Tuhan Penolong Sejati dalam Segala Situasi

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 01 Februari 2020
P. S. Brigida, S. Severus
2Sam. 12:1-7a,10-17; Mzm. 51:12-13,14-15,16-17; Mrk. 4:35-41

Sahabat-Sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi di awal bulan Februari 2020. Tuhan kembali menyapa kita melalui Sabda-Nya hari ini agar kita tetap tekun mengandalkan Dia dalam segala situasi. Karena Dialah penjamin sejati hidup kita yang sanggup menolong kita dalam segala situasi yang kita alami. Dua kisah mengesankan dari bacaan pertama dan Injil hari ini menampilkan sosok dan peran Allah sebagai penolong sejati bagi kita.

Kisah pertama, dari 2 Samuel pasal 12 tentang cara Allah yang penuh belaskasih menuntun Raja Daud melalui Nabi Natan hingga Raja menyadari dosanya dan bertobat. Sikap Daud dalam teks itu menyadarkan kita bahwa kadang kita lebih mudah menuduh dan memvonis sesama, tetapi tak mudah mengakui kelemahan dan kerapuhan kita. Maka kadang Tuhan memakai cara seperti yang dipakai Nabi Natan untuk menyadarkan kita akan kelemahan dan kerapuhan kita. Yang dibutuhkan adalah sikap keterbukaan dan kerendahan hati di hadirat-Nya memohon belaskasih, pengampunan dan kekuatan dari Tuhan. Sebagai orang-orang yang memiliki kelemahan dan kerapuhan maka sikap rendah hati dan membuka hati nan ikhlas di hadirat Tuhan mengakui kelemahan kita serta memohon kekuatan dari Allah merupakan suatu sikap spiritual yang dibutuhkan dalam peziarahan kita.

Gereja telah membantu kita dari waktu ke waktu melalui ajakan tobat dalam setiap Ekaristi atau ibadat yang kita ikuti agar kita yang tak sempurna ini senantiasa disempurnakan oleh belaskasih Allah. Pertanyaan reflektif untuk kita: apakah selama ini saya sungguh menjadikan ajakan pertobatan di Misa atau Ibadat yang saya ikuti sebagai momen merendahkan diri di hadirat Tuhan dan memohon belaskasih-Nya, atau ritual itu hanyalah suatu bagian dari perayaan liturgi yang saya ikuti? Hal ini penting bagi kita karena semakin menyadari dan mengalami belaskasih Allah, kita pun akan semakin diteguhkan untuk menunjukan belaskasih Allah kepada sesama. Dengan demikian mereka pun mengalami belas kasih dan semakin mengandalkan Allah sebagai penolong sejati dalam hidup mereka.

Kisah kedua tentang Yesus yang memiliki kuasa dan kemampuan luar biasa meredakan badai. Maka kisah ini meneguhkan kita bahwa Allah yang kita andalkan sanggup menolong kita menghadapi “badai hidup” yang kita alami. Hal yang perlu kita renungkan juga dalam kaitan dengan pesan kisah ini yakni: apakah saya mencari bantuan dari Yesus saat menghadapi badai hidup yang sudah tidak bisa saya hadapi dan atasi lagi? Ataukah saya menidurkan Tuhan (iman saya) dan lebih memilih bantuan dunia-manusia? Kisah perjuangan para murid mau mencoba meredakan badai tapi toh tidak mampu hingga mereka membangunkan Tuhan untuk meredakan badai dengan ke-mahakuasaan-Nya menjadi pesan berharga bagi kita bahwa bantuan apapun selagi itu datang dari dunia dan manusia, toh ada titik batas kemampuannya.

Badai menyimbolkan persoalan hidup atau tantangan besar di luar kemampuan kita yang kita alami dalam hidup kita. Artinya ada tantangan dan kesulitan yang bisa kita selesaikan dengan kemampuan yang dianugerahkan kepada kita, tetapi ada juga badai yang hanya bisa diredakan oleh Tuhan. Menyangkal hal ini akan memacu kita mengerahkan segala kemampuan manusia kita yang toh pada waktunya nanti kita sendiri akan mengakui bahwa kemampuan manusia ternyata terbatas daya tolongnya. Maka bantuan manusia baik dari diri kita maupun sesama yang memiliki kemampuan mengatasi kesulitan tetap kita optimalkan, tetapi tidak boleh mengabaikan apalagi menggantikan peran bantuan Tuhan yang Mahakuasa khususnya di saat harus menghadapi dan mengatasi badai hidup yang sudah jelas di luar kemampuan manusiawi kita.

Mari kita renungkan hal-hal ini di awal bulan Februari agar kiranya menjadi penuntun hidup selanjutnya. Yakinlah selalu Tuhan yang kita Imani dan andalkan akan menolong kita menurut waktu dan cara-Nya Dia karena Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, dan iman kita pada-Nya bukanlah sesuatu yang sia-sia karena sudah terbukti dari waktu ke waktu Allah masih tetap YANG MAHAKUASA DAN PENUH BELASKASIH hingga selama-lamanya. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s