Jatuh Cinta dengan Tuhan dan Sesama

Paus Fransiskus memimpin Misa, untuk merayakan Hari Hidup Bakti Sedunia, 2 Februari 2020 di Basilika Vatikan, yang dihadiri seluruh biarawan-biarawati di seluruh dunia.

Dalam homilinya Paus Fransiskus mengatakan bahwa, hanya dalam cinta Yesus, hidup menjadi sebuah rahmat bagi orang lain. Dalam cinta Yesus, kita mampu mencintai orang lain, peduli kepada sesama terutama yang membutuhkan uluran tangan kita.

Hal ini disampaikan kepada para religius yang hadir dalam perayaan Ekaristi di Basilika St. Maria Magiore. Selanjutnya, Paus berkata, “Para religius adalah pria dan wanita sederhana yang melihat “harta yang bernilai dari semua harta di dunia” mereka telah menemukan sebuah ‘Mutiara” yang indah dan karena alasan ini mereka telah meninggalkan segalanya. Mereka memiliki mata yang tahu bagaimana melihat ‘anugerah’ bahkan dalam kelemahan, walaupun terkadang iblis menggoda.”

“Rahmat Tuhan selalu mencintai kita, bahkan dalam kelemahan kita: itu adalah “sebuah misteri, bagi pandangan dunia tidak mungkin, namun bagi Allah mungkin’.  Apa rahasianya? Menurut Paus Fransiskus bahwa “kita tidak pergi dari Tuhan”. Tuhan yang menjadi sumber kekuatan kita dalam menjalankan panggilan-Nya. Kaul kemiskinan bukan menjadikan seseorang untuk menjadi miskin, namun merupakan sebuah sukarela ikut serta menghayati kemiskinan Kristus. Begitu juga dengan kaul Ketaatan, dimana para religius mempersembahkan bakti kehendak mereka yang sepenuhnya bagaikan kurban diri kepada Allah.

“Mereka yang mencintai Yesus belajar untuk hidup untuk melayani sesama, seperti yang Yesus lalukan. Ia tergerak hati untuk melayani sesama, menjadikan hatinya seperti hati Yesus untuk melayani banyak orang.  Dengan rahmat Tuhan, setiap religius digerakkan hatinya untuk melayani sesama secara terus menerus. Ia telah jatuh cinta kepada Tuhan dan juga kepada sesama.

“Pria dan wanita religius adalah pria dan wanita yang hidup meniru Yesus, dipanggil untuk memasuki dunia yang berbeda, dunia penuh belas kasih, kepedulian, menolong yang sudah, tidak menghakimi, tidak mencemooh. Siapa pun yang jatuh cinta dengan Yesus harus menjadi dekat dengan orang lain”, tegas Paus Fransisksus.

Kedekatan justru merupakan metode yang Allah gunakan untuk menyelamatkan manusia. Allah “membuat diri-Nya dekat dengan Yesus Kristus yang telah menjadi manusia. Ia telah menjadi seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Kedekatan adalah kunci kemanusiaan dan Kekristenan”. Paus berharap bahwa “tempat perawatan akan menjadi semakin banyak, rumah sakit semakin melayani dan memberikan keyamanan, di mana pasien akan menemukan persahabatan, pengertian, kebaikan, dan kasih amal.

Paus mengenang kata-kata Yesus: “Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah satu dari saudariku ini, kamu telah lakukan untukku” (bdk. Mat 25,40): “Ini adalah dasar pelayanan kepada orang lain. Demikianlah orang sakit dan menderita menjadi orang-orang yang memiliki iman, tanda-tanda yang hidup dari kehadiran Kristus, Anak Allah, yang datang untuk menyembuhkan dan menyembuhkan, mengambil kelemahan kita, kelemahan kita “. Merawat saudara yang menderita berarti memberi ruang bagi Tuhan.

https://www.vaticannews.va/it/papa/news/2020-02/la-nota-papa-francesco-consacrati-innamorati-dio-prossimo.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s