Kita Dipanggil untuk Menjadi Pelita

Renungan Harian Misioner
Kamis, 30 Januari 2020
P. S. Gerardus
2Sam. 7:18-19,24-29; Mzm. 132:1-2,3-5,11,12,13-14; Mrk. 4:21-25

Pelita atau lampu bagi manusia pada zaman dulu, termasuk pada zaman Yesus memiliki fungsi yang amat penting. Pelita adalah alat penerangan yang sangat diandalkan. Pelita memungkinkan orang untuk melihat dan bekerja dalam kegelapan. Pelita membuat orang tidak terantuk atau tersandung dan tidak kehilangan arah apabila orang berjalan dalam kegelapan pada malam hari. Bagi orang Israel, pelita tidak hanya sekedar sebagai sarana penerangan, melainkan pelita mengandung makna spiritual yang amat mendalam. Orang Israel memahami “pelita” sebagai sebuah ungkapan keindahan batiniah, kebenaran dan kebaikan Allah. Banyak bagian dari Kitab Perjanjian Lama melukiskan bagaimana terang Sabda Allah menuntun dan menolong kita untuk bertumbuh dalam pengetahuan akan Dia dan kebenaran-Nya serta kebijaksanaan demi hidup kita. “Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang” (Mzm. 36:10). “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119:105).

Kebenaran sabda Allah tidak dapat disembunyikan, dibungkam atau dihancurkan. Kita mungkin menolak untuk menghadapi kebenaran itu atau mencoba untuk membungkamnya, tetapi kebenaran sabda Allah selalu akan menang karena kebenaran tidak dapat dihancurkan. Itulah mengapa Allah menghendaki kita untuk mengetahui kebenaran dan mempertaruhkan hidup kita pada kebenaran-Nya. Rahmat Allah dan sabda kebenaran-Nya memungkinkan kita untuk mendengar, percaya dan menaati-Nya tanpa takut atau berkeberatan. Sama seperti cahaya lampu yang menang atas kegelapan di sekitar kita dan memungkinkan kita untuk melihat sesuatu dengan jelas, demikian pula cahaya Kristus bersinar di hati semua orang yang mendengar dan percaya akan sabda-Nya. Allah ingin memenuhi kita dengan Roh Kudus-Nya sehingga kita boleh memancarkan cahaya kebenaran, cinta dan kebaikan-Nya.

Yesus menyebut Yohanes Pembaptis sebagai “pelita yang menyala dan bercahaya” (Yoh. 5:35) karena dia memberikan kesaksian akan sabda Allah dan mengarahkan orang lain kepada Yesus, Sang Terang dan Penyelamat dunia. Bagaimana dengan kita? Panggilan dan misi kita, seperti Yohanes Pembaptis, adalah untuk menjadi pembawa terang Yesus Kristus sehingga banyak orang lain dapat mendengar dan memahami kebenaran Injil (Kabar Gembira Yesus Kristus) serta dibebaskan dari kegelapan dosa, ketidaktahuan dan tipu muslihat si jahat. Yesus berkata, “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap” (Mrk. 4:22). Kita dapat mencoba untuk menyembunyikan sesuatu dari orang lain, dari diri kita sendiri dan dari Allah. Namun, segala sesuatu diketahui oleh Allah yang dapat melihat segalanya.

Apa kita alami jika kita hidup dalam cahaya Allah, berjuang untuk mencari kebenaran dan kebaikan-Nya? Kita akan mengalami kebebasan batin dan sukacita yang luar biasa. Orang yang mendengarkan Allah dan memerhatikan suara-Nya akan menerima ‘lebih’ dari-Nya. Kita tidak akan kekurangan apa pun yang kita butuhkan untuk hidup sebagai murid-murid Yesus. Kita akan bercahaya laksana lampu atau pelita yang menunjukkan kebijaksanaan dan kebenaran sabda Allah. Sebaliknya, apabila kita berada di luar cahaya Allah dan mulai berjalan dalam “kegelapan”, kita akan terantuk atau tersandung berbagai jenis kejahatan, bahkan lebih dari itu, kita akan menjadi sandungan bagi orang lain. Kita tidak dipanggil untuk menjadi “gantang” dan “tempat tidur” yang menghalangi cahaya kebenaran Sabda Allah yang terpancar dalam diri Yesus. Sebaliknya, kita dipanggil untuk menjadi “pelita” yang berdiri di atas kebenaran Sabda Allah untuk menyinari sesama kita agar mereka pun percaya kepada Yesus, Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Marilah kita berjuang untuk menjadikan diri kita sebagai “pelita” Yesus dalam kehidupan ini, dengan cara menjalankan kehidupan sesuai dengan Sabda Allah sebagaimana yang diajarkan dan dihayati oleh Yesus, Sang Terang Sejati.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s