Iblis Menjadi Dalang Perpecahan

Renungan Harian Misioner
Senin, 27 Januari 2020
Peringatan S. Angela Merici
2Sam. 5:1-7,10; Mzm. 89:20,21-22,25-26; Mrk. 3:22-30

Ke mana pun Yesus pergi, banyak orang yang selalu mengikuti Dia. Karena Yesus banyak melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, orang berdosa pun bertobat setelah bertemu dengan Yesus. Begitu banyak hal yang luar biasa diperbuat-Nya, yang membuat resah para ahli Taurat. Mereka tidak mau mengakui kuasa Yesus, mereka menebar tafsir yang menyesatkan.

Mereka menuduh Yesus tidak waras, ahli-ahli Taurat mengatakan Yesus mengusir roh-roh jahat dengan kuasa Beelzebul dan dengan penghulu setan Ia mengusir setan. Kata Yesus: “Bagaimana iblis dapat mengusir Iblis?” Tidak mungkin iblis akan melawan sesama iblis. Yang sering terjadi hingga kini, iblis dapat memanfaatkan manusia untuk melawan sesama manusia. Mengubah karakter manusia menjadi karakter iblis.

Sering terjadi perpecahan dalam kelompok, komunitas bahkan Gereja, seseorang yang dimanfaatkan menjadi pengacau, pemecah-belah adalah orang dalam, sesama anggota/pengurus. Penyebabnya bisa bermacam hal/motivasi, bisa berawal karena iri-hati, persaingan tidak sehat, merasa diri paling benar/pintar/hebat, dsbnya.

Apa yang menyebabkan terjadinya perpecahan?
Pertama, Apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal (Mrk. 3:29). Seringkali orang tidak menyadari hidupnya sudah terlepas dari rahmat Tuhan, sehingga ia lebih memilih kegelapan daripada terang, lebih memilih berbuat dosa daripada berbuat baik. Tanpa disadari, hidupnya dikuasai setan.

Kedua, egoisme, kesombongan membuat orang tidak mau dikalahkan, tidak mau mengakui kesalahan karena akan merendahkan dirinya. Sifat setan tidak dapat merendahkan diri, bersikeras pada pendapatnya, tidak ada pengampunan.

Bagaimana mengatasinya?
Bacaan pertama hari ini, kita diajak belajar dari Daud, makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya (2 Sam. 5:10). Berkat penyertaan Tuhan, Daud menjadi pemersatu kerajaan Israel dan Yehuda. Keberhasilan tidak membuat Daud merasa hebat dan lupa diri, tetapi dia mengucap syukur dan memuji Allah atas semua yang diperbuat Allah baginya. Dia menyadari semua bisa terjadi karena campur tangan Allah.

Zaman now, kita diajak untuk terus menerus membina relasi dengan Yesus. Melalui sabda-Nya, menerima komuni suci setiap kali kita merayakan Ekaristi. Kita menyadari Yesus datang dengan penuh cinta agar kita mampu berbagi cinta kepada sesama. Membangun Kerajaan Allah yang mempersatukan umat-Nya, bukan memecah-belah, bukan mengadu-domba, bukan menebar fitnah.

Kita dipanggil untuk menebarkan semangat persatuan dimulai dari keluarga, lingkungan/komunitas gereja, pekerjaan, masyarakat RT/RW, dstnya. Meski perbedaan, pertentangan selalu saja ada, sebagai umat-Nya waspadalah!!! Jangan terperdaya oleh iblis, jangan mengikuti emosi… yang dapat membuat kita ikut-ikutan menjadi provokator yang membuat situasi semakin memanas dan akhirnya menyebabkan terjadinya perpecahan.

Camkanlah kata-kata Yesus: Bagaimana iblis dapat mengusir iblis? (Mrk. 3:23b). Sesama iblis saja bisa bersatu, tidak saling mengusir, tidak saling menjatuhkan.

Lalu, bagaimana dengan kita… yang mengaku anak-anak Bapa… sahabat Yesus?

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s