Sabda Allah Tak Terduga Kekuatannya

Renungan Harian Misioner
Jumat, 31 Januari 2020
P. S.Yohanes Bosco
2Sam.11:1-4a, 5-10a, 13-17; Mzm. 51:3-4, 5-6a, 6bc-7, 10-11; Mrk.4:26-34

Pernahkah kita menggerutu dan kecewa karena pelayanan yang kita lakukan tidak segera menunjukkan hasil seperti yang kita harapkan dan terlalu sederhana menurut jalan pikiran kita?

Tidak sedikit orang-orang yang melayani Tuhan merasa kecewa, pesimis, bahkan frustasi karena setelah bertahun-tahun bergelut dalam pelayanan, belum juga melihat hasil pelayanannya. Mengapa demikian? Hal ini biasanya terjadi karena menganggap bahwa keberhasilan atau kesuksesan pelayanan adalah semata-mata karena usaha sendiri. Apalagi mengukur keberhasilan pelayanan dari besar atau kecilnya pekerjaan yang dilakukan. Bukankah tidak sedikit juga anggapan bahwa kesuksesan pelayanan dilihat dari pekerjaan-pekerjaan spektakuler yang sanggup dilakukan oleh seorang pelayan Tuhan?

Bacaan hari ini mengingatkan agar kita tidak merasa kecewa. Perkembangan Kerajaan Allah (kesuksesan pelayanan kita) sepenuhnya merupakan pekerjaan Allah, tidak tergantung upaya manusia, benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (Mrk. 4:27b). Manusia dapat berupaya, tetapi pertumbuhan atau perkembangannya tergantung sepenuhnya pada karya Allah. Kita juga tidak perlu merasa bahwa segala sesuatu yang sudah kita kerjakan sia-sia. Dan itu terjadi karena menganggap bahwa pekerjaan Tuhan yang kita lakukan bukan pekerjaan yang spektakuler, tetapi sederhana dan tidak mencolok. Justru dari sesuatu yang kita anggap tidak mencolok (tidak spektakuler), di tangan Tuhan akan diubah menjadi sesuatu yang sangat berharga. Tugas kita adalah menabur di ladang yang Tuhan sudah siapkan dan tugas Tuhan untuk menumbuhkannya dan menghasilkan buah.

Sama seperti biji sesawi yang sangat kecil, di tangan Tuhan, setelah bertumbuh justru menjadi pohon yang sangat besar, yang bisa memberikan perlindungan atau rasa nyaman pada burung-burung yang hinggap di cabang-cabangnya (Mrk. 31-32). Sekecil apapun pelayanan kita, lakukan dengan sepenuh hati. Biarkan Tuhan yang menjadikannya sebagai sesuatu yang besar, seturut kehendak-Nya.

Sebagai pelayan Tuhan (penabur benih), yang Tuhan perlukan adalah keuletan, ketekunan, kesabaran dan kesungguhan, sekalipun kita harus melewati panas terik dan lebatnya hujan. Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik. (Pkh. 11:6). Tuhan sangat menghargai dan memperhitungkan setiap usaha dan jerih lelah yang kita lakukan untuk Kerajaan Allah.

Dalam Kerajaan Allah, kita adalah pekerja-pekerja yang bersama-sama dengan Allah menaburkan benih kebaikan. Tapi kita perlu menyadari bahwa hasilnya tergantung pada Allah, dan untuk kesempurnaan hasilnya, Dia membutuhkan waktu-Nya sendiri. Oleh karena itu, tugas kita adalah menabur benih, biarlah Allah yang memberi pertumbuhan (1Kor. 3:6-8). Kita diajak untuk percaya dan berharap penuh pada kuasa Allah yang akan memberikan pertumbuhan dan hasil yang menggembirakan bagi kita.

Jadi yang penting bagi kita adalah bekerja dan berdoa dan yang memberi hasil itu adalah pekerjaan Tuhan. Walaupun yang dapat kita kerjakan kecil menurut ukuran manusia namun kita harus bangga namun rendah hati. Sebab dengan melakukan hal yang kecil itu kita dapat berharap pada Tuhan dan menjadi teman sekerja Tuhan. Dan Tuhan akan bekerja menyempurnakan pekerjaan yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh. Kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan tetap berharap bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Kita sadar bahwa apa yang kita terima bukanlah semata-mata hasil usaha kita sendiri, tetapi karena kasih karunia Tuhan yang dia berikan kepada kita. Sabda Allah tak terduga kekuatannya. Injil berbicara tentang benih, yang sekali ditabur, tumbuh sendiri, bahkan pada saat petani tidur (Evangelii Gaudium, 22).

Kita yang hidup dalam Kerajaan Allah pasti bertumbuh dan berbuah. Buahnya itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita. (HGR)

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Pemasaran Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s