Panggilan Misioner sebagai Anugerah Ilahi

Renungan Harian Misioner
Senin, 3 Februari 2020
P. S. Blasius, S. Ansgarius, S. Stefanus Bellesini
2Sam. 15:13-14,30; 16:5-13a; Mzm. 3:2-3,4-5,6-7; Mrk. 5:1-20

Adakah sukacita yang lebih besar dari pengalaman dibebaskan dari belenggu penderitaan, diampuni, dan dikasihi sebagai pribadi? Jika kita pernah mengalami hal demikian, tentulah dengan penuh rasa bangga dan gembira kita akan mampu membagikan pengalaman tersebut kepada orang lain. Bahkan kita mampu melakukannya tanpa kenal lelah dan tanpa mendapatkan imbalan.

Kisah dalam Injil hari ini memperlihatkan bagaimana Yesus mengusir roh jahat dari seorang di daerah Gerasa. Orang yang kerasukan setan itu terasingkan dari komunitas dan tinggal di pekuburan (Mrk. 5:2). Kehadirannya juga meresahkan penduduk setempat sehingga ia diikat dan dirantai (Mrk. 5:4). Namun hidupnya diubah oleh Yesus yang kemudian mengusir roh jahat dari dirinya. “… orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu…” (Mrk. 5:15a). Walau demikian dalam Injil ia tetap disebut dengan ‘orang yang tadinya kerasukan setan’. Sebutan itu terus melekat dan memperlihatkan betapa karya Tuhan masuk dalam sejarah hidup seseorang dan mengubahnya, bukan mengabaikannya. Dan kendati orang itu ingin mengikuti ke mana Yesus pergi, Yesus justru memberikan perutusan lain baginya. “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk. 5:19).

Masing-masing dari kita melalui pembaptisan mendapat perutusan untuk mewartakan Kasih Allah kepada kita. Kita mendapat perutusan yang tunggal dalam jalan hidup kita yang beragam. Panggilan untuk menjadi saksi Kasih Allah dengan demikian selalu berangkat dari pengalaman perjumpaan pribadi kita dengan Tuhan. Perjumpaan yang menuntun kita pada perasaan diterima, dicintai, dan dibebaskan dari segala kekhawatiran hidup yang membelenggu. Itu merupakan anugerah dan rahmat dari Allah. Marilah kita kembali menyadari segala sesuatu yang telah diperbuat Allah dalam hidup kita dan menjadi saksi kasih-Nya dalam hidup sehari-hari. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s