sulit dalam hidup kita.”

Belas kasih-Nya saja yang dapat menyembuhkan kita, kehadiran-Nya saja yang dapat mengubah kita dan hanya firman-Nya yang dapat membarui kita.

Tuhan berbicara kepada semua orang
Akhirnya, Paus merenungkan fakta bahwa Yesus memilih untuk berbicara kepada orang-orang sederhana.

“Orang pertama yang dipanggil adalah nelayan: bukan orang yang dipilih secara hati-hati karena kemampuan mereka atau orang saleh yang berdoa di bait suci, tetapi orang biasa yang bekerja.”

Bapa Paus menjelaskan bahwa Yesus menggunakan bahasa yang mereka pahami dan bahwa kehidupan mereka “berubah saat itu juga.”

“Dia memanggil mereka di mana mereka berada dan sebagaimana adanya mereka, untuk menjadikan mereka pengikut di dalam misi-Nya,” dan mereka mengikuti-Nya, bukan karena mereka telah menerima perintah, melainkan “karena mereka ditarik oleh cinta.”

Perbuatan baik tidaklah cukup
Dan Bapa Paus berkata bahwa untuk mengikuti Yesus, hanya dengan perbuatan baik saja tidaklah cukup: “kita harus mendengarkan panggilan-Nya setiap hari.”

Itulah sebabnya, Paus Fransiskus menyimpulkan, kita membutuhkan kata-kata-Nya: “agar kita dapat mendengar, di tengah ribuan kata lain dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa ada satu kata yang berbicara kepada kita bukan tentang hal-hal biasa, namun tentang kehidupan.”

Dan Bapa Paus mendesak semua orang Kristiani untuk memberikan ruang dalam kehidupan mereka bagi Sabda Allah.

“Setiap hari, mari kita membaca satu atau dua ayat Alkitab. Mari kita mulai dengan Injil: “mari biarkan Alkitab terbuka di meja kita, kita bawa di saku kita, kita baca di ponsel kita, dan biarkan Firman itu menginspirasi kita setiap hari. Kita akan menemukan bahwa Tuhan ada dekat dengan kita, bahwa Dia mengusir kegelapan kita dan, dengan kasih yang besar, memimpin hidup kita ke perairan yang dalam.”

Setelah Misa, mereka yang hadir diberikan sebuah salinan Alkitab secara gratis sebagai tanda dorongan simbolis untuk menyediakan ruang, setiap hari, dalam kehidupan mereka bagi Firman Tuhan.

26 Jan 2020
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s